
habis Dzuhur pasangan pengantin baru sudah bersiap akan pergi berdua. mereka pun turun ke bawah ternyata semua sudah kumpul di ruang makan.
" kalian mau kemana rapi banget." tanya umi.
" mau ngajak Kai pergi umi." jawab ustad Gibran.
" oh ya udah kalian makan dulu sebelum pergi."
" nggak umi Kai sama mas Gibran mau makan di luar. nggak apa-apa kan." ucap Khayra.
' ya nggak apa-apa kalian pergi berdua sudah sah juga. ya udah kalian hati-hati di jalan."
khayra dan ustad Gibran pamit dengan semua yang ada di sana. setelah itu pasangan pengantin baru berjalan ke mobil ustad Gibran yang terparkir di depan rumah khayra. ustad gibran membuka pintu untuk khayra setelah khayra masuk dan duduk ustad Gibran menutup pintunya lalu jalan berputar ke pintu sebelahnya. setelah siap ustad Gibran pun melaju mobilnya meninggalkan halaman pesantren.
" sayang kita mau kemana?." tanya ustad gibran.
" ke mall aja gimana mas?."
" boleh. oh iya sayang mas lupa bilang ke kamu lusa mas harus ke bali karena ada kerjaan yang harus mas urus kamu ikut ya sekalian kita bulan madu lagian kan kamu juga libur sekolah." ucap ustad Gibran.
" boleh mas, berapa lama di Bali?."
" seminggu di Bali sayang."
" boleh berarti nanti pulang bilang ke umi sama Abi."
" iya sayang. mas juga rencananya mau ajak mereka ke sana?."
" serius mas."
" serius sayang."
" wah pasti zafra sama Zahra senang."
tak lama mobil pun sampai di parkiran mall. setelah parkir khayra dan ustad gibran masuk ke dalam mall.
" sayang kita mau kemana nih?." tanya ustad Gibran.
" kita nonton bioskop yuk mas."
" tapi kita makan dulu baru nonton."
__ADS_1
" ya mas nonton dulu kelar nonton baru kita makan."
" emang kamu nggak lapar."
" belum mas kan nanti kita nonton beli camilan juga."
" ya udah." ustad Gibran terus menggandeng tangan khayra sampai ke bioskop
" kamu tunggu di sini mas beli tiketnya dulu." ustad gibran menyuruh khayra duduk di kursi tunggu.
saat khayra menunggu ustad Gibran membeli tiket khayra mendengar segerombol yang sepertinya mahasiswi sedang duduk tidak jauh dari khayra membicarakan ustad Gibran.
" gila tuh cowok ganteng banget."
" iya, udah ganteng sayang banget sama adiknya sampai mau nemenin adiknya nonton, cowok idaman banget."
" iya betul tuh ajak kenalan yuk."
begitulah yang mereka bicarakan sebenarnya khayra sedikit kesal karena di anggap adik ustad Gibran oleh mereka. ingin rasanya bilang ke mereka kalau yang mereka bicarakan itu suaminya tapi itu nggak mungkin dia lakukan di tempat ramai.
" eh lihat itu dia ke sini, yuk kita kenalan." khayra makin panas mendengar itu.
" sayang ayo kita beli minuman sama camilan dulu." ajak ustad gibran.
" iya mas boleh kenalan ga? kita kagum lihat mas sayang banget sama adiknya mau nemenin nonton." ucap yang lainnya
" maaf dia bukan adik saya tapi istri saya." jawab ustad Gibran dingin sambil menunjukkan cincin di jarinya dan juga di jari khayra.
sontak mereka kaget dan juga malu karena ada beberapa orang yang ada di dekat dengan mereka ikut memperhatikan.
" maaf mas, mbak kami nggak tahu permisi." para perempuan tersebut pergi meninggalkan bioskop.
dan khayra sangat bahagia karena melihat sikap suaminya yang dengan bangga memperkenalkan khayra sebagai istrinya.
