
hari ini adalah hari terakhir mereka di Bali khayra dan ustad Gibran akan pulang dengan pesawat jam dua siang dan rencananya hari mereka akan membeli oleh-oleh sebelum kembali.
kali ini Made Indra yang mengantar kami ke pusat oleh-oleh yang terkenal.
" mau beli apa sayang." tanya ustad Gibran.
" Kai mau beli kacang Bali, pie susu, baju, kain Bali dan masih banyak lagi. nggak apa-apa kan mas."
" nggak apa-apa kamu beli apapun yang kamu mau."
khayra membeli oleh-oleh yang lumayan banyak sampai dia harus membeli koper lagi khusus untuk oleh-oleh. setelah membeli oleh-oleh kami langsung kembali ke villa. karena dia harus istirahat dan membereskan oleh-oleh yang tadi di beli ke koper
habis Dzuhur Mede Indra mengantar kami ke bandara.
" pulangnya hati-hati ndra bawa mobilnya jangan ngebut- ngebut." ucap ustad Gibran.
" iya kak, kakak juga semoga selamat sampai tujuan. kalau gitu saya pamit dulu assalamualaikum."
" walaikum salam." Made Indra pun pergi meninggalkan bandara sedangkan ustad gibran dan khayra masuk ke dalam bandara untuk boarding.
setelah menempuh satu jam perjalanan akhirnya kami pun sampai, kami pun langsung keluar bandara setelah mengambil barang bawaan kami.
" yang jemput kita siapa sayang." tanya ustad Gibran.
" pak parjo, tuh orangnya." tunjuk khayra ke arah mang Idan berdiri.
" assalamualaikum."
" walaikum salam, sini Gus biar saya aja." ucap pak Parjo
jam lima sore kami sudah sampai rumah lebih tepatnya rumah Abi dan umi.
" assalamualaikum." ucap Khayra dan ustad Gibran ketika masuk ke dalam rumah.
" walaikum salam." jawab Abi, umi, zafra dan Zahra yang sedang duduk di ruang tv. khayra dan ustad Gibran langsung mencium tangan umi dan abi nya.
" gimana liburannya?." tanya Abi.
" menyenangkan bi."
" kakak sama mas Gibran gak lupa bawain Zahra oleh-oleh kan."
" iya kakak beliin sesuai pesanan kamu."
" sekarang lebih baik kita siap-siap buat shalat magrib di masjid." ucap Abi.
semua masuk ke kamar masing-masing.
" mas mandi duluan gih.' ucap khayra.
" kenapa nggak mandi bareng aja sayang biar cepat.'
" iya mandi bareng kamu memang cepat, cepat habis magribnya. sudah sana mandi duluan."
ustad Gibran pun masuk kedalam kamar mandi tak lama pintu kamar mandi di buka nongol kepala ustad Gibran.
__ADS_1
" yang yakin nggak mau mandi bareng."
" mas Gibran ih nyebelin.'
khayra dan ustad Gibran memutuskan ikut shalat berjamaah di masjid pesantren. ustad Gibran dan Abi sudah duluan berangkat, setelah menunggu Zahra baru lah kami berangkat ke masjid terlihat sudah banyak para santri yang datang padahal liburan masih dua hari lagi.
kami pun masuk ke pesantren dan seperti biasa berjalan ke barisan depan.
" assalamualaikum nek " ucap Khayra sambil mencium tangan neneknya.
" walaikum salam, kapan sampai."
" tadi jam lima nek."
shalat magrib pun di mulai semua khusyuknya menjalankan tiga rakaat perintahnya. selesai shalat magrib karena belum ada kegiatan mereka kembali ke asrama atau ke kantin. khayra dan keluarganya juga pulang ke rumah mereka memutuskan untuk shalat di rumah.
" kakak nggak ada niatan ngasih Zahra oleh-oleh sekarang." tanya Zahra.
" kamu dek, kalau oleh-oleh cepat banget." ucap umi sedang Zahra hanya nyengir aja.
