
Seperti biasa Khayra akan ke rumah sakit pagi ini dia akan membawakan sarapan untuk anak dan menantunya.
Ceklek
" Assalamualaikum cucu Mima." Salam Khayra begitu masuk.
" Walaikum salam." Khalid dan Dania pun mencium tangan Khayra.
" Kalian berdua sarapan dulu biar Sakha Mommy yang gendong." Ucap Khayra yang langsung mengendong cucu kesayangannya itu.
" Oh iya Mom Dania sama baby Sakha sudah boleh pulang hari ini." kata Khalid.
" Oh ya, Bagus dong."
" Tapi nanti kita pulang kemana Mom?." Tanya Khalid.
" Pulang kemana?." Tanya Khayra heran.
" Iya pulang ke rumah Mommy atau pulang ke rumah kita."
" Astaghfirullahaladzim Khalid, Kalian kan sudah punya rumah sendiri baiknya ya pulang ke rumah kalian lah. Kalian nggak usah takut nanti Mommy bakal setiap hari bantu urus baby Sakha. Mommy sama Deddy cuma minta setiap weekend aja kalian nginap di rumah. Lagi pula orang tua kamu akan datang hari ini kan."
" Iya Mom."
" Sudah minta bibi nyiapin kamar untuk orang tua kamu lid." Tanya Khayra.
" Sudah Mom Khalid sudah bilang ke bibi, Khalid juga bilang kalau hari ini Dania sama baby Sakha sudah boleh pulang. Tapi Khalid masih bingung nanti pulang kemana?."
" Ya udah habis makan kamu beresin barang yang akan di bawa pulang."
" Iya Mom."
Tak lama umi nya Khayra datang ke ruang rawat sang cucu. Dan Gantian mengendong baby Sakha, Cicit pertama umi.
" Tadi dokter sudah periksa belum nak." tanya umi.
" Belum nek,"
" Nenek tadi sudah bilang ke dokter Rindi untuk periksa kamu pagi supaya pulangnya nggak kelewat siang." ucap umi.
Ceklek
" Assalamualaikum, Selamat pagi." Dokter Rindi masuk bersama suster.
" Walaikum salam."
" Baru saja saya nanyain dokter Rindi sudah visit belum."
__ADS_1
" Wah kayanya memang sudah nggak sabaran untuk pulang ya."
" Iya dok, aku pingin tidur di rumah aja." Ucap Khayra menirukan suara anak kecil.
" Hahaha baiklah dokter periksa mamanya dulu ya terus bisa pulang deh."
Dokter Rindi pun memeriksa Dania, Setelah itu Dania pun di izinkan untuk pulang.
" Lid, Mommy sudah telpon supir untuk menunggu di lobby. Sekarang kamu bawa barang-barang dulu ke mobil." kata Khayra.
" Iya Mom." Khalid pun langsung membawa barang-barang ke mobil.
Sepeninggalan Khalid baby Sakha di gendong oleh nenek buyutnya. Sedangkan Khayra membantu putrinya berganti baju.
Setelah Dania sudah rapi, umi pun memberikan lagi baby Sakha ke Khayra.
" Nih nak gendong cucu kamu, soalnya sudah waktunya umi periksa pasien."
" Ya udah sini." Khayra pun mengambil baby Sakha dari gendongan nenek buyut nya.
" Udah ya nenek tinggal ya Dania."
' Iya nek."
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Tak lama Khalid Sudah kembali dengan membawa kursi roda.
" Sudah semuanya kan lid."
" Sudah Mom."
" Ya sudah kita pulang." Ajak Khayra.
" Tapi Mom resep obatnya kan belum di tebus.'
" Sudah di urus sama suster dan dia sudah nunggu di Lobby."
Akhirnya mereka pun meninggalkan ruangan rawat yang selama tiga hari ini Dania tempati.
Sepanjang perjalanan menuju lobby rumah sakit semua orang memandang mereka. Bagaimana tidak memandang mereka? Sebab mereka sangat ingin melihat penerus keluarga Al Fatir dan juga keluarga Ibrahim.
Begitu sampai lobby sudah menunggu suster yang di minta tolong untuk mengambilkan obat untuk Dania.
Setelah itu mereka pun masuk mobil dan meninggalkan rumah Sakit. Selama perjalanan baby Sakha sangat anteng dan tertidur.
__ADS_1
Sampai di rumah ternyata sudah ada ustad Gibran yang sedang menunggu.
Ustad Gibran pun langsung mengambil baby Sakha dalam gendongan sang istri. Setelah itu ustad Gibran pun membawa masuk baby Sakha.
Karena baby Sakha diambil oleh suaminya akhirnya khayra pun membantu Dania untuk turun dari mobil dan menuntun masuk ke dalam rumah.
" Neng Dania selamat ya sudah jadi seorang ibu."
" Makasih ya bi."
" Baby nya lucu. Oh iya neng Dania mau minum apa?" tanya bibi.
" Boleh minta jus alpukat nggak bi."
" Iya neng bibi bikinin dulu ya." Jawab bibi. " Kalau nyonya mau minum apa?."
" Nggak usah bi, biar nanti saya ambil sendiri sekalian bikin kopi untuk suami saya."
" Ya udah bibi pamit ke belakang dulu."
Bibi pun kembali ke dapur.
Khalid pun mengajak Dania untuk beristirahat di kamarnya. Sedangkan baby Sakha masih anteng di gendongan opa nya.
****
Orang tua Khalid datang menjelang Ashar. Khayra dan ustad Gibran pun langsung menyambut besannya.
" Akhirnya sampai ya?." Ucap Khayra
" Iya udah nggak sabaran pengen lihat cucu." kata uminya Khalid.
" Lagi di susui sama Dania. Lebih baik istirahat dulu pasti capek kan perjalanan jauh."
" Rasanya nggak akan pernah capek deh kalau untuk cucu."
" Iya ya Tan, Aku hampir setiap hari seharian di rumah sakit. Saking nggak puasnya main sama cucu." Khayra masih memanggil om dan Tante ke orang tua Khalid karena kebiasaan.
" Ya sudah lebih baik kita shalat ashar dulu Tan."
" Iya sudah adzan. Kita mau shalat di masjid atau di sini " Tanya umi nya Khalid.
" Di sini aja Tan, Takut Dania perlu sesuatu."
" Ya udah Tante ke kamar dulu mau bersih-bersih." Umi nya Khalid pun pamit untuk masuk ke dalam kamar yang sudah di beritahukan oleh Khalid.
Selesai shalat Khayra mengajak besannya untuk bertemu dengan baby Sakha dan juga dania.
__ADS_1