
ustad Gibran mengendarai mobilnya menembus malam tapi masih cukup ramai yang beraktivitas. karena tak kena macet ustad Gibran hanya menempuh waktu empat puluh lima menit untuk sampai pesantren.
setelah masuk gerbang pesantren mobil ustad Gibran pun langsung melaju menuju rumahnya. setelah memarkirkan mobilnya ustad Gibran langsung masuk dengan kunci cadangan yang dia bawa. saat dia masuk terdengar suara televisi masih menyala.
" kenapa tv masih menyala apa Kai belum tidur ini kan sudah malam.' gumam ustad Gibran.
ustad Gibran langsung mengunci kembali pintu rumah dan dia pun berjalan ke ruang tv benar tv masih menyala. dan di sana dia melihat istrinya tidur telungkup. ustad Gibran langsung menghampiri khayra dia melihat ponsel istrinya terlempar jauh di dekat rak tv.
" kenapa ponsel Kai ada di bawah sana " gumam ustad Gibran dalam hati.
ustad Gibran membalikkan tubuh Khayra Pelan-pelan agar khayra tidak terbangun dan betapa kagetnya ustad Gibran saat melihat mata sembabnya Kai.
" kenapa mata kamu sembab sayang, maafkan mas ya sayang karena pulang malam pasti kamu nungguin mas ya sampai nangis gini"
ustad Gibran gibran pun langsung mengangkat khayra ke kamarnya. dia menidurkan khayra sangat hati-hati.setelah itu ustad Gibran masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih. selesai bersih-bersih ustad Gibran pergi ke dapur untuk mengambil minum. saat mau ke dapur ustad Gibran melihat bungkus makanan berada di meja makan. dia pikir khayra memberikannya juga buat dia. ustad Gibran pun semangat membuka kantong plastik tersebut dan dia kaget ada dua box kwetiaw goreng dia juga masih berpikir istrinya sengaja membelikan buat dia dua box tapi matanya tak sengaja melihat struk pemesanan kalau memang khayra hanya memesan dua berarti istrinya belum makan.
ustad Gibran pun langsung menghangatkan makanan tersebut di microwave dan sambil menunggu dia mengecek ponselnya yang dari siang belum dia pegang. ada tiga puluh panggilan tak terjawab jawab dari khayra . ustad Gibran kesal dengan kebodohannya mengapa dia bisa lupa kalau dia tadi mengaktifkan mode pesawat saat rapat tadi dan lupa merubahnya lagi pantas khayra menelpon dia tidak tahu.
ustad Gibran membawa nampan berisikan makan ke sofa yang ada di kamar dia letakan nampan tersebut di meja. lalu dia membangunkan istrinya.
" sayang bangun yuk... kita makan dulu kamu pasti belum makan." bisik ustad Gibran sambil menciumi pipi khayra.
khayra yang merasa tidurnya terganggu mulai membuka kelopak matanya. khayra melihat sekelilingnya dia binggung kenapa dia bisa berada di kamar nya perasaan tadi dia tertidur di ruang tv.
" sayang ayo bangun kita makan dulu." ucap ustad Gibran.
khayra yang mendengar suara suaminya langsung bangun dan memeluk erat suaminya.
" hai... kenapa nangis sayang. mas minta maaf mas pulang malam nggak kasih kamu kabar. mas juga minta maaf nggak angkat telpon kamu mas lupa tadi saat rapat mas pasang mode pesawat."
" Kai takut, Kai takut mas ninggalin Kai ' ucap Khayra sambil sesenggukan.
' ya Allah mana mungkin sayang. sekarang kita makan yuk kamu belum makan kan." khayra menggeleng
__ADS_1
ustad Gibran mengajak Khayra ke sofa dan mereka menikmati makan malam yang sangat terlambat.
" Kai mas besok harus berangkat ke Surabaya." khayra yang mendengar itu langsung merangkak memeluk ustad Gibran yang sedang duduk menyender di sofa.