" sayang kenapa bengong, ayo kita beli camilan dulu filmnya dikit lagi mau mulai." ucap ustad Gibran menggandeng tangan khayra.
setelah membeli minuman dan juga camilan kami pun masuk ke dalam bioskop. dua jam kami menonton film dan kami pun keluar bioskop menuju restoran Jepang yang ada di sana. hari ini khayra sangat bahagia karena ustad Gibran sangat memanjakan dia. ustad Gibran mengikuti semua keinginan khayra seharian ini.
" benar udah nggak ada yang mau di beli gitu." tanya ustad Gibran saat kami keluar mall menuju parkiran.
" nggak mas, kan kita lagi kencan bukan shopping lagi pula Kai cuma beli untuk keperluan kita nanti di Bali nanti." Jawa khayra
__ADS_1
sebelum pulang mereka mampir dulu ke tempat pecel lele untuk makan malam dan juga mereka membeli martabak pesanan si kembar adiknya. pukul delapan malam kami pun sampai rumah.
setelah bersih-bersih khayra dan ustad Gibran ikut bergabung dengan yang lainnya di ruang tv sambil menikmati martabak yang mereka bawa.
" oh iya Abi, umi lusa gibran ada kerjaan di Bali jadi Gibran mau ajak Kai juga yang lainnya ikut ke Bali."
" aduh maaf nak, kami bukannya mau nolak ajakan kamu. tapi maaf nak tadi siang kami dapat kabar istri dari sahabat Abi dan om Bayu meninggal dunia karena kecelakaan dan jenazahnya di bawa pulang ke Indonesia tepatnya ke Yogya. jadi kami mau takziah ke sana dan besok siang kami akan berangkat ke Yogyakarta habis Dzuhur." ucap Abi.
" innalilahi wa inna ilaihi Raji'un." ucap Khayra dan ustad Gibran bersamaan
" ya udah nggak apa-apa kok bi masih ada lain waktu kita pergi bersama. oh iya Abi naik apa ke sana."
" kebetulan om Zidan juga mau ikut jadi kami menyewa bis untuk besok."
" Kai gimana kalau kita juga berangkat besok juga?." tanya ustad Gibran.
" boleh mas toh semua pada pergi."
" ya udah mas cari tiket dulu."
" bi memang siapa yang meninggal." tanya Khayra.
" Abi belum bilang ya, kalau Tante Ika istrinya om Rama yang meninggal."
" innalilahi wa inna ilaihi Raji'un, ya Allah bi nanti titip salam buat om Rama juga keluarganya ya bi." ucap Khayra sedih karena khayra cukup mengenal om Rama dan juga keluarganya.
" Kai mas dapat tiket cuma pesawat nya sore adanya. jadi nanti pas umi dan Abi berangkat ke Yogyakarta kita juga berangkat ke rumah mama dan papa dulu baru kita ke bandara." terang ustad Gibran.
" gimana mas aja, yang penting bareng mas." jawab khayra.
" udah karena martabatnya sudah habis dan juga sudah malam sebaiknya kita packing buat besok terus istirahat." ujar umi.
" zafra, Zahra pakaian kalian taruh satu koper aja."
" iya umi."
setelah itu kami pun kembali ke kamar masing-masing. begitu juga khayra dan ustad Gibran masuk ke kamar dan khayra pun langsung memasukkan pakaian dan keperluan yang lainnya ke dalam koper.
" sayang jangan lupa masukkan stelan jas mas tiga setel aja. kamu juga jangan lupa bawa gaun takut kita dapat undangan makan malam."
" iya mas ada lagi nggak mas."
__ADS_1
selesai memasukkan barang-barang yang akan di bawa ke Bali ke dalam koper. khayra pun bergegas naik ke tempat tidur karena dia sudah ngantuk dan juga lelah karena habis jalan-jalan ke mall. tapi semua itu hanya angan-angan karena sang suami meminta haknya. jadilah mereka berolahraga panas sampai jam dua malam. entah berapa kali mereka melakukan yang jelas khayra merasakan badannya makin remuk meladeni hasrat suaminya.