Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
136. Liburan keluarga 2


__ADS_3

Waktu hampir magrib tapi Khayra masih betah bergulung dalam selimut.


" Yang bangun yuk udah mau magrib loh." ucap ustad Gibran membangunkan Khayra dengan lembut.


Sontak Khayra langsung terbangun saat ustad Gibran bilang kalau hampir magrib.


Tapi aba-aba Khayra langsung berlari ke kamar mandi. Dirinya benar-benar binggung kenapa dirinya bisa ketiduran. Khayra mandi dengan terburu-buru, selesai mandi dirinya langsung keluar kamar mandi masih menggunakan bathrobe dan handuk kecil yang membalut rambutnya yang basah. Khayra mengambil baju ganti kemudian masuk lagi ke dalam kamar mandi.


Khayra benar-benar mengutuki kebodohannya bagaimana dirinya bisa ketiduran. Padahal dirinya mempunyai tiga orang anak yang harus dia urus.


setelah rapi Khayra berniat ingin ke kamar mama mertuanya. Dirinya ingin melihat kondisi ketiga anaknya.


" Yang mau kemana?." Tanya ustad Gibran saat dirinya melihat Khayra berjalan menuju pintu.


" Mas kenapa nggak bangunin aku? Mas tahu nggak sih kita punya tiga anak dan itu tanggung jawab Kai? Kai nggak tahu anak-anak Kai udah makan atau belum? udah mandi apa belum? Kai benar-benar jadi ibu yang gak bertanggung jawab tau nggak sih?." Ocehan Khayra dengan kesal karena ketiduran sampai mau magrib.


" Kamu kenapa sekhawatir begitu?." Ucap ustad Gibran terkekeh.


Khayra langsung menatap suaminya tajam.


" Mendingan kita siap-siap shalat magrib." ucap ustad Gibran lagi.


" Mas."


" Anak- anak sudah di urus sama mama kamu tenang aja. Mas sudah minta mama menjaga mereka dan untuk tidak menggangu waktu kita berdua selama di sini."


" Mas gimana bisa mereka itu anak-anak kita."


Cup


Ustad Gibran langsung mencium lembut Khayra.


" kita shalat magrib dulu." bisik ustad Gibran sambil berlalu pergi masuk ke kamar mandi.


Khayra yang sedang kesal tambah kesal karena sikap suaminya yang cuek.


Setelah ustad Gibran keluar kamar mandi, Khayra pun masuk kamar mandi untuk wudhu tanpa bicara sepatah katapun.


Mereka pun shalat magrib berjamaah selesai shalat Magrib Khayra mencium tangan suaminya. Walaupun dirinya sedang kesal tapi dirinya tak pernah melupakan kewajibannya.


" Kita tadarusan dulu yuk sambil nunggu shalat isya." Ucap ustad Gibran.

__ADS_1


Tapi Khayra tak mendengarkan omongan suaminya, dirinya segera melepas mukenanya.


" Yang Kamu mau kemana?." Tanya ustad Gibran saat melihat istrinya melepas mukenanya.


Khayra tak menjawab pertanyaan suaminya, Khayra memilih keluar kamar menuju kamar mama mertuanya.


Ustad Gibran hanya bisa membuang nafas kasar, Karena dirinya tahu istrinya bakal mendiaminya. ustad Gibran pun membatalkan untuk bertadarus, dirinya memilih untuk menyusul sang istri.


Khayra langsung menekan bel kamar mama mertuanya. Tak lama pintu kamar pun di buka dan tampak papa mertuanya yang membuka pintu.


" Masuk nak." ucap papa.


Khayra pun langsung masuk ke dalam, perasaannya yang awalnya cemas berubah tenang. Khayra melihat Rayyan dan Maura sedang mengajak Zafran dan Zafira berbicara.


" Kamu sudah shalat nak." Tanya papa


" Sudah pah."


" Mom.." teriak Rayyan langsung menghampiri Khayra saat Rayyan mendengar suara mommy nya.


" Aduh anak mommy, Nakal nggak?." tanya Khayra sambil memeluk putra sulungnya.


" Dak akal mom."


" Sendirian nak, Gibran mana?." Tanya mama sambil melipat mukenanya.


" Di kamar mah."


" Kenapa nggak tenang ya ninggalin anak-anaknya?." ucap mama yang tahu perasaan sang menantu.


" Iya mah."