" kenapa mendadak?."
" ada masalah di kantor cabang Surabaya dan mas harus ke sana buat menyelesaikannya."
" berapa lama?.'
" belum tahu berapa lama yang pasti kalau masalah di sana sudah selesai mas akan langsung pulang." ucap ustad Gibran sambil mencium puncak kepala khayra.
" terus Kai gimana?."
" kalau kamu takut sendiri kamu tidur di rumah Abi sama umi. kalau nggak kamu bisa minta teman-teman kamu untuk nginap di sini."
" kalau Kai kangen? terus kalau Kai nggak bisa tidur gimana? terus kalau Kai pengen di peluk Kai harus peluk siapa?.' ucap khayra sambil tangannya bermain di dada bidang ustad Gibran.
" nanti setiap malam mas akan video call kamu nemenin kamu sampai kamu tidur."
" tapi kan cuma bisa di lihat nggak bisa peluk. " ucap Khayra memanyunkan bibirnya.
ustad Gibran mencium gemas bibir khayra.
" nanti kalau Kai kangen mas dan libur sekolah Kai bisa nyusul mas ke Surabaya."
" betul ya."
" iya sayang mas janji. sayang kamu nggak mau ngasih bekal mas."
" bekal." Khayra bingung apa yang di maksud suaminya.
" boleh ya mas udah nggak tahan sayang." Khayra yang baru mengerti apa maksud suaminya dia mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
ustad Gibran yang sudah mendapatkan izin dari istrinya langsung membawa istrinya ke tempat tidur dan ustad Gibran pun langsung melancarkan aksinya sedangkan khayra dengan senang hati menerima semua yang ustad Gibran lakukan. jujur dia juga sebenarnya menginginkan tapi malu untuk bilang duluan.
malam semakin larut dua sejoli yang besok akan LDR an sedang beradegan panas. cukup lama mereka. berolahraga malam. dan baru sebentar tidur adzan subuh sudah berkumandang. mereka sebenarnya masih ngantuk dan juga lelah tapi karena kewajiban mereka pun bergegas mandi. setelah itu mereka menunaikan kewajibannya.
selesai shalat subuh khayra langsung mengambil koper dan mulai membereskan pakaian yang akan di bawa ustad Gibran ke Surabaya.
" sayang kamu ngapain."
" aku lagi mengemas baju mas yang akan di bawa ke surabaya.'
" sudah itu nanti aja. mendingan kamu tidur lagi kamu pasti capek karena ulah mas semalam. masalah koper nanti aja mas yang kemas toh perginya masih nanti sore."
"mas penerbangan jam berapa ?."
" jam enam sore."
" mas hari ini ngajar atau ke kantor."
" mas nanti mau izin dulu ke Abi untuk tidak ngajar. terus ke kantor sebentar paling sampai jam 1."
" terus kapan mas mau beberes kopernya kalau mas berangkat jam enam setidaknya mas harus sudah sampai jam lima perjalanan dari sini kurang lebih dua jam berarti kita harus berangkat jam tiga. terus masih mau nanti-nanti aja berkemas pakaiannya." ceramah khayra pagi hari.
" maaf sayang mas cuma kasihan sama kamu aja."
" sekarang mas diam aja di situ jangan ganggu Kai biar cepat selesai, karena Kai masih harus buat sarapan dan siap-siap untuk ke sekolah."
ustad Gibran hanya bisa diam karena khayra sudah dalam mode galaknya. ustad Gibran hanya melihat kesibukan istrinya.
" akhirnya selesai juga, mas tutup kopernya terus taruh dekat lemari." seru khayra.
ustad Gibran pun langsung menjalankan perintah sang ibu negara.
" sayang ini baru jam enam gimana kalau kita beli sarapan di luar." ucap ustad Gibran.
__ADS_1
" boleh mas."
akhirnya mereka pun pergi keluar untuk membeli sarapan.