Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
32. cerita


__ADS_3

setelah berbicara ke umi dan Abi Kai pun masuk ke dalam kamar. Kai nangis karena masih kesal dengan apa yang terjadi. sampai ustad Gibran melakukan video call ke Kai. Kai sempat ragu mau mengangkat karena dia tau matanya pasti bengkak karena habis nangis tapi kalau nggak di angkat pasti ustad Gibran khawatir. dengan berat hati Kai pun menjawab panggilan video call.


" assalamualaikum."


" walaikum salam." ustad Gibran kaget melihat sang pujaan hati matanya bengkak habis nangis.


" Kai kamu baik-baik aja kan, kenapa nangis."


Kai hanya menggeleng.


" ayo cerita kenapa biar kamu juga lega."


Kai masih diam enggan cerita.


" ayo dong Kai jangan diam aja kamu bikin saya khawatir tau."


"Kai lagi kesal juga marah."


" siapa yang membuat kamu kesal dan marah. cerita sama mas Kai biar mas tau."


" mas tau nggak para santri sudah tahu kalau kita mau nikah."

__ADS_1


" ya baguslah kalau mereka tahu."


" masalah mereka ngegosip tentang Kai."


" ngegosip gimana Kai."


" mereka bilang kalau Kai sedang hamil jadi nikahnya buru-buru nggak nunggu Kai lulus, terus mereka juga bilang kalau mas Gibran nikahin Kai karena kasihan pada Kai yang sedang hamil. pokoknya banyak berita miring yang beredar. apa kita nikahnya setelah Kai lulus aja."


" nggak bisa kai semuanya sudah di persiapkan jadi nggak bisa di undur. gini aja nanti biar mas diskusi dulu sama umi dan Abi juga kakek dan nenek. kamu tenang aja jangan di pikirin, jangan nangis lagi hati mas sakit tau lihat kamu nangis seperti itu. sekarang kamu tidur ya mimpi yang indah. selamat tidur, assalamualaikum."


" walaikum salam."


pagi hari keluarga Kai sedang sarapan pagi.


" mi Kai kok tumben belum turun coba umi lihat dulu takut dia kesiangan." ucap Abi.


" iya ya bi tumben Kai belum turun ya udah umi lihat dulu ke kamarnya." umi pun naik ke lantai atas ke kamar Kai.


tok...tok...


" Kai ini umi , kamu sudah di tunggu Abi di meja makan." ucap umi dari luar kamar Kai.

__ADS_1


karena nggak ada sautan dari dalam umi pun membuka pintu kamar Kai tapi ternyata di kunci. umi pun turun lagi ke bawah untuk mengambil kunci cadangan.


" umi cari apa?." tanya Abi yang melihat umi sedang laci.


" umi cari apa sih." tanya Abi lagi.


" umi lagi cari kunci cadangan kamar Kai bi, soalnya Kai umi panggil-panggil nggak ada sautan." jawab umi yang terlihat panik.


" di laci sebelahnya umi."


setelah mendapat kunci umi pun bergegas naik lagi ke atas. dia membuka pintu kamar Kai dan terlihat Kai masih tertidur di tempat tidur.


" ya Allah Kai bikin umi takut aja ternyata kamu masih tidur toh." umi berjalan mendekati tempat tidur Kai. dan umi kembali panik saat mendapati tubuh Kai panas.


umi kembali turun ke bawah mau mengambil termometer dan juga air untuk kompres.


" sudah bangun mi Kai nya." tanya Abi yang melihat umi turun.


" Kai demam bi, ini umi mau ambil air untuk kompres Kai dan juga termometer." ucap umi sambil berlalu ke dapur


Abi pun langsung bangun dari duduknya dan bergegas naik ke atas ke kamar Kai. melihat keadaan Kai, Abi sangat protektif terhadap anak perempuannya baik Kai, zafra maupun Zahra.

__ADS_1


__ADS_2