
Sampai di rumah sakit ustad Gibran dan Khayra langsung menuju ruangan dimana putri bungsunya di rawat.
Ceklek...
" Assalamualaikum." ustad Gibran dan Khayra mengucap salam begitu membuka pintu ruang rawat Zafira.
" Walaikum salam." Bagas dan zafira langsung menoleh ke arah pintu.
" Mommmmy.." panggil manja Zafira sambil mengangkat kedua tangannya.
Bagas langsung mencium tangan kedua orang tua angkatnya sebelum kedua orang tua angkatnya menghampiri putrinya.
" Anak Mommy kenapa bisa sakit gini sih." khayra langsung memeluk putri bungsunya.
" Fira kangen Mommy." rengek Fira.
" Sama sayang Mommy juga kangen kamu."
" Princess cuma sama Mommy aja nih kangennya sama Deddy nggak." ujar ustad Gibran.
Zafira pun melepas pelukan Mommy nya dan langsung memeluk Deddy nya.
" Fira juga kangen Deddy juga." ucap Zafira manja.
" Gimana princess Deddy sudah lebih baik kan?." Tanya ustad Gibran yang masih memeluk putri bungsunya.
" Sudah enakan Deddy apalagi sudah ada Mommy sama Deddy di sini."
" Gimana gas kondisi Fira?." tanya Khayra ke Bagas.
Karena Zafira kalau sudah di peluk Deddy nya suka nggak mau lepas.
__ADS_1
" Besok sudah boleh pulang kok Mom." Jawab Bagas.
" Alhamdulillah kalau gitu, Terima kasih loh gas sudah jagain Fira."
" Sama-sama Mom Fira juga adik Bagas sudah seharusnya Bagas menjaganya." Ucap Bagas.
" Oh iya Mommy sama Deddy sampai jam berapa?." Tanya Bagas.
" Baru sampai dari bandara langsung ke sini mau nemuin princess Deddy dulu." Jawab ustad Gibran
" Mommy sama Deddy pulang aja dulu istirahat pasti capek, Fira juga sudah lebih baik lagi pula ada mas Bagas di sini dan sebentar mas Zafran ke sini." Ujar Zafira
" Iya Mommy Deddy lebih baik pulang dulu istirahat perjalanan kan cukup lama dan melelahkan." Timpal Bagas.
Belum juga Mommy dan Deddy mengiyakan untuk pamit pulang Ternyata Zafran datang .
" Assalamualaikum " Zafran membuka pintu ruang rawat adik kembarnya.
" Walaikum salam."
" Kenapa emang Mommy sama Deddy nggak boleh ke sini?." ujar Khayra pura-pura kesal.
" Ya Allah Mom gitu amat, Ya boleh lah apalagi kalau lama di sini Zafran justru senang banget bisa makan masakan Mommy." ucap Zafran.
" Gimana boys kuliah kamu?." Tanya Deddy nya.
" Alhamdulillah aman Ded ."
" mas Zafran kalau ada waktu senggang bantuin mas Bagas di perusahaan biar sekalian belajar." ujar ustad Gibran
" Sudah kok Ded tapi belum setiap hari karena Zafran lagi ngejar target biar lulus lebih cepat seperti mas Rayyan yang sekarang sudah S2 ."
__ADS_1
" Bagus jadi makin cepat Deddy bisa bersantai menikmati masa tua. iya sayang." Ucap ustad Gibran.
" ih Mommy mah masih muda masih mau berkarir." Seru Khayra menggoda suaminya.
" Astaga kamu bukannya membela suami di depan anak-anak malah menggoda suami."
" Sudah karena Zafran juga sudah di sini lebih baik kita pulang Ded, Mommy benar-benar lelah." ucap Khayra.
" Iya sayang Deddy juga mau tidur."
" Sayang Mommy sama Deddy pulang dulu ya, besok kami jenguk kamu lagi." ujar Khayra.
" Iya Mom, Mommy sama Deddy istirahat aja di sini sudah ada mas Bagas dan mas Zafran. Lagi pula Zafira juga sudah lebih baik."
" Baiklah Mommy sama Deddy pulang ya assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Ustad Gibran dan khayra pun pergi meninggalkan rumah sakit dan pulang menuju apartemen. Tapi sebelum ke apartemen Khayra membeli makan malam dulu untuk di makan di rumah.
Khayra juga membelikan makanan untuk pak Riki bawa pulang untuk anak dan istri.
Setelah menempuh perjalanan yang tak begitu jauh mereka pun sampai di apartemen yang di beli oleh ustad Gibran untuk anak-anaknya tempati selama tinggal di London.
Pak Riki pun langsung menurunkan koper dan membawanya masuk ke dalam apartemen di bantu oleh ustad Gibran karena mereka membawa empat koper dari Indonesia.
Begitu sampai di depan unit apartemen Khayra pun langsung menekan kode sandi pintu apartemennya. mereka pun masuk ke dalam , Pak Riki yang membawa koper mereka pun langsung pamit pulang setelah meletakkan koper di depan kamar yang Khayra dan ustad Gibran tempati selama menginap di sini.
ustad gibran memang sengaja membeli apartemen dua lantai khusus untuk keluarganya. Dan ustad Gibran juga membuat satu unit untuk para pekerja yang kebetulan mereka satu keluarga. Dan di letakan di lantai yang sama dengan unitnya. Dan pekerja tersebut adalah keluarga pak Riki yang tinggal di sana.
Ustad Gibran pun langsung membawa kopernya masuk ke dalam kamar. sedangkan Khayra memilih langsung ke dapur untuk membuatkan ustad Gibran kopi dan juga menyiapkan makan malam yang tadi di belinya.
__ADS_1