Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
192. malam pertama yang telat


__ADS_3

Mereka semua sedang berkumpul di ruang tengah.


" Dania sudah berbulan madu." Tanya Tante Haruka.


" Belum Tan, kemarin habis nikah langsung pergi ke Kairo karena neneknya bang Khalid sakit, Terus kesini." jawab Dania.


" Terus kapan kalian rencana bulan madu?." Tanya Tante Haruka lagi.


" Iya lid ajak keponakan om bulan madu." Timpal om Midori.


" Nanti om, Nunggu Dania lulus aja "


" Hei masih lama dong jangan-jangan kamu belum unboxing Dania." ucap om Midori.


" Belum om, Memang saya sengaja menunggu sampai Dania lulus sekolah." Ucap Khalid.


" Khalid kalian sudah sah menjadi suami istri. Dan kamu boleh meminta hak kamu. Memang kamu nggak pusing apa nahan setahun lama loh. Bapak mertua kamu aja langsung menghajar ibu mertua kamu. Padahal ibu mertua kamu juga masih sekolah saat itu. Malah langsung hamil sebelum lulus." Ucap Opa Hiro.


" Iya Khalid, dulu Deddy juga langsung unboxing Mommy mu, Jangan alasan Dania masih sekolah. Kami tahu bagaimana susahnya menahan hasrat apalagi kalian tidur bersama. Kalau kamu takut Dania hamil kamu bisa keluarinnya di luar jangan di dalam." ucap ustad Gibran.


" Emang bisa bran." Tanya om Midori ke ustad Gibran


" Susah sih kalau udah keenakan suka lupa." Jawab ustad Gibran.


" Dania kamu juga nggak boleh menolak kalau Khalid minta jatahnya." Wajah Dania seketika langsung memerah karena malu dengan ucapan Deddy nya.


" Dania dan Khalid nanti sore kalian berangkatlah menginap di hotel milik om selama tiga hari sebelum kalian pulang." Ucap om Denji.


" Iya betul tuh, Kalian honeymoon lah, Biar kami cepat dapat cicit.' Ucap papa.


Dania dan Khalid langsung pasrah mengiyakan.


***


Sore hari Khalid dan Dania di antar oleh supir ke hotel milik om Denji.


Dania yang sudah dari tadi keringat dingin dirinya takut. Sama Khalid juga di liputi rasa takut. Dirinya takut sekali mengganggu sekolah Dania. Tapi tak dapat di pungkiri dirinya seorang laki-laki dan Dania seorang perempuan . Dan hampir setiap malam mereka tidur berpelukan.


Tak lama mereka pun sampai di hotel milik om Denji. Setelah cek in mereka pun di antar ke kamar mereka.


Kamar president suite yang di berikan oleh om Denji. Kamar yang begitu luas dengan pemandangan yang bagus. Mereka berdua sangat menyukai interior kamar hotelnya.


" Yang kamu mandi dulu gih, sudah mau magrib kita shalat berjamaah." ucap Khalid.


" Iya bang." Dania pun masuk ke dalam kamar mandi.


Hampir satu jam Dania pun selesai dengan ritual mandinya.


" Bang sana mandi aku udah selesai." Ucap Dania.

__ADS_1


Khalid pun masuk ke dalam kamar mandi.


****


Selesai shalat magrib mereka berdua memutuskan untuk memesan makanan karena mereka malas untuk turun.


" Yang nanti kamu nggak apa-apa tinggal di mess para ustad dan ustadzah." Tanya Khalid sambil menunggu makanan datang.


" Aku sih nggak masalah, Tapi kakek bilang di suruh nempatin rumah yang dekat rumah Tante Zahra. Tapi terserah Abang aja mau nya tinggal dimana? Dania sih ikut aja." ucap Dania.


" Kalau kata kakek kamu begitu ya kita nurut aja lah."


Makanan mereka pun datang dan mereka Langsung menikmati makan malam nya.


