
" assalamualaikum mama, papa." ucap Kai sambil mencium tangan kedua orang tua ustad Gibran.
" walaikum salam,"
" gimana kabarnya sayang." tanya mama ustad Gibran.
" Alhamdulillah sehat ma. mama, papa baru datang, terus kak Gita nggak ikut." tanya Khayra.
" nggak nak dia ada acara juga tapi dia titip salam untuk kamu " ucap mama ustad Gibran.
" walaikum salam, ayo mama, papa mau nemuin pengantin dulu atau mau menikmati makanan dulu."
" kami mau menemui kakek dan nenek kamu dulu." ucap papa ustad Gibran.
" oh Kai antar." Khayra mengantar mama dan papanya ustad Gibran menemui kakek dan nenek. tiba-tiba ada yang berbisik di dekat telinganya.
" perasaan dari tadi calon suaminya nggak di sapa deh, perasaan mas gede gini masa nggak keliatan."
" hehehe maaf mas lupa, jangan marah ya." ucap Khayra sambil tangan sambil menunjukan dua jarinya berbentuk v.
" sayang belum halal kalau sudah halal mas cium kamu."
" dasar ustad mesum."
" nggak apa-apa mesum tapi kamu cinta kan."
" kata siapa?."
" kata mas tadi."
__ADS_1
" udah ah, malah jadi debat."
di tempat lain banyak para santri dan ustad dan ustadzah melihat kedekatan ustad Gibran dan juga Ning khayra.
para santri
" eh...lihat deh ustad Gibran sama Ning khayra." tunjuk salah satu santri.
" iya, Dekat banget deh kayanya."
" iya apa lagi melihat ustad Gibran tawa gitu sama Ning khayra. baru pertama kali lihat ustad Gibran ketawa."
" iya saya juga baru lihat.'
" apa jangan-jangan gosip itu benar ya, kalau ustad Gibran bakal nikah dengan keluarga Abah yai dan itu Ning khayra."
" kalau aku setuju. ustad Gibran tampan dan Ning khayra cantik cocok."
" tapi Ning khayra kan masih sekolah."
" tapi sebentar lagi lulus. mungkin ustad Gibran takut Ning khayra diambil orang."
" betul-betul."
itulah kehebohan para santri melihat kedekatan Ning khayra dengan ustad Gibran. dan itu juga terjadi dengan para ustadz dan ustadzah
" ustad Gibran sama Ning khayra lagi dekat ya."
" iya ya perasaan kita tadi nggak di sambut sama Ning khayra. tapi pas ustad Gibran dan keluarganya datang Ning khayra langsung menyambut gitu, jadi iri aku.'
__ADS_1
" iya aku juga."
" ya wajar lah Ning khayra menyambut orang tua ustad Gibran. sebagai calon menantu yang baik jadi harus menyambut calon mertua."
para ustad dan ustadzah kaget mendengar perkataan ustazah Jasmine yang memang masih saudara jauh Kai.
" kamu serius ustazah Jasmine."
" serius dua bulan lagi mereka bakal menikah."
" berarti berita itu benar bukan hoak."
" iya betul."
" wah Ning khayra hebat bisa gunung es mencair."
" maksudnya."
" kalian nggak lihat tadi mereka bicara dan ustad Gibran ketawa. dan aku baru lihat ustad Gibran ketawa."
" iya aku juga."
" sudah-sudah, nanti jatuhnya ghibah loh."
" astaghfirullah ."
" ya Allah baru aku memantapkan hati aku untuk meminang Ning khayra setelah dia lulus ternyata hamba terlambat. ustad Gibran sudah terlebih dulu ternyata. semoga kalian bahagia.' gumam ustad Alif dalam hati.
iya ustad Alif sudah menaruh hati kepada Ning khayra dari pertama kali Ning khayra masuk ke sekolah. dan dia berencana akan mengutarakan perasaannya kepada Ning khayra nanti setelah Ning khayra lulus nanti. tapi ustad Alif harus mengubur dalam-dalam rasa cinta yang sudah muncul di hati ustad Alif. sakit tapi dia harus berjiwa besar menerima kenyataan.
__ADS_1