Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
220. Nganterin makan siang


__ADS_3

Jihan yang kini sudah berada di ruangan Deddy nya.


" Bran anak lo mau di tempati dimana?." Tanya kak Hilman.


" Di administrasi aja dulu, Nggak apa-apa kan nak?"


" Nggak apa-apa kok Ded."


" Ya udah kamu ikut om Hilman gih."


" Iya Ded."


Jihan pun berjalan keluar dari ruangan Deddy nya bersama om Hilman.


Para karyawan penasaran siapa yang bersama dengan pak Hilman. Dan mereka pun mulai berbisik-bisik.


Kini Jihan di antar ke divisi administrasi, Semua karyawan yang ada di divisi tersebut mengangguk hormat ke kak Hilman. Jihan yang melihat semuanya melihat kepadanya langsung memberikan senyumnya dan mengangguk kepada mereka.


Kak Hilman pun membawa Jihan untuk menemui Bu Sintia kepala divisi tersebut.


" Permisi Bu Sintia." Ucap kak Hilman saat di depan ruangan Bu Sintia.


Bu Sintia yang sedang mengerjakan pekerjaannya langsung mengangkat wajahnya.


" Eh, pak Hilman mari silahkan masuk."


" Makasih Bu, Oh iya Bu kenalkan ini Jihan anak angkat pak Gibran "


" Oh iya, hallo mbak Jihan kenalkan nama saya Sintia saya kepala divisi di sini "


" salam kenal juga Bu Sintia , panggil Jihan aja jangan pakai mbak." ucap Jihan tak enak hati.


" Jangan dong saya kan jadi nggak enak." Ucap Bu Sintia


" Baiklah." Akhirnya Jihan pasrah.


" Bu Sintia seperti yang saya bilang kemarin titip Jihan untuk belajar di sini."


kata kak Hilman.


" Dengan senang hati pak."


" Ya udah Jihan om balik ke ruangan Om dulu."


" Iya om."


" Mari Bu Sintia." Kak Hilman pun pamit kembali ke ruangannya.


" Ayo mbak Jihan saya kenalkan dengan yang lainnya."


Jihan pun mengikuti Bu Sintia keluar dari ruangan Bu Sintia.


" Pagi semuanya minta waktunya sebentar." Ucap Bu Sintia.

__ADS_1


semua orang yang ada di sana sontak langsung menghentikan pekerjaan mereka dan menatap Bu Sintia dan Jihan.


" Oh iya perkenalkan ini namanya mbak Jihan dia adalah anak angkatnya pak Gibran dan Bu Khayra." Bu Sintia memperkenalkan Jihan.


" Pagi mbak Jihan." sapa mereka.


" Pagi juga." Jihan menjawab sapaan mereka.


" Mulai hari ini mbak Jihan akan bergabung di sini tapi bukan sebagai karyawan tetap tapi pak gibran ingin supaya mbak Jihan belajar disini. Dan mbak Jihan akan ke sini setelah kegiatan kuliahnya selesai tiap harinya. Saya harap kalian bisa membantu mbak Jihan." jelas Bu Sintia.


" baik Bu, selamat datang dan selamat bergabung mbak Jihan." seru mereka semua.


" Terima kasih, dan mohon bantuannya ya."


" Jihan ini meja kamu." Bu Sintia menunjukkan meja untuk Jihan.


" Mega.." Panggil Bu Sintia kepada salah satu karyawan di sana.


" Iya Bu, " Jawab Mega yang ternyata mejanya tepat di sebelah Jihan.


" Mbak Jihan kenalkan ini Mega."


" Jihan.."


" Mega.."


"Mbak Jihan nanti kamu bantu-bantu Mega nggak apa-apa kan."


" Baiklah Mega nanti kamu di bantu oleh Jihan ya."


" Iya Bu." Jawab Mega


" Mbak Jihan saya kembali ke ruangan saya dulu ya."


" Baik Bu."


Bu Sintia pun kembali ke ruangannya dan para karyawan yang lainnya pun mulai mendekat ke Jihan dan berkenalan.


" Mbak Mega apa yang bisa Jihan bantu." Tanya Jihan.


" Mbak Jihan tolong masukin semau data ini ke komputer ya." ucap mbak Mega.


Mega pun mengajari Jihan.


menjelang makan siang sesuai permintaan Rayyan, Khayra pun berangkat untuk memenuhi janjinya. Tapi sebelum itu Khayra mampir terlebih dahulu ke kantor ustad Gibran untuk membawakan makan siang. Setelah memarkirkan mobilnya Khayra pun langsung masuk ke dalam menuju lift khusus petinggi perusahaan ini.


Lift pun langsung menuju ke lantai dimana ruangan ustad Gibran berada. Keluar dari lift Khayra pun langsung berjalan menuju ruangan ustad Gibran. Khayra menyapa para karyawan yang berpapasan dengannya.


Ceklek...


" Assalamualaikum..." Khayra pun masuk ke dalam rauangan ustad Gibran.


" Walaikum salam." Ustad Gibran Langsung mengangkat kepalanya menatap sang istri yang masuk ke dalan ruangannya.

__ADS_1


" Ayo makan dulu mas." Ajak khayra sambil menghampiri suaminya Mencium tangan ustad Gibran.


" Kamu sendirian sayang ke sini nya " tanya ustad Gibran.


" Iya dari sini baru aku jemput Zafran dan Zafira terus jemput Rayyan."


" Tumben banget ya Rayyan ngajak jalan kamu."


" Iya, Mungkin kangen sama Mommy nya."


" Mungkin sayang."


" Mas aku ke tempatnya Jihan dulu mau ngasih makan siang dia."


" Ya udah sana, Jihan ada di divisi administrasi."


Khayra pun berjalan keluar ruangan ustad Gibran menuju lift. Khayra akan turun ke lantai empat tempat dimana Jihan berada.


" Selamat siang.." Sapa Khayra.


semua mata Langsung menatap kearaah Khayra.


" Siang Bu " Semua langsung bangun dari duduknya dan memberi hormat ke Khayra.


" Silahkan lanjutkan kerjanya sebentar lagi jam makan siang."


" Baik Bu."


Jihan langsung menghampiri Mommy nya dan mencium tangan.


" Mommy sendirian?."


" Iya nganterin makan siang Deddy, Dan Mommy juga bawain kamu makan siang." Ucap Khayra sambil memberikan bekal untuk Jihan.


" Terima kasih Mom." Jihan menerima kotak bekal dari Khayra.


" Bagaimana pertama kerja?." tanya Khayra.


" Menyenangkan Mom."


" Ya sudah Mommy kembali ke ruangan Deddy dulu ya."


" Iya Mom."


" Assalamualaikum..."


" Walaikum salam."


Khayra pun kembali ke ruangan ustad Gibran. Sampai di dalam ruangan ustad Gibran Khayra pun langsung menata makanan yang dia bawa.


Setelah itu ustad Gibran pun menghampiri Khayra dan langsung menikmati makan siangnya.


Setelah menemani ustad Gibran makan dan dirinya juga ikut makan. Khayra pun numpang shalat Dzuhur dulu baru pergi menjemput anaknya

__ADS_1


__ADS_2