Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
126.


__ADS_3

Menjelang siang hari mama datang bersama Rayyan dan Dewi.


" Assalamualaikum." ucap mama saat masuk ruangan Khayra.


" Walaikum salam, Wah anak mommy ikut ya."


" Mam...mam..mam.." celoteh Rayyan sambil tangannya menjulurkan minta di gendong Khayra.


Dewi pun memberikan Rayyan ke Khayra.


" Duh Anak mommy, Mas Rayyan udah mam."


" Dah...dek..." Ucap Rayyan sambil menunjuk ke ustad Gibran yang sedang mengendong baby girls.


" Deddy, Mas Rayyan mau lihat adiknya."


" Dek...." Ucap Rayyan sambil mengangguk kepalanya.


" Oh, anak Deddy mau lihat adik ya." Ucap ustad Gibran sambil berjalan mendekati Khayra dan Rayyan.


Rayyan yang melihat Deddy nya mendekat langsung tersenyum senang.


Rayyan langsung menciumi pipi Baby girls dengan gemas.


" Oh iya nak kalian sudah ada nama untuk anak kalian.' Tanya mama.


" Kalau yang baby boys Muhammad Zafran shaqeed al-Fatir kalau baby Girls Zafira Shakeela Izza al-Fatir."


" Bagus nak namanya." ucap mama


" Hallo Zafran ganteng, Jadi anak yang Soleh ya nak, Pintar, Nurut sama orang tua dan sayang sama mas Rayyan ya nak." Ucap mama sambil menciumi Zafran.


" Bagus mas namanya Kai suka."


" Makasih sayang "


Saking senangnya main dengan kedua adiknya Rayyan nggak mau diajak pulang. Padahal Michiko yang datang tadi siang bersama mama dan adiknya, sudah merayu Rayyan dengan es krim tetap tidak mau.


Akhirnya terpaksa menunggu Rayyan tertidur baru bisa di bawa pulang ke rumah.


Khayra cukup senang ternyata Rayyan tidak cemburu ke adiknya Justru Rayyan sayang banget.

__ADS_1


Setelah dua hari mendapatkan perawatan di rumah sakit. Akhirnya Khayra dan bayi kembarnya di perbolehkan pulang.


Sampai rumah ternyata Rayyan sudah menunggu di teras rumah.


" dek...ium.." ucap Rayyan di gendongan dewi


" Apa mas? Mau cium adek."


" Ya..." sambil mengangguk.


Rayyan pun mencium pipi Zafira yang kebetulan di gendong Khayra.


" Dek ..tu...gi..."


" Oh mas Rayyan mau cium adek Zafran, bilang sama Oma."


" Ma..dek.."


" Oma mas Rayyan mau cium Adek Zafran." Ucap Khayra.


Mama pun langsung mendekati sang cucunya.


" yeah..." sorak Rayyan gembira.


" Uyun.." Rayyan minta turun, Dewi pun langsung menurunkan Rayyan. dan Rayyan pun langsung berjalan walau sesekali suka jatuh tapi dia senang.


Sedangkan Khayra begitu masuk kamar sangat kaget karena tempat tidurnya menjadi lebih luas.


" Mas kamu ganti tempat tidurnya."


" Nggak cuma di tambah aja, biar Rayyan bisa tidur dengan kita "


" kirain kamu bakal nyuruh Rayyan pisah kamar."


" nggak lah sayang, lihat Rayyan sedang senang-senangnya main sama adiknya. biarin aja."


Rayyan duduk di sebelah adiknya yang Khayra tidurkan di ranjang. Rayyan yang seperti sudah siap jadi kakak menjaga sang adik dengan Baik. Begitu salah satu adiknya nangis Rayyan langsung bilang ke Khayra. Walaupun bicaranya belum lancar Tapi Rayyan sudah menunjukan bahwa dia kakak yang sayang dengan adiknya.


Baru berapa hari punya baby kembali Khayra akhirnya mulai terbiasa dengan pola bayi mereka di Mana satu bangun nggak lama satu lagi bangun. Yang satu nangis nggak lama satu lagi nangis Malah sering barengan nangis. Beruntung tinggal dengan mama mertua jadi Khayra bisa sedikit terbantu kalau dua-duanya nangis.


Sedangkan di Indonesia tepatnya di pesantren Al hikmah. Sudah sibuk packing Karena besok mereka akan terbang ke Jepang untuk menengok Bayi kembarnya Khayra dan ustad Gibran.

__ADS_1


" Umi ini Nggak salah nenek bawain oleh-oleh buat kak Kai sebanyak ini, Ini mah satu koper sendiri umi." ocehan Zahra.


" Iya nanti itu satu koper sendiri dan nanti kamu yang bawa." ledek umi.


" Umi dikira Zahra kuli panggul kali."


" Iya kamu kuli panggul, Bukan anak umi."


" Astaghfirullahaladzim, sungguh terlalu."


Zahra dan umi pun tertawa, karena memang hanya tinggal mereka berdua. Abi masih sibuk di pesantren karena mau di tinggal pergi. Sedangkan Zafra dan ustad Alif, Mereka pergi ke rumah orang tua ustad Alif. Mereka berdua ke sana untuk pamitan dengan ibu dan adik ustad Alif.


Keesokan harinya pukul Tujuh pagi umi, Abi, Zahra, Zafra ,ustad Alif serta nadifa anaknya om Zidan juga ikut. mereka pun berangkat ke Bandara di antara oleh supir pesantren. Mereka akan ketemuan dengan kak Gita kakaknya ustad Gibran di bandara.


Sampai bandara ternyata kak Gita dan keluarganya belum datang. Jadi mereka pun menunggu beberapa saat barulah rombongan kak Gita datang.


" Assalamualaikum, umi, Abi maaf telat." ucap kak Gita sambil mencium tangan umi dan Abi di ikuti oleh suami dan anaknya.


" Walaikum salam, Nggak kok kami juga baru sampai."


" Syukurlah, Ya udah sekarang mendingan kita masuk aja." Ajak suaminya kak Gita.


Mereka pun masuk ke dalam bandara karena tak lama terdengar pemberitahuan bahwa pesawat yang mereka tumpangi akan berangkat.


Perjalanan kurang lebih hampir delapan jam akhirnya mereka pun sampai di bandara narita Jepang. Setelah mengambil koper mereka, Mereka pun berjalan ke luar bandara. Karena mereka akan di jemput dan benar saja saat mereka keluar bandara di sana sudah terlihat ustad Gibran yang sedang mengendong Rayyan.


" Assalamualaikum, umi, Abi." sapa ustad Gibran


" Walaikum salam."


" Sini cucu umi biar umi yang gendong." ucap umi sambil mengambil Rayyan dalam gendongan ustad Gibran.


" kak, mas." Sapa ustad Gibran ke kakak dan kakak iparnya.


Setelah itu ustad Gibran menyapa Zafra, Zahra, Ustad Alif dan Nadifa.


" Eh rombongan sirkus, Selamat datang di Jepang " canda ustad Gibran.


" Bang Gibran mah gitu, dikira kita badut Ancol." ucap Zahra sambil cemberut


" Bukan deh tapi cuma kamu doang "

__ADS_1


Semua orang tertawa mendengar candaan ustad Gibran ke Zahra.


Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan bandara Narita menuju rumah keluarga ustad Gibran.


__ADS_2