
Sedangkan di rumah mas Iqbal sedang di interograsi oleh keluarga dan mama mertua Khayra.
" Mama sih sebagai tantenya Michiko cuma mau bilang kalau kamu memang serius sama Michiko segera di halalin. Karena orang tua Michiko sendiri sejujurnya lebih suka pria yang meminta langsung kepada orang tuanya." jelas mama mertua Khayra.
" tuh mas denger Abi juga sependapat kalau kamu memang serius sama Michiko kamu temui orang tuanya. Kalau mereka menerima kamu kita langsung berangkat ke Jepang melamar Michiko secara resmi."
" Tapi Iqbal belum kerja bi, Michi juga masih kuliah."
" Tapi kamu kan punya penghasilan dari usaha yang kamu rintis sama adik kamu."
" Bal kalau niat baik di segerakan, soal rezeki insyaallah akan ada jalannya." ucap kakek.
" Bal keluarga mama bukan keluarga yang harus memiliki materi yang berlimpah untuk calon mantunya. Tapi kami lebih memilih akhlak dan sopan santun. Karena mama yakin kamu bisa jadi imam yang baik untuk keponakan mama. percaya deh sama mama."
" Ya sudah nanti pas kembali ke Jepang Iqbal bakal menemui orang tua Michiko. Tapi Iqbal juga bakal shalat istikharah untuk memantapkan hati Iqbal."
" Bagus nak itu baru anak Abi."
Kini tiba saatnya hari yang di tunggu oleh ustad Alif dan Zafra. Tepat pukul sepuluh nanti ustad Alif akan mengucap ijab qobul. Walaupun hanya akad nikah saja dan hanya mengundang keluarga, saudara,tetangga dekat, dan teman dekat saja. tapi umi dan Abi menyiapkan catering yang lumayan banyak karena sekalian agar para santri juga bisa menikmati hidangannya.
Saat ini Zafra sedang dihias oleh perias pengantin. Zahra yang dari tadi menemani kembarannya sangat bahagia. Karena zafra sudah menemukan pendamping hidupnya.
" Ning Zahra kapan nih nyusulnya." tanya perias pengantin.
" Saya mah masih ingin ngejar cita-cita saya. Jadi masih belum kepikiran buat nikah." ucap Zahra cuek.
" Padahal kalau nikahan barengan seru tahu Ning."
" hahaha.. si ibu bisa aja. Saya sih nggak mau nanti amplop kondangannya di bagi dua."
" Ning Zahra ada-ada aja."
" Iya lah Bu, saya kan nggak mau rugi."
" Maklum Bu, walaupun kita kembar tapi kita beda. Saya lahir dari rahim kalau dia dilepeh..hahaha." ledek Zafra.
" Enak aja... Cantik begini masa lahirnya di lepeh."
__ADS_1
perias pengantin hanya tersenyum melihat kedekatan si kembar. Karena perias pengantin yakin itu cara mereka menutupi kesedihan mereka.
Pukul sepuluh rombongan ustad Alif sampai di masjid pesantren. Rombongan ustad Alif di sambut oleh umi dan Abi.
" Ra, ayo bawa zafra ke tempat akad, rombongan ustad Alif sudah datang." ucap Khayra yang menghampiri adiknya.
" Kak, Zafra gugup." ucap Zafra.
" Tarik napas terus hembuskan perlahan."
Zafra pun mengikuti Saran kakaknya.
" Sudah, masih gugup."
" Sedikit kak."
" Ini nggak seberapa dek nanti malam pas malam pertama lebih gugup lagi."
" kakak." ucap Zafra kesal.
" Hahaha..." Khayra tertawa melihat tingkah adiknya.
" Sudah ayo, lebih cepat ustad Alif mengucapkan ijab qobul lebih cepat juga ustad Alif bisa unboxing."
Khayra pun langsung dapat pukulan dari sang adik.
" Kak, kakak mah nggak Hargi Zahra yang jomblo ini."
" Ya kalau mau tinggal bilang ke Abi, kayanya ada deh ustad yang masih single."
" Nggak ya kak, cukup kakak sama Zafra yang udah kaya judul novel. Jodohku ustad pesantren kakek."
" Lihat aja, fra kalau nanti ternyata dia jodoh sama ustad pesantren sini. Kita bully dia habis-habisan."
" Setuju kak. Aku doain dia yang ngejar-ngejar ustad nya kak minta dihalalin."
" Astaghfirullahaladzim doa nya, memang kakak dan kembaran durjana "
__ADS_1
Tak Terasa mereka pun sudah sampai di masjid pesantren. Akibatnya obrolan unfaedah mengurangi kegugupan Zafra.
Zafra pun di bawa kesebuah ruangan yang ada di masjid. Nanti setelah ustad Alif mengucap ijab qobul baru lah Zafra di pertemukan dengan ustad Alif.
" Kak Memang sakit ya." tanya Zafra malu.
" Maksudnya?."
" Itu kak pertama kali perhubungan."
" Sakit di awal tapi setelah itu nggak kok. lagi pula besar pahalanya loh menyenangkan suami."
" Kakak berapa kali ngelakuin sama bang Gibran sampai kakak di nyatakan positif hamil."
pertanyaan Zafra sontak membuat Khayra membulatkan matanya. Khayra nggak nyangka kalau adiknya bisa menanyakan hal tersebut.
" Memang kenapa kamu nanyain hal kaya gitu."
" Zafra takut hamil sebelum lulus sekolah kak. Tapi kalau Zafra nggak melakukan kewajiban Zafra sebagai istri Zafra bakal dosa besar."
" Kakak nggak ngitungin tuh, Tapi kalau kamu mau nggak cepat hamil minta ustad Alif ngeluarin nya di luar jangan di dalam. Tapi kakak sih nggak yakin bakal ingat."
" Nanti kamu bicarakan dengan ustad Alif lagi. Diskusikan ke ustad Alif kamu mau lulus sekolah dulu baru program hamil. kakak rasa ustad Alif bakal ngerti. Kalau kakak dulu memang nggak menunda untuk hamil."
Tak lama terdengar kata sah
Khayra Langsung memeluk sang adik mengucapkan selamat padanya. Tak lama Zafra pun di tuntun oleh Khayra dan Zahra ke dalam masjid.
Ustad Alif terpanah melihat kecantikan Zafra. Zafra pun di tuntun mendekat ke ustad Alif.
" Biasa aja lihatnya adik ipar. Nanti bisa puas-puasin mandangin istrinya." bisik Khayra.
Ustad Alif pun salah tingkah karena terpesona memandang Zafra yang kini sudah sah menjadi istrinya.
selanjutnya mereka pun saling memasangkan cincin. Zafra memasangkan cincin di jari ustad Alif lalu Zafra mencium tangan ustad Alif. Setelah itu giliran ustad Alif yang memasangkan cincin di jari manis Zafra. Setelah itu ustad Alif mencium kening Zafra.
Acara di lanjut dengan sungkem kepada kedua orang tua. Setelah itu baru yang lainnya memberikan ucapan selamat kepada pengantin.
__ADS_1