***


Zafira benar-benar menghindari Sakti, dari Zafira pulang habis pergi bersama Tante Selin dan Chloe. Zafira lebih memilih untuk berdiam di kamar. Dan dia hanya keluar untuk makan malam lalu kembali masuk lagi ke dalam kamar.


Sakti yang tahu bahwa adiknya sedang merajuk pun mencoba untuk merayunya. Walaupun dirinya sendiri nggak tahu adiknya marah dengan siapa?.


Hanya saja melihat Zafira jadi lebih pendiam rasanya menyebalkan. Karena Zafira biasanya selalu membuat suasana menjadi riang.


Sakti pun masuk ke kamar yang di tempati oleh Zafira. Sakti membuka pintunya dan mendapati Zafira sedang membaca buku.


" Dek boleh mas Sakti masuk." Tanya Sakti.


Zafira mengangguk mengizinkan untuk sakti masuk.


" Hah... kenapa apanya?." Zafira justru tanya balik.


" Kenapa dari kemarin lebih senang menyendiri aja?."


"Oh... nggak kenapa-kenapa lagi pingin fokus baca aja."


" Besok mau ikut mas sakti nggak, besok mas Sakti libur."


" Kemana?."


" Disneyland."


" Serius."


" Serius lah."


" Sama siapa aja?."


" Nanti tanya yang lain mau ikut nggak."


" Boleh..."

__ADS_1


" Ya udah mau ikut keluar atau mau tetap di kamar."


" Di kamar aja."


" Ya udah mas Sakti keluar ya."


Sakti pun keluar dari kamar yang di tempati oleh Zafira. Sedangkan Zafira memilih tetap membaca buku.


***


Hari kian malam Pasangan yang belum lama menikah ini. Diliputi rasa canggung mereka sama-sama diam.


" Sayang..." panggil Khalid memecahkan kesunyian yang terjadi di kamar mereka.


" Hah...I..iya bang."


" Boleh Abang minta hak Abang."


" hmmm.."


" Kalau kamu belum siap Abang nggak apa-apa kok."


" Abang kan suami Dania akan berdosa bilang Dania menolak memberikan hak Abang. Toh sekarang atau nanti sama aja kan."ucap Dania tenang padahal jantungnya berdetak kencang.


Setelah mendapatkan lampu hijau, Khalid pun duduk di dekat Dania. Setelah itu Khalid langsung membaca doa.


Khalid memulai dengan mencium bibir Dania yang sudah jadi candunya. Biasanya Khalid hanya mengecup bibir Dania kini Khalid mel***t bibir manis milik Dania.


Dania memukul lengan Khalid Saat dirinya kehabisan nafas. Khalid pun langsung menghentikan ciumannya.


" Maaf..." ucap Khalid dengan nafas berburu.


Begitu pun Dania hanya bisa mengangguk karena dirinya berusaha untuk mengatur nafas dan detak jantungnya.


" Kita mulai lagi ya."


Khalid pun kembali memulai aksinya, dan kini Dania pun sudah mulai sedikit tenang. Khalid makin memperdalam ciumannya karena merasa tak. ada lagi perlawanan dari Dania.


Ciuman Khalid pun turun kini dirinya asik mencumbu leher sang istri. Dua insan yang baru menikah dan telat malam pertama kini benar-benar terbuai dalam sensasi yang belum pernah mereka rasakan.


Kini tangan Khalid mulai meraba puncak gunung kembar milik sang istri. Tak lama Khalid pun melucuti pakaian mereka satu persatu. Dan kini mereka sama- sama sudah polos tanpa sehelai benang pun.


" Yang Abang masukin ya, Kalau sakit tahan ya."


" pelan-pelan."


Khalid pun mengarahkan miliknya untuk memasuki sarangnya.


" Abang sakit." Rengek Dania yang merasakan sakit di bagian bawahnya.

__ADS_1


" Tahan ya yang, Nanti juga nggak sakit lagi."


Dan akhirnya Khalid pun dapat membobol pertahan milik Dania.


__ADS_2