" Anak-anak biarin sama mama kamu tenang aja. Selama di sini manjain suami kamu, Biarkan dirinya menguasai kamu. Selama ini pasti dirinya nggak kebagian perhatian dan kasih sayang kamu. Karena pasti kamu lebih memprioritaskan anak-anak kamu." Ucap mama lembut.


" Nak ada kalanya para pria merasa diabaikan dan tidak di perhatikan karena istrinya sibuk mengurus anaknya. Mungkin para istri berpikir masa iri sama anaknya. Asal kamu tahu kami itu juga butuh dimanja, Maka papa harap kamu selama di sini manjakan Gibran biarkan anak-anak sama kami. Jangan sampai suami kamu mencari perhatian ke wanita di luaran sana yang bisa memanjakan dia. Kamu paham kan nak."


" Iya pah."


" Asal kamu tahu nak dari pertama kami mempunyai anak mama langsung bilang ke papa jangan iri pada anak-anak karena mama selalu memberikan papa dua hari untuk menguasai mama seutuhnya tanpa anak-anak. Walaupun papa nggak tega juga sama anak-anak. Tapi karena sikap seperti itu yang terkadang kami para suami dengan sendirinya mundur dan lebih mementingkan kumpul bersama keluarga. Makanya begitu anak-anak sudah besar mama selalu ikut papa kemanapun." ucap papa.


Tak lama ustad Gibran menyusul ke kamar mama.

__ADS_1


" Wah anak Deddy lagi jagain adiknya ya?." ucap ustad Gibran saat menghampiri anaknya.


Rayyan langsung mengangguk.


" Maura juga om Gibran." ucap Maura.


" Sudah ayo kita makan malam dulu. Kai Zafran sama Zafira biarkan mereka di bawa pakai stroller. Biarkan pengasuh mereka menikmati liburannya." ucap mama.


Khayra pun langsung menyiapkan stroller untuk anak kembarnya.


" Mas Angkat mereka taruh di stroller." ucap Khayra yang saat ini membereskan keperluan bayi kembarnya.


" Maura dan mas Rayyan, Ayo kita duluan ke bawah." ucap mama.


Rayyan dan Maura pun langsung menghampiri Oma dan opanya.


" Kami tunggu di restoran." ucap papa sambil menggandeng tangan Maura.


Sedangkan mama menggandeng Rayyan.


Sepeninggalan mama dan papa mertuanya Khayra langsung memeluk dan mencium pipi ustad Gibran


cup


Ustad Gibran langsung mengeryitkan keningnya binggung karena dirinya tahu sang istri sedang kesal dan mendiamkan dirinya.


" Maaf ." ucap Khayra.


" Sudah nggak usah di pikirkan mas mengerti kok kekhawatiran kamu. sudah ayo kita turun mas sudah lapar." ucap ustad Gibran.


Mereka pun mendorong stroller anak kembar mereka menuju restoran yang ada di resort tersebut. Sampai restoran ternyata mencari keberadaan keluarganya.


Di sana hanya ada Mama, dan Umi sibuk dengan Rayyan dan Maura, Tante Amel sibuk dengan Kenzo, Kenzi dan Niki. Tante shanum sibuk dengan Alex, Britney dan Riyuji. Tante Hanami, dan Tante Caca karena belum memiliki cucu jadi mereka membantu Tante Shanum dan Tante Amel. Sedangkan Nenek, Tante Mala, Bu Nuri, menjaga adam.dan Tante Icha istrinya kak Hilman sudah pasti menjaga anaknya Nadira.


Para bapak-bapak ada papa, Abi, om Hiro , om Ryu, om Jimmy , om yama, om Zidan, kakek, om Wisnu dan kak Hilman mereka berada satu meja sendiri.


Midori, James, Sammy, Yuki, Zahra, Mas Iqbal, Michiko, Nadifa, Haikal, Shema, dan Athar mereka juga duduk satu meja dan mengobrol akrab.


Para pengasuh juga ngobrol satu meja.


" Mas kok aku nggak lihat Denji, Haruka, Keiko, Albert, Mike, Jane, Tammy, Morota, Zafra, ustad Alif, Tante Ais dan om Zaki kok mereka belum ada." tanya Khayra.

__ADS_1


" Mereka lagi sibuk bulan madu cuma istri mas doang yang nggak mau diajak bulan madu.' ucap ustad Gibran sambil berlalu pergi.


__ADS_2