
Rayyan yang sudah lama tak bertemu nenek dan kakeknya. Selama perjalanan dari bandara sampai rumah Rayyan nempel terus ke neneknya. Bahkan begitu turun dari mobil Rayyan minta gendong sama neneknya.
" Assalamualaikum akhirnya sampai juga." Ucap mama menyambut kedatangan keluarga Khayra bersama papa.
" walaikum salam."
" Aduh mbak akhirnya bisa main juga ke Jepang." Ucap umi sambil memeluk besannya.
" Ayo masuk, Istirahat dulu."
" Saya mau ketemu sama Kai nya mbak."
" Oh boleh, Negokin Kai baru istirahat sambil menunggu makan malam." ucap mama.
Mama dan ustad Gibran mengajak keluarga Khayra untuk ke kamarnya menemui Khayra.
ceklek...
" Assalamualaikum."
Mendengar suara pintu terbuka sontak Khayra pun langsung menoleh. Dan Wajah bahagia Khayra melihat keluarganya datang.
" Walaikum salam.Umi, Abi."
" Apa kabar sayang?." Tanya umi
" Alhamdulillah baik umi."
" Syukurlah, selamat ya sudah nambah buah hatinya."
" makasih umi."
" Selamat ya nak, Abi doain semoga anak-anak kamu jadi anak yang Soleh dan Soleha." ucap Abi sambil memeluk Khayra.
" makasih Abi."
" Selamat kak atas kelahiran baby kembarnya." ucap Zafra
" Terimakasih Fra, semoga capat nyusul "
" Nunggu zafra lulus dulu." bukan Zafra yang menjawab tapi Ustad Alif yang menjawab.
" Nggak apa-apa Lif, dikit lagi lulus ini "
" Bukannya nolak rezeki kak tapi Alif cuma kasihan kalau Zafra hamil masih sekolah, Apalagi kan kata orang semester awal itu bakal muntah-muntah dan mual gitu. Jadi kasihan aja "
" Ya udah terserah aja mana yang terbaik buat kalian."
" Kakakku tersayang yang sekarang sudah jadi emak tiga anak, selamat ya " ucap Zahra memeluk kakaknya.
" Maaf anda siapa ya? Saya tidak mengenal anda." Ledek Khayra.
" Astaghfirullahaladzim, nggak laki nggak bini kompak sekali anda mendzolimi saya." ucap Zahra ngambek.
Dan itu yang membuat kami tertawa.
" Kak selamat ya, salam dari mama sama papa." ucap Nadifa.
" makasih ya fa."
__ADS_1
Semuanya akhirnya tidak ada yang istirahat malah mereka asik mengobrol sambil bermain dengan si kembar dan juga Rayyan.
Saat sedang makan malam tiba-tiba Michiko datang ke rumah.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam." Jawab mereka semua dan langsung menengok ke arah Michiko
" Umi apa kabar? Abi juga apa kabar?." tanya Michiko sambil mencium tangan kedua orang tua Khayra.
" Alhamdulillah baik, Kamu dari mana Michi." Tanya umi.
" Dari rumah umi."
" Hallo kak Michi." sapa Zafra, Zahra dan Nadifa bersamaan.
" Hallo juga."
" Kak Michi Rumahnya dekat sini juga." Tanya Zahra.
" Iya Cuma beda berapa gang aja kok."
" Deket toh, oh iya kak Michi kok tahu kita datang." Tanya Zahra lagi.
" Iya mas Iqbal bilang, Kai juga bilang sih." ucap Michiko cengengesan.
" Kamu udah makan malam Michi." Tanya mama
" Udah Tan, Aku kesini cuma mau antari cookies ini dari mami buat Kai, ."
" Oh kamu langsung naik aja Michi ke kamar." ucap ustad Gibran.
Michiko pun langsung menuju kamar Khayra untuk menemui Khayra.
Tok...tok ..tok...
Ceklek
" Kai ganggu gak." tanya Michiko yang tiba-tiba kepalanya nonggol di sela pintu.
" Astaghfirullahaladzim Michi ngapain sih nonggol kaya gitu masuk aja."
" hehehe takut ganggu."
" Hai mas Rayyan belum bobok." Sapa Michiko ke Rayyan yang sedang nyusu botol.
