Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
89. ustad Alif datang


__ADS_3

Habis perempuan yang bernama Syifa itu pergi Rika menyelesaikan menyapunya. Setelah itu dia masuk ternyata sudah di tunggu oleh umi, Zahra, zafra dan mbak maysaroh.


" Teh Rika lama banget sih.' ucap Zahra yang mengagetkan Rika.


" Astaghfirullahaladzim, Ning Zahra bikin Rika kaget aja." ucap Rika sambil mengelus dadanya.


" Maaf teh, Perempuan jadi-Jadian itu udah pergi." ucap Zahra


" Zahra." ucap umi yang tak suka anaknya bicara tidak baik.


" Maaf umi habis gregetan."


" Rika nggak tahu di pergi ke pesantren atau nggak tapi Tadi dia jalan ke arah luar."


" Mudah-mudahan pergi tuh orang, jangan kembali lagi. Dia nanya apa teh.'


" Nanya pada kemana? Rika jawab pada pergi nganter Ning Khayra pulang. Maaf umi Rika sudah bohongi perempuan tadi." ucap Rika yang tak enak sama umi


" Ya sudah tapi lain kali jangan."


" Terus nanya apa lagi " Lagi-lagi Zahra kepo.


" Tanya alamat rumahnya Ning Khayra, Rika Jawab di Bogor aja."


" Ya sudah, Jangan di bahas lagi. Zahra dan Zafra kalau nggak mau bantuin umi masak lebih baik kalian masuk kamar."


" Iya umi."


Syifa dia langsung pergi kembali ke hotel, dan berencana akan pergi ke Bogor. Sampai hotel ternyata Syifa sudah di tunggu oleh Kyai Salman. Syifa yang melihat Abi nya sudah menunggu di lobby hotel sedikit takut.


" Assalamualaikum Abi." ucap Syifa menghampiri Abi nya.


" Walaikum salam, dari mana kamu?."


" Habis cari angin Abi." jawab Syifa.


" Ayo kembali ke kamar." Ajak kyai Salman.


Syifa pun mengikuti Abi nya.


" Ayo buka kamar kamu." seru kyai Salman.


Syifa pun membuka pintu kamarnya dan kyai Salman ikut masuk diikuti juga oleh sang istri yang juga langsung keluar kamar saat tahu anaknya sudah kembali.


" Beresin barang-Barang kamu kita pulang sekarang.' ucap kyai Salman tegas.


Syifa kaget mendengar ucapan Abi nya.


" Sudah cepat beresin barang-barang kamu."

__ADS_1


" Tapi bi, Syifa ada janji sama teman Syifa mau ke rumahnya di Bogor bi." ucap Syifa.


" Nggak ada Abi nggak izinin sekarang ikut Abi pulang. Abi tungguin kamu beres-beres." ucap kyai Salman tegas.


Syifa pun tak berkutik karena kyai Salman dengan sang istri sama sekali tidak meninggalkan kamar Syifa. Terpaksa Syifa membereskan pakaiannya.


" Aduh Abi ngapain sih diam di situ aja. Kan susah buat kabur, gimana coba gue bisa dapatin Gus Gibran kalau gini." gumam Syifa dalam hati.


" Sudah semua?." tanya kyai Salman.


" sudah." jawab Syifa lesu.


" Bawa kopernya kita langsung check out." ucap Abi.


Keluar dari kamar Syifa ternyata sang adik sudah menunggu dengan koper miliknya dan milik kedua orang tuanya. Kyai Salman dan keluarganya langsung turun check out dan langsung menuju bandara.


Malam harinya di pesantren Al hikmah sehabis shalat isya ustad Alif menemui Abi.


" Permisi ,Abi yai ( panggilan Gus Azam begitu di percaya memegang pesantren sepenuhnya)." ucap ustad Alif menghampiri Abi.


" Iya ustad Alif ada apa?."


" Saya ada perlu dengan Abi yai dan juga umi."


" Oh ya udah ayo kita bicarakan di rumah saja." ajak abi.


" Assalamualaikum., mari masuk ustad Alif duduk dulu. saya panggil istri saya dulu."


" Assalamualaikum umi."


