Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
45. ulet bulu.


__ADS_3

kini khayra, ustad Gibran dan kak Hilman sedang menikmati sarapan yang di masakin oleh Bu Sani.


" assalamualaikum." masuk sosok perempuan berhijab ke dalam villa.


" walaikum salam."


" masuk Runi ayo gabung sarapan."


" nggak usah kak aku sudah sarapan. ini pasti khayra ya."


" iya aku khayra. salam kenal " ucap Khayra sambil menjabat tangan wanita tersebut.


" aku seruni bisa di panggil Runi aku anak dari penjaga villa utama."


" sayang keluarganya Runi menjaga villa yang satunya lagi ibunya Runi kakaknya Bu Sani. Runi ini yang pegang kantor cabang Bali bersama Made anaknya Bu Sani." jelas ustad Gibran.


" iya saya dan Made di sekolahkan sampai perguruan tinggi oleh orang tua kak Gibran. dan saat ini aku dan Made mengabdi di perusahaan keluarga kak Gibran."


khayra hanya mengangguk saja, khayra juga sepertinya cocok dengan Runi. setelah sarapan mereka pun memutuskan untuk langsung berangkat menuju tempat pertemuan. khayra duduk di kursi tengah bersama Runi. sedang di depan ustad Gibran dan juga kak Hilman yang duduk di bangku pengemudi.


" Kai nggak apa-apa manggil Runi aja. rasanya Kai nggak sopan sama yang lebih tua."


" nggak apa-apa Kai."


" dasar ingat umur Runi masih pengen di bilang muda aja." celetuk kak Hilman.


" ya udah terserah Kai mau panggil apa kakak, mbak atau sister. asal jangan panggil Tante."


" Kai yang terakhir kayanya cocok tuh." timpal kak Gibran lagi.


" ih.. yang depan Nyamber aja deh kaya petasan."


semua yang ada di mobil tertawa.


" Kai panggil mbak Runi aja ya."


" boleh Kai."


sejam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. mbak Runi membawa kami semua ke tempat mereka bertemu. karena kliennya belum datang jadi kami memesan minuman dulu. ustad Gibran juga memesan kentang goreng untuk khayra agar dia tidak bosan.


tak lama datang seorang wanita yang memakai dress cukup ketat datang dengan dua orang pria.


" maaf pak Gibran saya telat." ucap wanita itu


" nggak apa-apa silahkan duduk Bu Anita."


" makasih pak Gibran." ucapnya dengan suara di buat sok manja.


" Bu Anita dan yang lainnya mau pesan apa?." tanya mbak Runi.


" apa aja."


mbak Runi pun memesankan minuman untuk Bu Anita dan bawahnya. setelah itu mereka memulai membicarakan kerjasamanya. khayra yang di sana terus saja memperhatikan wanita itu yang berusaha mencari perhatian terhadap suaminya.

__ADS_1


wanita yang bernama Anita itu kesal karena terus di tatap oleh khayra.


" duh siapa sih anak kecil itu kok ngelihatin gue sampai kaya gitu. tapi dia diam saja nggak ikut membahas projects ini. apa dia adiknya pak Gibran ya? kalau benar adiknya kesempatan bagus buat dapatin kakaknya." gumam Bu Anita dalam hati.


selesai meeting mereka lanjut untuk meninjau tempat yang akan di bangun resort. untuk ke lokasi tersebut kali ini ustad Gibran yang akan mengemudi. wanita itu melihat bahwa ustad Gibran yang akan mengemudi dia mulai melancarkan aksinya.


" maaf pak Gibran saya bisa ikut mobil bapak biar selama di jalan kita bisa bahas projects ini." ucap wanita tersebut tanpa mendapatkan persetujuan dia langsung saja membuka pintu mobil samping pengemudi.


ustad Gibran yang memang sudah duduk di kursi pengemudi dia akan meminta Runi yang menyetir kalau Bu Anita itu duduk di sampingnya. begitu juga mbak Runi dan kak Hilman sudah siap-siap mencegah Bu Anita.


sedangkan khayra yang melihat itu dia langsung bergegas menghampiri Bu Anita yang sudah mau duduk di bangku depan.


" maaf Tante saya yang duduk di sana kalau Tante mau ikut kita bisa duduk di belakang sama mbak Runi." ucap Khayra santai.


' maaf ya dek, adik bisa duduk di belakang dulu soalnya saya mau membahas kerjaan dengan kakak kamu."


khayra tidak kehabisan akal. " maaf Tante aku nggak bisa duduk di bangku belakang kalau aku duduk di bangku belakang aku suka pusing dan mual. Tante nggak mau kan di tengah jalan aku muntah di mobil."


wanita itu berusaha untuk tidak mau ngalah sama khayra begitu khayra.


" mbak Runi aku kan nggak bisa duduk di belakang kan." tanya Khayra ke mbak Runi.


" iya Bu Anita maaf kalau Bu Anita mau ikut kami bisa duduk di belakang dengan saya." ucap mbak Runi.


dengan berat hati Bu Anita pun turun dari mobil


" maaf saya naik mobil saya aja." ucapnya pergi meninggalkan mobil kami.


kami pun masuk ke dalam mobil aku duduk di depan sedangkan kak Hilman dan mbak Runi duduk di belakang. saat semua masuk ke dalam mobil kak Hilman dan mbak Runi tertawa terbahak-bahak.


