
Hari ini Khayra mengajak putri bungsunya, Dania juga Khalid untuk mencari kado untuk Oma dan opa nya.
Karena ustad Gibran pergi bersama Albert suami Keiko ke perusahaannya. Sakti ada kuliah sedangkan Rayyan dan Zafran lebih memilih bermain bersama sepupunya.
Jadilah khayra pergi di temani oleh Zafira, Dania dan Khalid diantar oleh supir.
Mereka pergi ke salah satu mall yang ada di sana. Mereka pun berkeliling Mall sambil mencari hadiah yang cocok untuk Oma dan opa nya. Karena bukan hanya Khayra yang mencari kado tapi para cucunya juga. Mereka ingin memberikan kado dengan uang mereka sendiri. Rayyan dan Zafran sudah memberikan uangnya kepada Khayra untuk di belikan kado.
Jadilah Khayra pusing sendiri karena bingung memilihnya.
Setelah berkeliling dan mendapatkan hadiah yang dicari. Khayra mengajak anak dan menantunya untuk pergi ke tempat fast food yang ada di mall tersebut.
Setelah memesan mereka pun memilih duduk agak pojok biar nyaman.
" Ngapain wanita itu kesini." gumam Khayra yang masih bisa di dengar oleh Dania dan Khalid
" Siapa Mom?." Tanya Dania.
" Itu wanita yang mencoba menjebak mas Sakti untung ada anak buah opa Hiro yang bisa menggagalkan wanita itu " ucap Khayra sambil menunjuk Monica dengan matanya.
Dania dan Khalid langsung melihat arah pandang Mommy nya dan benar ada wanita seusia mas Sakti yang berjalan ke arahnya.
" Hallo Tante, Tante Mommy nya Sakti kan." Sapa Monica.
" Iya betul, Siapa ya?." jawab Khayra yang dalam hati kecilnya Malas untuk menjawab.
Dania yang melihat Monica menghampiri mejanya dengan muka temboknya. Seolah nggak merasa bersalah rasanya Dania ingin menampar wajahnya.
Sedangkan Khalid hanya diam saja, begitu juga Zafira sama sekali nggak terganggu dengan kehadiran Monica.
" Saya Monica Tante temannya kuliahnya Sakti. Kemarin kita juga ketemu kan Tante." ucap Monica bersikap sok manis.
" Oh iya, Maaf Tante lupa?."
" Iya nggak apa-apa kok Tante, Tapi saya senang bisa kenalan dengan Tante " ucap Monica yang langsung duduk padahal belum di persilakan.
Khayra hanya diam saja sambil menatap Monica. Dania ingin bicara saat Monica duduk di meja mereka. Tapi Khalid menggenggam tangannya untuk tetap diam saja. Akhirnya Dania pun diam dan membiarkan Mommy nya yang menghadapi.
" Perasaan nggak di suruh duduk deh." Celetuk Zafira menatap tajam Monica sambil memasukan kentang goreng ke dalam mulutnya.
__ADS_1
" Permisi ini pesanannya." pelayan mengantar sisa pesanannya.
" Oh terima kasih Mbak." Ucap Monica yang langsung mengambil pesanan yang baru diantar oleh pelayan tadi.
Khayra, Dania dan Khalid saling pandang.
" Maaf ya Tante, Tante punya sopan santun gak. Tante langsung duduk padahal belum di suruh duduk. Dan sekarang Tante langsung makan pesanan orang." ketus Zafira.
" Oh maaf kirain buat saya gimana dong sudah di makan."
Zafira bangkit dari kursinya.
" Mau kemana Fira."
" Mau pesan lagi yang soalnya makanan Fira di makan alien." ucap Zafira sambil pergi untuk memesan kembali.
Sedangkan Khayra, Dania dan Khalid menahan tawanya.
Sedangkan Monica cuek aja menikmati makanannya.
Zafira sudah kembali ke bangkunya dan menunggu pesanannya.
" Ayo Tante dan yang lainnya kok nggak di makan makannya." ucap Monica.
Khayra langsung mengelus kepala Zafira agar di jaga bicaranya.
Tak lama pesanan Zafira datang.
" Sini mbak, Nanti makanan saya hilang lagi." Ucap Zafira sambil mengambil makanannya.
Khayra, Dania dan Khalid pun memakan makanannya tanpa memperdulikan Monica.
" Aduh kenyang nya." Ucap Monica begitu makanannya habis.
" Gimana nggak mau kenyang orang gratis." Gumam Zafira yang masih bisa di dengar.
Khayra juga menyudahi makannya begitu juga dengan Dania dan Khalid hanya tinggal Zafira saja yang masih menikmati makanannya.
