
" Memangnya salah kalau anak angkat mendapatkan fasilitas yang sama dengan anak kandungnya sendiri. Kan bukan anak angkatnya yang meminta tapi orang tua angkatnya lah yang memang memberikan fasilitas itu sendiri. Jadi jangan salahkan anak angkat nya dong." Bukan Khayra yang menjawab tapi Khalid yang menjawab karena dia cukup tersinggung dengan omongan ustadzah Susan.
" Kenapa jadi ustad Khalid Yang marah? saya nggak lagi ngomong dengan ustad Khalid." Tanya ustadzah Susan bingung.
" Karena ustad Khalid adalah menantu saya dan ustad Khalid menikah dengan anak angkat saya makanya dia marah dengan anda." Jawab Khayra tenang.
" Hah..." ustadzah Susan melongo mendengar jawaban Khayra.
" Ustad Khalid marah dengan anda karena dia tersinggung dengan perkataan anda. Karena menurut ustad Khalid istrinya tidak pernah meminta atau aji mumpung menikmati semua harta saya dan suami. Kalau pun saya dan suami memberikan anak angkat kami Fasilitas yang sama dengan anak kandung saya." khayra menatap sejenak ustadzah Susan yang sepertinya memang sedang memikirkan sesuatu.
" Ya karena bagi saya begitu saya mengangkat seorang anak berarti saya siap untuk mengangkat derajatnya dan saya siap memenuhi kebutuhannya."
" Termasuk menyekolahkannya, memberikan kasih sayang juga perhatian, dan termasuk memberikan mereka mobil dan juga fasilitas lainnya. Bukan saya sombong tapi karena memang saya mampu." ucap Khayra tenang sementara para ustad dan ustadzah sudah tegang
Ustadzah Susan diam dia sepertinya bingung untuk menjawab lagi.
Khayra pun akhirnya pamit dengan para ustad dan ustadzah disana.
Dan Khayra pun memilih untuk menunggu aji pulang sekolah dengan menemani Luna.
Tak lama ponsel Khayra ada notifikasi pesan masuk.
📩 Assalamualaikum Ning khayra ini ustadzah Jasmine.
__ADS_1
📩 Walaikum salam ustadzah Jasmine ada apa ya?
📩 Begini Ning saya boleh minta waktunya untuk bertemu saya mau membahas masalah kejadian kemarin. Tapi saya meminta ketemuan di luar jangan di pesantren.
📩 Boleh ustadzah bagaimana kalau besok menemui saya di restoran saya jam sebelas siang.
📩 baik ning besok saya ke sana.
Setelah membalas pesan ustadzah Jasmine ternyata Aji sudah pulang dari sekolah. Khayra pun menyuruh Aji, Bagas dan Luna untuk siap-siap.
Sementara Aji, Bagas dan Luna siap-siap Khayra pergi ke rumah Dania untuk pamit pulang.
" Assalamualaikum..."
" Walaikum salam." Ternyata semuanya sedang berkumpul di ruang tv.
Ternyata bukan hanya Khayra saja yang kaget dan juga bingung Khalid dan kedua orang tuanya juga bingung.
Akhirnya khayra membawa Dania untuk duduk di sofa gabung dengan Khalid dan kedua orang tuanya.
" Anak Mommy kenapa nangis begini sih? Kamu nggak mau sama Baby Sakha aja nggak nangis masa ummah nya nangis sih." Ucap Khayra lembut sambil mengelus kepala dania yang tertutup hijab.
" hiks...hiks.... Mom kenapa sih orang nggak suka sama anak angkat." Tanya Dania
__ADS_1
" Kata siapa? buktinya Khalid suka sama kamu." jawab Khayra.
" Mommy bukan itu maksud Dania, maksud dia kenapa orang berpikir anak angkat nggak perlu di kasih fasilitas mewah." ucap Dania.
" Maksudnya."
" Bang tadi pulang marah-marah, Abang bilang dia kesal dengan ustadzah Susan. Akhirnya Abang cerita semuanya."
Khayra yang tahu kesedihan Dania mencoba untuk menenangkan Dania. Dan meminta Dania untuk tidak memikirkan masalah yang terjadi.
Karena Khayra takut itu bisa mempengaruhi ASI Dania untuk Sakha. Dan Khayra nggak mau cucunya kekurangan ASI karena itu satu-satunya sumber makanan untuk cucunya.
" Sudah nggak usah di pikirkan dia seperti sirik dengan kalian yang di angkat anak oleh Mommy dan Deddy. Tapi Mommy yakin ustadzah Susan ada tujuan dengan ketidaksukaan dengan Luna dan kakak-kakaknya. Jadi kamu nggak usah di pikirkan."
" Batul nak itu hanya orang yang tidak suka dengan kalian di angkat anak oleh Mommy dan Deddy kamu. Karena walaupun kalian hanya anak angkat tapi Mommy dan Deddy kamu memperlakukan kalian seperti anak kandungnya sendiri." ucap Abi nya Khalid.
" Ya sudah Mommy kesini mau pamit pulang dulu mau jemput adik kamu sekalian mau bawa menginap Luna dan adik-adiknya. Jangan lagi memikirkan masalah yang tadi tugas kamu hanya mengurus baby Sakha dan juga suami kamu, kamu mengerti kan."
Dania mengangguk
Khayra pun pamit pulang
Sampai rumah Luna ternyata Aji, Bagas dan Luna sudah siap Khayra pun langsung mengajak mereka ke rumahnya.
__ADS_1
Mobil milik Khayra yang di kemudikan oleh supir pribadinya pun perlahan meninggalkan pesantren Al hikmah.
Aji memilih untuk duduk di depan bersama dengan supir. Sedangkan kayra dan Luna duduk di bangku tengah. Dan Bagas sendiri memilih di bangku belakang.