" ambil koper yang warna merah dek bawa sini." Zahra pun dengan sigap membawa koper yang di bilang sang kakak.
khayra mulai membagikan oleh-oleh ke Zahra, zafra, umi dan Abi nya. untuk yang lain besok baru dia berikan.setelah itu khayra membantu umi di dapur.
" umi ada yang Kai bisa bantu." tanya Khayra begitu sampai di dapur.
" umi minta tolong kamu potong daun bawang."
" bisa umi."
" umi ngusir Kai."
" ya Allah kamu, iya umi ngusir kamu."
" hehehe... bercanda umi."
" umi malah senang kamu tinggal di sini. tapi bagaimana pun kamu sudah menikah takut suami kamu kurang nyaman Bagaimana pun adik kamu perempuannya Kai. takut Gibran risih kalau mau nonton tv atau aktifitas yang lain. kalau kalian di rumah sendiri kan kalian bebas mau ngapain."
" besok sudah mulai kok mi, mas Gibran sudah nyuruh mang sidik buat bersih-bersih rumah jadi besok masuk sudah bersih."
" gimana enak Kai nikah?." ledek umi
" umi.." khayra malu mukanya sudah merah.
" Kai kamu nggak menunda hak Gibran kan. ingat loh Kai itu sudah kewajiban kamu, jangan jadikan kasus yang kemarin membuat kamu berdosa terhadap suami."
" nggak umi, Alhamdulillah setelah menikah Kai langsung memberikan haknya mas Gibran kok mi."
" wah sebentar lagi kayanya umi bakal jadi nenek nih."
" apa sih umi?."
karena asik ngobrol sambil masak ternyata adzan isya sudah berkumandang.
" ayo Kai kita shalat isya dulu. nata di mejanya nanti aja."
__ADS_1
kami pun melaksanakan shalat isya di musholla di rumah. selesai shalat khayra dan umi sibuk menata makanan ke meja makan dan tinggal menunggu Abi dan ustad Gibran pulang dari masjid.
" assalamualaikum."
" walaikum salam."
" wah sudah siap nih makan malamnya." ucap Abi sambil duduk di kursinya begitu juga ustad Gibran dia langsung duduk di sebelah Khayra.
khayra langsung mengambilkan makanan untuk ustad Gibran terlebih dahulu baru dirinya. setelah makan ustad Gibran memilih menemani Abi ngobrol di teras depan sedangkan khayra pergi dengan Zahra dan zafra mengantar oleh-oleh ke tempat kakek dan nenek, ke om Zidan, ke Tante ais dan juga untuk sahabat khayra. khayra mengantar langsung ke asrama. saat akan ke asrama ternyata sahabatnya sedang duduk di teras asrama.
" assalamualaikum."
" walaikum salam Ning, Ning khayra apa kabar?."
" baik, kalian apa kabar? aku kangen tahu?"
" Alhamdulillah kami baik Ning, sama kami juga sengaja kami kembali lebih awal eh Ning Khayra nya ternyata nggak ada.". ucap Gina.
" kemarin aku ikut ustad Gibran dia ada pekerjaan di Bali."
" enak banget Ning liburan ke Bali." celetuk Sarah.
" karena ustad gibran ada pekerjaan di sana kalau nggak ada juga paling liburan di rumah."
" aku dari dulu pingin banget tahu Ning ke Bali." ujar nada.
" amin, mudah-mudahan ke sampean nad."
" amin Ning."
" maaf Ning khayra di cariin sama Gus gibran." ucap santri itu.
" Gus gibran nya di mana mbak "
" itu di gerbang asrama."
" oh ya udah makasih ya mbak."
" sama-sama Ning."
" sudah sana, sudah di cariin tuh." ucap nada.
" iya tuh," timpal sarah.
" ya udah aku pulang ya assalamualaikum."
" walaikum salam, terima kasih juga Ning oleh-olehnya."
" iya."
khayra berjalan menuju gerbang asrama benar saja suaminya sudah berdiri menunggu di sana.
" ngapain mas?."
" ya nyusul istri mas lah kalau nggak di susul nanti lupa pulang mas tidur nggak ada yang meluk." ucap ustad Gibran dan di hadiahi cubitan di perutnya." awww... kamu tuh suka banget cubit."
__ADS_1
" biarin."