
Sampai di apartemen Zafira pun langsung masuk ke dalam kamar. Senyumnya tak lepas dari wajahnya.
Setelah bersih-bersih Zafira pun langsung naik ke atas tempat tidur. Di atas tempat tidur Zafira guling-guling sambil terus tersenyum dan memandangi cincin di jari manisnya.
Drt..drt...drt...drt
Ponselnya berdering Zafira pun bergegas mengambil ponselnya yang ia taruh di nakas samping tempat tidurnya.
Mas Bagas calling...
Zafira salah tingkah begitu melihat layar ponselnya siapa yang menelpon. Setelah mengatur napas akhirnya Zafira pun mengangkat telponnya.
" Assalamualaikum sayang." Suara di sebrang sana yang sukses membuat wajah Zafira langsung merah merona karena sebutan sayang.
" Wa.. walaikum salam, Ada apa mas." jawab Zafira gugup.
" Kamu nggak mau manggil mas Bagas sayang juga." goda Bagas di sebrang sana.
" Apaan sih mas Bagas."
" Hahaha.. Kenapa belum tidur? Lagi mikirin aku ya sayang."
" Ih..siapa yang lagi mikirin mas Bagas pede. Mas Bagas lagi ngapain."
" Lagi telpon kamu."
" Anak kecil juga tahu kali." Ucap Zafira sebal.
" Hahaha... Lagi di balkon hotel tiba-tiba kangen kamu jadi mas Bagas Telpon."
" Oh..."
" Kok oh doang sih."
" Oh iya mas Bagas nanti masih tinggal di London atau balik ke Indonesia."
" Tergantung."
__ADS_1
" Maksudnya."
" Kalau calon istri mas Bagas mau tinggal di London berarti mas Bagas akan tinggal di sini. Tapi sayangnya nggak akan mungkin karena Deddy sudah menyuruh mas Bagas pindah kembali ke gabung dengan mas Sakti dan juga Rayyan." jelas mas Bagas.
" Mas, aku boleh bekerja nggak." Tanya Zafira
" Mau kerja dimana di kantor Deddy atau Mommy. " Tanya Bagas balik.
" Dulu Mommy pernah minta buat aku bantu Mommy pegang usaha cafe dan restaurant nya Mommy."
" Mas Bagas nggak akan melarang kamu sayang asal kamu bisa membagi waktu. Oh iya mas Bagas besok kembali ke apartemen buat ngambil barang-barang."
" Mas Bagas mau kemana?."
" Tenang sayang mas Bagas mau ambil barang-barang karena malamnya mas Bagas dan keluarga akan pulang ke Indonesia."
" Kenapa nggak bareng aja sih?."
" kenapa takut kangen ya mau sama-sama terus?."
" Udah nggak usah ngambek udah malam kamu tidur gih takut sakit." Ucap Bagas.
" Ya udah Fira matiin ya, Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
****
Keesokan harinya benar Mas Bagas dan keluarganya datang ke apartemen.
" Jadi pulang sekarang mas." Tanya ustad Gibran ke ayahnya Bagas.
" Iya penerbangan nanti malam."
" Hati-hati di jalan mas."
" Sama kamu juga, Terima kasih selama ini sudah baik sama keluarga saya." Ucap ayahnya Bagas.
__ADS_1
" Sama-sama Jihan, Bagas, aji dan Luna mereka juga anak-anak kami. Apalagi Bagas sebentar lagi akan jadi menantu saya."
" Iya nggak nyangka ternyata kita benar-benar akan jadi keluarga. Awalnya saya sempat kaget saat Bagas bilang kalau dia menyukai Fira dan mau bekerja di perusahaan al-Fatir corp. Saya sempat takut Bagas di bilang lancang. Tapi sekarang saya bersyukur ternyata Bagas di terima dengan baik." Ucap ayahnya Bagas.
" Kenapa saya harus menolak Bagas, Bagas laki-laki baik, Soleh dan juga sangat menyayangi Fira jadi nggak ada alasan buat menolaknya. Tapi maaf kalau setelah menikah saya nggak mengizinkan Bagas membawa Fira keluar dari rumah. Saya mau mereka tinggal bersama saya dan istri." ujar ustad Gibran.
" Nggak apa-apa kita para ayah pasti sangat berat untuk melepas anak perempuannya. Saya juga begitu ingin rasanya Jihan tetap tinggal sama saya tapi apa mau di kata suaminya anak tunggal. Jadi nggak ada yang menemani mereka, Saya juga sudah mewanti-wanti Luna kalau sudah menikah tetap tinggal bersama saya." Ucap ayahnya Bagas.
Setelah semua barang Bagas dan Luna sudah semua di packing. Mereka pun pamit dan bertemu kembali di Indonesia.
" Udah jangan pasang wajah sedih gitu, kan udah jelek tambah jelek." Ledek Sakti.
" Aku cakep ya." Jawab Zafira.
" Iya kalau di lihat pakai sedotan dari Monas. hahaha."
" Mas Sakti kali."
" Mas Sakti mah ganteng maksimal maka nya kak mara kepincut sama pesona mas Sakti."
" Aku tuh yang cantiknya tiada Tara makanya mas Bagas cinta mati sama aku." Ucap Zafira nggak mau kalah.
" Hahaha Bagas tuh kasihan tahu sama kamu makanya dia mau nikahi kamu." Goda sakti yang senang adiknya cemberut.
" Kak mara ini suaminya nyebelin, Nanti malam suruh tidur di luar aja." Teriak Zafira ke kakak iparnya yang sedang membantu Mommy nya buat makan malam.
" Tenang aja dek." Jawab Amara istrinya Sakti.
" Hahaha yang entar malam tidur di luar." Zafira tertawa karena kakak iparnya membelanya.
" Yang kamu yakin aku suruh tidur di luar nanti nggak ada yang meluk kamu saat tidur loh." Teriak Sakti yang nggak terima istrinya mendukung sang adik.
" Dasar bucin." Ucap Zafran yang baru datang dan bergabung dengan Zafira dan Sakti.
" Nggak perlu ada Ghazan yang bakal meluk aku." balas Amara.
Semua yang ada di sana menertawakan Sakti karena tak mendapatkan dukungan sang istri.
__ADS_1