" Walaikum salam Abi, tunggu sebentar tinggal umi pindahkan sayur ke wadah aja Abi." ucap umi.


" Makannya nanti aja umi, ada ustad Alif mau ada perlu dengan kita. "


" Ya udah umi bikinin minum dulu."


" Abi tunggu di depan ya umi."


" Iya Abi."


Abi pun kembali ke depan menemui ustad Alif.


" Silahkan di minum ustad Alif."


" Terima kasih umi."


" Sebenarnya ada apa ustad Alif ingin ketemu dengan kami, sepertinya penting "


Ustad Alif tegang luar biasa dia binggung mau mulai dari mana. Ustad Alif pun mencoba mengambil nafas dan buang perlahan.

__ADS_1


" Begini Abi yai dan juga umi kedatangan saya mungkin tidak sopan tapi sebelumnya saya minta maaf. Sudah berapa bulan yang lalu saya sering melakukan shalat istikharah dan selalu minta si berikan jodoh yang terbaik. Alhamdulillah saya sudah berapa kali di berikan jawaban lewat mimpi saya dan jawabannya selalu sama dengan perempuan yang sama. Awalnya saya ragu karena perbedaan status saya dengan perempuan tersebut. Dia di keluarga berkecukupan sedangkan saya harus menghidupi ibu dan juga kedua adik saya." ustad Alif berhenti sejenak.


Abi dan umi hanya mendengarkan dan memperhatikan ustad Alif.


" Abi yai dan umi mungkin menganggap saya kurang sopan tapi saya sudah memikirkan matang-matang. Abi yai dan umi saya nggak tau ini jatuhnya mengkhitbah atau Ta'aruf tapi yang pasti niat saya ingin melamar putri Abi yai dan umi yang bernama Hana Zafra Maulida." lanjut ustad Alif Lalu tertunduk setelah menyampaikan niatnya.


Abi dan umi sudah tahu niat dari ustad Alif Khayra dan ustad Gibran sudah memberitahukan mengenai itu.


" Terima kasih ustad Alif karena menaruh hati dengan putri saya. Tapi seperti yang ustad Alif tahu Zafra masih sekolah masih sekitar dua tahun lebih zafra lulus sekolah."


" Iya saya tahu, saya juga tidak mungkin menghalalkan zafra di saat dia masih menuntut ilmu cuma saya menyampaikan niat saya. Kalau Abi yai dan umi menerima saya akan tunggu zafra lulus dahulu."


" Baiklah saya hargai keberanian kamu, kalau kamu yakin dengan hati kamu memilih Zafra sebagai pendamping hidup kamu. Lusa ajak orang tua kamu untuk langsung meminta secara resmi ke saya. Mungkin tunangan terlebih dahulu agar ustad Alif tidak merasa takut kehilangan Zafra."


" Baik, Abi yai dan umi. terima kasih. kalau gitu saya pamit dulu." Ucap ustad Gibran dengan senyum mengembang.


" Nggak makan dulu ustad Alif." tanya Abi.


" Nggak usah Abi yai, saya makan di rumah saya kasihan ibu pasti sudah menyiapkan makanan untuk saya."


" Ya sudah kalau begitu. Lain kali makan di sini."


" Iya pak kyai kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Ustad Alif pun meninggalkan rumah Gus Azam dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Zahra yang dari tadi menguping pembicaraan langsung menghampiri umi dan Abi nya.


" Umi, Abi Zafra di lamar ustad Alif ya." tanya Zahra heboh.


" Kata siapa ?." tanya Abi curiga karena Abi tahu Zahra pasti menguping pembicaraan tadi.


" Zahra dengar loh tadi."


" Berarti kamu menguping pembicaraan orang dong." ujar Abi.


" Hehehe maaf Abi." Zahra hanya bisa nyengir karena salah.


Sedangkan Abi dan umi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Puri bungsunya.


" Ya sudah ayo kita makan malam dulu.'


ajak umi.


" Zahra panggil zafra suruh makan." ucap Abi menyuruh putri bungsunya untuk memanggil kembarannya.


********************"


Double up ya karena banyak yang minta Double up.

__ADS_1


Maaf ya kalau banyak tulisan yang typo semoga suku karya author.


jangan lupa komen dan vote ya.....


__ADS_2