Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
200. drama zafira kembali


__ADS_3

Mereka keluar dari kamar setelah membujuk Zafira. Ternyata di luar sudah ada Dania dan Khalid.


" Eh...ada kak Dania ya kasihan tadi nggak ikut kita pelukan. Tadi adik, Mas Zafran dan mas Rayyan pelukan sama Mommy dan Deddy dong. Ya kasihan deh kak Dania." ledek Zafira.


" Dih curang nggak ngasih tahu Dania..." Ucap Dania pura-pura marah karena tahu adiknya itu cuma ngeledek aja.


" Hahaha...minta mas Khalid aja suruh peluk kak Dania."


" Tapi kan kak Dania juga mau pelukan rame-rame kaya biasanya."


" Nama kak Dania tuh sudah di coret dari pelukan bersama. Soalnya kak Dania udah ada yang meluk."


" Ya udah nggak apa-apa nanti kalau kakak ke rumah terus beli jajanan kakak nggak beliin kamu."


' Ihs ...kakak mah nggak bisa diajak becanda Fira kan cuma becanda. Mas Khalid istrinya nyebelin masa nggak mau beliin Fira jajanan lagi." ucap Zafira.


" Kenapa bawa-bawa suami kakak."


" Ya biarin aja kalau kakak nggak mau beli jajanan ke Fira ada mas Khalid yang pasti mau ngebeliin jajanan buat Fira."


" Pede banget kamu dek."


" Iya dong Fira kan Cantik."


" Percuma cantik tapi cengeng." celetuk Zafra.


Zafira langsung manyun.


Sebelum pulang khayra dan ustad Gibran bicara ke anak dan menantunya.


" Mas Rayyan baik-baik ya di sini. Kalau ada apa-apa bilang ke Mas Khalid sama kak Dania. "


" Iya Mom."

__ADS_1


" Oh iya Khalid nanti bantu Mommy jaga Rayyan ya. Kalau dia salah tegur aja bagaimanapun sekarang kamu adalah kakaknya." ucap Khayra


" Iya Mom."


" Oh iya lid, Kamu yakin cuma mau ngajar aja nggak mau bukan usaha gitu atau mau gabung ke perusahaan Deddy." tanya ustad Gibran.


" Kalau ke perusahaan nggak deh Ded soalnya Khalid lebih senang mengajar. Kalau buka usaha mungkin tapi nanti aja Ded." jawab Khalid.


" Kenapa nanti lid, bukannya di Kairo kamu buka car wash sama bengkel bareng kakak kamu." tanya Abi.


" Iya kek, Khalid juga nanti mau buka juga di sini tapi masih ngumpulin uangnya. Hehehe..."


" Gimana kalau Deddy kasih modalnya?." ucap ustad Gibran.


" Nggak usah Ded."


" Kenapa ?, Kamu itu menantu Deddy apa salahnya Deddy kasih modal toh nanti juga buat anak dan cucu Deddy." ucap ustad Gibran.


" Bukan gitu Ded, Tapi Khalid mau bikin usaha dengan uang Khalid sendiri. Jadi nantinya Khalid nggak akan lupa kalau Khalid bikin usaha ini dengan kerja keras."


" Benar tuh lid, terima tawaran Deddy kamu. sebentar lagi Dania harus kuliah belum lagi kalau Dania hamil. Setidaknya kamu Sudah punya usaha yang menjamin masa depan anak dan istri kamu. Bukan dengan mengajar nggak menjamin masa depan kalian.Cuma Mommy yakin kamu selalu mau ngasih yang terbaik buat Dania dan anak kalian kelak." kini Khayra yang berbicara


" Kamu pikirkan dulu aja." ucap ustad Gibran.


" Untuk tempat kebetulan kan Mommy sama Deddy memang sudah membelikan tanah untuk anak-anak kami. Kebetulan ada tanah dekat cafe dan rumah sakit sebenarnya punya Rayyan. Kalau punya Dania sendiri itu di dekat supermarket punya Mommy. Nanti bisa di tukar Rayyan jadi yang dekat supermarket."


" Karena menurut Mommy tempatnya strategis ada kampus, cafe , rumah sakit dan berapa perkantoran jadi kayanya jadi lokasi yang tepat." Ujar Khayra.


" Boleh Khalid diskusikan dulu ke Dania dan juga keluarga Khalid." tanya Khalid.


" Silahkan lid kita akan menunggu jawabannya.' ucap ustad Gibran.


" terima kasih Ded "

__ADS_1


" Ya sudah kita semua pulang dulu ya sudah malam. Assalamualaikum."


" walaikum salam."


Dalam perjalanan pulang lagi-lagi Zafira ngambek ingin ke mall.


" Dek bukannya Mommy nggak mau tapi ini sudah malam. Oma dan opa pasti sedang nungguin kita. Gimana kalau besok aja? kan kamu besok sekolah cuma sebentar dan Mommy yang antar kalian terus nungguin kalian gimana?." Bujuk Khayra.


" Tapi Fira maunya sekarang Mom." rengek Zafira.


" Dek kamu tuh berisik banget sih. Ini tuh udah malam sebentar lagi mall nya juga tutup." Ucap Zafran yang kesal dengan kembaran.


" Fira lagi ngomong sama Mommy bukan sama mas Zafran."


" Tapi aku dengar dek."


" Ya nggak usah di dengarkan gitu aja susah.'


" Gimana nggak dengar orang kamu ngomong di sebelah mas Zafran."


" Huh...ngeselin."


" Sudah-sudah kenapa jadi bertengkar sih? Princess kesayangan Daddy ke mall nya besok aja ya. Sekarang kita pulang dulu kasihan Oma dan opa." bujuk ustad Gibran.


" Tapi Ded."


" Besok kan kamu bakal puas tuh keliling mall. dari pada sekarang cuma sebentar."


" Ya udah deh besok aja." ucap Zafira pasrah.


Akhirnya setelah drama di Sepanjang perjalanan kami pun sampai rumah. Dan benar saja Oma dan opa masih menunggu kami pulang.


Itu adalah kebiasaan mereka akan menunggu anak dan cucunya pulang. Makanya kami akan selalu menelpon mereka kalau telat pulang. Karena takut mereka menunggu kami kelamaan.

__ADS_1


Setelah mencium tangan mereka, Mereka pun pamit untuk masuk ke kamar. Setelah mama dan papa masuk kamar, Khayra dan ustad Gibran menyuruh kedua anaknya untuk tidur. Begitu juga dengan mereka berdua juga memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar. Karena besok mereka sudah kembali beraktivitas.


__ADS_2