" Lom, dek Lom bobok."
" Kai aku bawain Cookies dari mami."
" Makasih bilang ke mami ya."
" Sip, Aku balik dulu ya. Nggak lama-lama soalnya Aku mau ke tempat teman dulu."
" Oh ya udah hati-hati."
" Dadah mas Rayyan "
" Dah.." ucap Rayyan sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Saat turun kebawah ternyata mereka sudah selesai makan malam dan saat ini sedang duduk di ruang keluarga.
" Sudah Chi." Tanya mama.
" Udah Tan, Semuanya Michi pamit dulu ya."
" Mau kemana kamu buru-buru." Tanya ustad Gibran.
" Mau ke rumah teman sebentar ada keperluan."
" Oh ya udah hati-hati."
" Sip, Zahra, Nadifa Lusa aku ajak jalan-jalan di Jepang."
" Kok Zahra sama Nadifa aja, aku nggak di ajak." protes Zafra.
" Kalau mau ikut silahkan. Aku cuma takut kalian mau berduaan aja gitu."
" Nggak kita ikut kak Michiko aja "
" Sip kalau gitu. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Hari kedua keluarga Khayra berada di Jepang, Khayra sangat senang. Apalagi dirinya bisa bersantai Hanya perlu menyusui Baby kembarnya saja. Karena semua sudah di pegang sama mama dan uminya. Sedangkan Rayyan bermain dengan opa dan kakeknya.
Ustad Gibran sudah kembali bekerja dan dia mengajak Ustad Alif untuk ke perusahaannya. Kebetulan Hari ini tidak ada meeting jadi ustad Gibran nggak begitu sibuk. Ustad Gibran juga ingin mengajarkan iparnya untuk paham bisnis. Karena pada akhirnya Khayra akan menyerahkan supermarket yang dia miliki ke Ustad Alif.
Hari ketiga Michiko benar-benar mengajak calon adik iparnya jalan-jalan. Hanya para wanita saja karena ustad Alif lebih memilih ikut ustad Gibran ke perusahaan.
Keempat wanita itu benar-benar menghabiskan harinya berkeliling kota Tokyo. Zafra, Zahra dan Nadifa yang baru pertama kali ke Jepang sangat antusias. Mereka jalan-jalan ke tempat wisata yang terkenal di Tokyo. Berburu kuliner halal yang ada di sana juga tak ketinggalan mereka berbelanja bermacam barang.
Saking senang dan antusias mereka nggak sadar kalau sudah pukul sebelas malam. Itu juga setelah ustad Alif menelpon Zafra dan ngomel-ngomel karena belum pulang-pulang. Zafra yang takut ustad Alif marah langsung mengajak yang lainnya untuk pulang.
Sampai rumah mereka langsung masuk ke kamar masing-masing. Begitu juga Zafra dia masuk ke kamar dan mendapati ustad Alif sedang duduk di sofa sambil memangku laptopnya.
" Assalamualaikum, hehehe maaf telat pulangnya." Ucap Zafra sambil garuk-garuk kepala padahal tertutup hijab
" Walaikum salam, Kamu itu kalau sudah pergi pasti nggak ingat waktu.. Udah sana mandi terus tidur."
Zafra pun mengikuti perintah suaminya untuk mandi. Begitu Zafra masuk kamar mandi Ustad Alif pun menyudahi pekerjaannya. Ustad Alif pun menaruh laptopnya di meja dan beranjak naik ke ranjang.
Zafra yang keluar kamar mandi dan mendapati ustad Alif yang sudah tertidur miring memunggungi Zafra. Zafra yang biasa tidur di peluk oleh ustad Alif agak kesal karena ustad Alif cuek.
" Kak."
" Hem."
" Kakak Alif, kenapa menghadap ke sana sih."
" pengen aja."
" Tapi zafra nggak bisa tidur kalau nggak di peluk." ucap Zafra manja.
" Kak." Ucap Zafra lagi karena nggak ada respon dari ustad Alif.
" Hem."
" Kok Hem aja sih, Zafra pengen di peluk."
__ADS_1
Ustad Alif yang nggak tega mendiami Zafra akhirnya berbaik dan memeluk Zafra.