" Tante tahu nggak kalau saya sama Sakti itu dekat banget Loh Tan, ya seperti orang pacaran gitu. Sakti tuh nggak bisa jauh-jauh dari saya Tante. Pasti nyariin saya, pokoknya kita tuh kaya perangko gitu Tan."
__ADS_1
" Dan kata Sakti setalah lulus dia mau nikahi saya Tante." ucap Monica percaya diri.
Uhuk...uhuk...uhuk..
Dania langsung tersedak ludahnya sendiri mendengar Monica bilang kakaknya akan menikahinya.
Khalid langsung sigap memberi Dania minum.
" Monica Agatha, Mahasiswa dengan beasiswa 50%, Ayah bernama Sam seorang pegawai di sebuah showroom mobil dan ibunya bernama Claudia seorang pelayan restoran. Mereka bekerja kerja untuk membayar sisa uang kuliah anaknya. Harapan mereka anaknya bisa sukses tidak seperti mereka." Ucap Khayra menatap Monica.
Monica tampak bingung karena Khayra tahu nama dan pekerjaan Orang tuanya.
" Mempunyai seorang adik laki-laki yang saat ini duduk di bangku SMA. Kenapa bingung ya? Kenapa harus bingung kamu menjebak anak saya tapi kamu nggak mencari tahu silsilah keluarganya."
Monica kaget kenapa Mommy nya Sakti tahu kalau dia mencoba menjebak Sakti.
" Kenapa Kaget ya? Saya juga tahu kamu kuliah dari beasiswa yang di berikan oleh perusahaan tempat ayah kamu bekerja. Dan saya bisa bikin kamu kehilangan beasiswa kamu sekarang juga."
Monica mulai pucat Tapi dia berusaha untuk tidak takut karena nggak mungkin Mommy nya Sakti bisa melakukan itu.
" Tante becanda aja."
" Seorang ibu tidak akan main-main apa bila ada yang mengusik anaknya. Kamu masih belum percaya baik saya akan buktikan."
Khayra langsung menelpon Gilbert asistennya Albert suami Keiko. Sebelumnya Khayra dan ustad Gibran sepakat dengan Albert dan Keiko untuk memberikan pelajaran ke Monica.
Sebenarnya suatu hal yang mudah buat mereka menghancurkan Monica dan keluarganya. Tapi setelah di selidiki, Mereka hanya akan membuat Monica untuk berubah dan menyesali perbuatannya. Alasan mereka adalah orang tua Monica yang bekerja keras membanting tulang. Agar anaknya bisa sekolah tinggi dan bisa punya hidup lebih baik dari orang tuanya.
Dalam hitungan menit Monica langsung mendapatkan telpon dari pihak kampus kalau beasiswanya telah di cabut. Monica syok mendengarnya, Belum hilang kagetnya. Monica mendapat telpon dari papanya yang memarahi dirinya karena menjebak keponakan bos tempat papanya kerja. Dan papanya sedang menunggu keputusan di pecat atau hanya di beri surat peringatan saja.
Mamanya pun menelpon Monica dan mengalami hal yang sama.
" Tante maafin saya Tante jangan pecat orang tua saya Tante." Tangis Monica.
" Masih nggak percaya dengan saya."
" Mohon maaf Tante saya salah." Monica terus memohon.
" Kamu iri dengan orang-orang yang punya barang branded, Kamu isi dengan orang-orang yang pergi kemana-mana naik mobil, Kamu iri dengan mereka yang bisa shopping sesuka hati. Tapi kamu tahu nggak apa yang kamu lakukan ke Sakti bukan hanya saya dan suami saya yang hancur. Kalau kami gampang Sakti itu laki-laki dan dengan gampang bilang ke orang-orang bukankah itu sesuatu hal yang bisa di negara ini. Beda kalau kamu melakukannya di negara saya. Dan saya rasa orang-orang nggak akan peduli kalau kemarin kamu berhasil menjebak Sakti. Apalagi cuma foto yang kamu ambil dan di foto tersebut wajah Sakti tak begitu jelas. Dengan sangat mudah kami untuk mengelaknya nona." Ucap Khayra tajam.
__ADS_1
" Dan apa yang terjadi sama orang tua kamu kalau tahu kelakuan anaknya. Sedih, marah, malu, merasa gagal entah apalagi yang mereka rasakan. Sekarang kamu pergi meminta maaf sama keluarga kamu. Dan mengakui kesalahan dan juga perbuatan kamu. Setelah itu ajak orang tua kamu meminta maaf kepada sakti."
Monica pun langsung pergi sambil menangis.