Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
116. Mas Iqbal diledek


__ADS_3

Ustad Gibran bangun lebih awal, ustad Gibran mencium sekilas bibir Khayra sebelum melepas pelukannya. Lalu bergegas turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tiga puluh menit ustad Gibran pun keluar kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang. Ustad Gibran pun berjalan ke lemari untuk mengambil baju. Setelah memakai baju ustad Gibran pun langsung melaksanakan shalat tahajud karena waktunya hampir habis.


Setelah shalat tahajud ustad Gibran membangunkan istrinya karena sebentar lagi akan adzan subuh.


" Yang bangun yuk, sebentar lagi subuh."


Tubuh Khayra benar-benar lelah akibat pergulatan semalam dengan suaminya yang tak pernah puas. Entah berapa kali suami mesumnya itu melakukan yang dia ingat dia baru bisa tertidur pukul dua pagi.


Khayra dengan rasa malas akhirnya membuka matanya. di lihat suaminya sudah rapi memakai baju Koko sepertinya hendak ke masjid.


" Sayang sudah subuh kamu bangun."


" Sebentar mas lima menit lagi, Kai benar-benar lelah."


" Ya udah tapi jangan lupa shalat. Mas tinggal ke masjid ya."


Khayra hanya mengangguk dan kembali memejamkan mata.


Sedangkan di kamar pengantin baru, ustad Alif juga bangun lebih dulu. Saat membuka mata ustad Alif langsung memandang wajah cantik istri.


" Ya Allah terima kasih engkau telah menghadirkan dia sebagai pendamping hidup hambamu ini. Semoga kami terus bersama hingga maut memisahkan." gumam ustad Alif sambil mengelus pipi Zafra.


Setelah puas memandangi istrinya ustad Alif pun beranjak turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi. Setelah mandi ustad Alif pun langsung membangunkan Zafra karena sebentar lagi sudah memasuki waktu subuh.


Zafra pun membuka matanya dan mendapati suaminya di hadapannya.


" Bangun sayang sudah mau subuh."


Zafra pun bergegas turun dari tempat tidur.


" auwh.." teriak Zafra saat akan berdiri. Zafra merasakan sakit di pangkal pahanya.


" Kenapa sayang." tanya ustad Alif panik.


" nggak apa-apa kak, cuma itu aku sakit aja."


Ustad Alif pun langsung mengangkat tubuh Zafra dan membawanya ke kamar mandi. Didalam kamar mandi Zafra pun di duduki di atas closet. Lalu ustad Alif mengisi bathtub dengan air hangat.


" Yang air hangatnya sudah kakak siapin. kamu mandi aja nanti kalau sudah selesai panggil kakak " ucap ustad Alif terus pergi keluar dari kamar mandi.


Tak lama Zafra pun keluar dari kamar mandi, ustad Alif bergegas menghampiri Zafra.

__ADS_1


" Kenapa nggak panggil kakak?."


" Nggak apa-apa, Zafra bisa kok sendiri. Kakak mau shalat di masjid."


" Iya, kenapa kamu mau kakak shalat di rumah."


" Nggak kok, Kakak shalat aja di masjid Zafra nggak apa-apa kok shalat sendiri di rumah."


" Yakin nggak apa-apa."


" Iya, shalat jamaah di masjid kan pahalanya besar kak. Jadi nggak apa-apa kakak shalat di masjid aja."


" Ya udah kakak berangkat ke masjid dulu ya."


" Iya."


" Assalamualaikum.'


" walaikum salam."


Ustad Alif, ustad Gibran dan mas Iqbal keluar kamar bersamaan. Dan mereka pun saling pandang lalu tertawa.


" Bisa kompak begini ya." ucap Ustad Alif.


" Nggak lah." Jawab ustad Alif dan ustad Gibran bersamaan.


" Kirain. Tunggu deh bran."


" kenapa?." Tanya ustad Gibran.


" Nggak kalau Alif rambutnya basah wajar pengantin baru. Habis bobol gawang lah ente benar-benar nggak mau kalah sama pengantin baru." ledek mas Iqbal yang melihat rambut ustad Gibran basah.


" Syirik.."


" Bukan Syirik, cuma segitu nggak mau kalahnya sama pengantin baru."


" Dia iri Lif kita tidur ada yang meluk dia nggak ada. Kalau kita mah rambut basah karena habis di kasih vitamin Sama istri kita. iya nggak Lif." Ustad Gibran meledek balik mas Iqbal sambil merangkul ustad Alif turun ke bawah


Sedangkan Ustad Alif hanya tersenyum aja karena dia masih sungkan.


" Dasar adik ipar nggak ada akhlak, Udah tahu kakak iparnya masih jomblo." ucap mas Iqbal sebel.


Ustad Alif dan ustad Gibran tertawa melihat kakak iparnya kesal.

__ADS_1


Sampai lantai bawah ternyata Abi nya baru keluar dari kamar.


" Wah emang ya nggak Gibran, Nggak Alif sekarang Abi kayanya pada ngeledek deh."


" Kenapa kamu mas? " tanya Abi.


" Bi ingat umur udah punya cucu masih aja olahraga malam."


" Kata siapa kamu?."


" Itu rambut Abi basah."


" Makanya cepat cari pasangan biar bisa ngerasain subuh-subuh keramas." ledek Abi nya.


" Ayo Gibran, Alif kita tinggal aja si jomblo ini." Ucap Abi nya lagi sambil mengajak Para mantunya.


Mas Iqbal pun mengikuti Abi dan kedua adik iparnya dengan hati kesal niat mau meledek malah dirinya yang di ledekin.


Di jalan mereka bertemu om Zidan dan om Zaki yang ternyata rambut mereka juga basah.


" Astaga ini lagi tuh rambut udah basah aja subuh-subuh. Habis kecebur kolam om."


" Iya kecebur kolam kenikmatan." jawab om Zidan.


" Kasihan tahu mas, Iqbal mana ngerti. Lihat tuh kita mah subuh-subuh rambut kita mah udah basah. kasih tuh kering sendiri." timpal om Zaki.


Semua menertawakan mas Iqbal.


" Sudah-sudah ayo kita ke masjid." ucap Abi.


Sampai masjid mereka bertemu dokter Ridwan Dan ustad Agung.


" Wih pasukan bisa sama gitu tuh rambut basah semua." ucap dokter Ridwan.


" Nggak semua dok."


" Oh iya lupa ada satu ya yang jomblo."


" Astaga kenapa jadi aku yang di ledek sih. Kalian sungguh terlalu."


" Roma irama dong bal." ucap dokter Ridwan.


" udah ayo masuk nanti di omelin Abah loh."

__ADS_1


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam masjid


__ADS_2