Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
258. wisuda Rayyan


__ADS_3

Acara wisuda Rayyan pun tiba, Khayra dan ustad Gibran serta anak dan cucunya pun pergi ke tempat acara wisuda Rayyan di selenggarakan.


Khayra dan ustad Gibran masuk ke tempat acara sedangkan anak dan cucunya menunggu di luar gedung.


Kini tibalah acara wisuda di mulai Dan nama Muhammad Rayyan shaqeed al-Fatir. Menjadi lulusan terbaik dan Khayra pun tak bisa membendung air matanya. Lagi-lagi semua anak-anaknya baik anak kandung maupun anak angkatnya.


Semua benar-benar membuat bangga orang tuanya akan prestasinya.


" Sudah sayang jangan nangis." Bisik ustad Gibran menenangkan Khayra.


Ustad Gibran sudah biasa karena Khayra akan menangis karena terharu.


" Aku bahagia banget yang semuanya nggak ada yang mengecewakan kita yang." ucap Khayra pelan.


" Sudah ingat Rayyan paling benci kalau ada air mata yang keluar dari mata kamu. Ingat Rayyan itu copy an aku jadi dia nggak bisa melihat kamu mengeluarkan air mata." Ucap ustad Gibran.


Khayra mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya.


Selesai acara Rayyan menghampiri kedua orang tuanya.


" Sayang Mommy bangga banget sama kamu nak." Ucap Khayra memeluk Rayyan.


" Stop Mom Ray nggak mau lihat ada air mata yang menetes dari mata Mommy." ucap Rayyan sambil menghapus air mata Mommy nya.


" Iya sayang ini air mata bahagia kamu tenang aja sayang. Terima kasih."


" Boys selamat ya Deddy bangga sama kamu. Selesai ini siap bantu Deddy dan mas Sakti juga mas Bagas di perusahaan." Ucap ustad Gibran memeluk putranya.


" Sudah pasti Ded, sudah waktunya Deddy sedikit bisa santai karena sekarang sudah ada mas Sakti, Mas Bagas dan aku." ucap Rayyan.


" Good boys."


Setelah itu mereka pun keluar menemui kakak, adik, kakak ipar dan keponakan Rayyan.


" Selamat ya dek, berarti sudah siap bantuin mas Sakti nih." Ucap Sakti memberi selamat ke adik angkatnya.

__ADS_1


" Terima kasih mas, Nanti bantu aku ya mas."


" Sip." Sakti pun memberikan jempolnya.


" Selamat ya uncle Ray." Ucap Amara yang sedang mengendong Ghazan menirukan suara anak kecil


" Amat unke yey." ucap Ghazan.


" Terima kasih kak, terima kasih juga keponakan uncle yang ganteng."


" Yeah..." Ghazan bersorak.


" Selamat ya dek semoga ilmu nya bisa bermanfaat nanti begitu terjun di perusahaan." Khalid memeluk adik iparnya.


" Makasih kak doain ya semoga Ray bisa menggantikan Deddy supaya Deddy bisa istirahat."


" Selamat ya adik aku yang ganteng." Kini Dania yang mengucapkan selamat ke Rayyan.


" Makasih kak, Berkat kakak juga kak yang selalu cerewet sama aku."


" Uncle Ray Selamat ya nanti doain Sakha biar bisa seperti uncle." Ucap Sakha.


" Kok semua maunya kaya uncle Ray sih nggak ada yang mau sama aunty Fira." ucap Zafira.


" Gak mau.." Jawab mereka berdua kompak.


Mereka semua tertawa mendengar jawaban Sakha dan Shanum kompak.


" Aunty juga pintar tahu."


" Tapi kita nggak mau." Ucap Shanum sambil menjulurkan lidahnya.


" Sha..." Khalid mengingatkan anaknya untuk tidak menjulurkan lidahnya ke yang lebih tua.


" Maaf Abi." Ucap Shanum tertunduk.

__ADS_1


" Sudah-sudah kalian nanti bisa seperti uncle bahkan lebih asal rajin belajar." Ucap Rayyan.


" Mas Rayyan selamat mas Rayyan hebat deh." Ucap Zafira manja.


" Makasih princess yang terkadang suka ngeselin." Goda Rayyan sambil memeluk adik perempuannya.


" Tapi jangan lupa traktirannya." Ucap Zafira.


" Gampang kan ada Deddy." Ucap Rayyan sambil tersenyum melirik sang Deddy.


" Kenapa Deddy?."


" Karena Deddy ATM berjalan kita." Jawab Rayyan, Zafran dan Zafira kompak.


" Sudah yuk kita kembali ke hotel pasti sudah di tunggu." ucap Khayra.


" Mommy aku belum ngucapin selamat tahu ke mas Rayyan tega banget sih kaya anak terbuang aja aku." protes Zafran.


" Emang..." Semuanya langsung tertawa.


" Sini brother." ucap Rayyan yang merentangkan kedua tangannya.


Zafran pun langsung memeluk kakak laki-lakinya tersebut.


" Kita foto-foto dulu Mom." pinta Rayyan.


Akhirnya mereka pun berfoto bersama dan Rayyan juga berfoto dengan teman-temannya.


Setelah itu mereka pun pulang ke hotel untuk menemui keluarga yang lain. Sekaligus ingin memberikan kejutan kecil ke Rayyan.


Sampai di hotel mereka pun langsung menuju ke tempat di langsungkan nya kejutan kecil.


Rayyan yang tidak tahu tentang semua itu hanya berjalan mengikuti mereka.


Sampai di sebuah ruangan Rayyan kaget dan tak bisa berkata-kata. Di ruangan itu tidak hanya keluarga yang memang sengaja datang dari Indonesia.

__ADS_1


Tapi ada keluarga besar oma dan opa nya. Juga teman-temannya selama dia tinggal di Amerika.


Ustad Gibran memang mengajak teman-teman Rayyan sebagai salam perpisahan karena Rayyan akan kembali ke Indonesia.


__ADS_2