" keren Kai bisa aja kamu. Pepet terus Kai jangan sampai ada yang Deket." timpal mbak Runi


ustad Gibran hanya geleng-geleng kepala melihat kak Hilman dan mbak Runi.


" kenapa senang di tempelin ulet bulu." ucap Khayra yang melihat ustad Gibran geleng-geleng kepala.


" siapa yang senang sayang."


" kenapa tadi diam aja."


" baru mas mau bilang eh kamu sudah ngomong duluan."


" iya kalau Kai nggak begitu pasti si ulet bulu sudah kesenangan duduk di samping anda "


" hati-hati gib, jangan sampai nanti malam nggak dapat jatah dan lebih parah di suruh tidur di luar." bisik kak hilman yang duduk tepat di belakang ustad gibran.


" berisik."


kak Hilman dan mbak Runi mereka tertawa tertahan karena kalau tahu mereka masih tertawa ustad Gibran akan marah. tapi mereka saat ini senang melihat ustad Gibran ketakutan khayra marah. dia berusaha membujuk khayra.


" sayang sudah dong jangan cemberut." tapi khayra tak menggubris ustad Gibran.


" yang jangan marah makanya mas tuh ngajakin kamu biar yang kata kamu si ulet bulu nggak dekat-dekat mas. mas tuh risih tahu."

__ADS_1


" oke Kai maafin tapi awas kasih celah ke si ulet bulu deketin kamu. tidur di luar selama satu bulan."


" yang kamu tega banget sih yang."


" udah nggak usah ngerengkek kaya gitu nggak pantes. gunung es kok ngambek."


akhirnya mereka pun sampai di lokasi khayra yang tak begitu mengerti hanya mengikuti mereka sambil mengawasi si ulet bulu.


khayra melihat si ulet bulu berusaha untuk berjalan di samping ustad Gibran. saat sudah berada di samping ustad Gibran si ulet bulu tiba-tiba jatuh.


" awww... pak Gibran maaf bisa bantu saya seperti kaki saya terkilir."


khayra yang dari tadi memang mengawasi si ulet bulu dan dia tahu kalau itu akal-akalan si ulet bulu aja. khayra yang melihat ustad Gibran bergerak akan membantu. Khayra yang melihat itu langsung mencubit pinggang belakang ustad Gibran. ustad Gibran pun kembali ke tempatnya berdiri.


" pak Gibran kok diam aja sih tolongin saya." rengek wanita itu.


lelaki yang menjadi asistennya ingin membantu tapi di tepis sama si ulet bulu.


" awas kamu saya maunya di tolong sama pak Gibran bukan sama kamu."


khayra yang sudah geram melihat si ulet bulu langsung aja menghampiri ustad Gibran dengan gaya manja.


" mas masih lama nggak sih, panas tahu, Kai juga capek." ucap Khayra sambil memanyunkan bibirnya sambil sengaja memeluk pinggang ustad Gibran.


" tuh cewek rese banget sih." gumam wanita itu dalam hati karena upaya nya mencari perhatian tak berhasil.


" sudah kok kita pulang.' ucap ustad Gibran sambil mengelus kepala khayra.


" maaf Bu Anita kami pamit dulu untuk selanjutnya ibu bisa langsung menemui ibu seruni atau pak Made Indra. kami permisi dulu Bu Anita, assalamualaikum." pamit ustad Gibran.


si ulet bulu hanya bisa bengong.


" ayo katanya mau pulang." ucap ustad Gibran yang melihat khayra masih berdiri di tempat.


" gendong, capek jalan ke mobilnya." ucap manja khayra sambil melirik si ulet bulu.


ustad Gibran langsung jongkok membelakangi Khayra." ayo naik."


khayra pun langsung naik di punggung ustad Gibran.dan kami pun meninggalkan Bu Anita. sedangkan khayra tersenyum puas dalam gendongan ustad Gibran.


" awas jangan nenggok ke belakang, kalau nenggok ke belakang nggak ada jatah nanti malam." bisiknya di telinga ustad Gibran saat mendengar teriakan bu Anita memanggil ustad Gibran. dan ustad Gibran memilih mengikuti perintah istrinya dari pada nggak dapat jatah.


kini mereka sudah masuk ke dalam mobil kak hilman dan mbak Runi duduk di depan. sedangkan aku dan ustad gibran di belakang.


" Kai kasihan tahu Bu Anita jatuh nggak di tolongin malah di tinggal." ucap kak Hilman.


" si ulat bulu cuma akting kak Hilman dia pura-pura jatuh. kita lihat nih sebentar lagi pasti dia muncul biasa aja." ucap Khayra.


" masa sih Kai."


" susah Kai cowok Mah gampang banget di kibulin sama dedemit." ucap mbak Runi.


" kak Hilman lihat depan." semua melihat ke depan dan terlihat Bu Anita sedang jalan terburu-buru tapi saat melihat mobil kami masih ada di sana dia pura-pura jalan pincang.

__ADS_1


" kak hilman ayo jalan." kak Hilman pun menyalahkan mesin mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.


" gib Lo nggak usah nyewa bodyguard lagi buat menghalu cewek modelan Bu Anita. cukup Lo bawa istri Lo aja." ucap kak hilman.


__ADS_2