Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
257. Bahasa Ghazan


__ADS_3

Tak lama rombongan ustad Gibran dan khayra pun tiba. Rayyan yang melihat kedatangan orang tuanya langsung berjalan menuju orang tuanya.


Dan Rayyan langsung memeluk Mommy nya.


" Mommy kangen sayang." Ucap Khayra.


" Sama Rayyan juga Mom."


" Hai boys Deddy nggak di peluk nih." Ucap ustad Gibran


Rayyan pun melepas pelukan Mommy nya memeluk Deddy nya. Setelah itu Rayyan memeluk Oma dan opa juga kakek dan nenek.


Kemudian mencium tanya kakak dan kakak iparnya.


" Uncle Rayyan sha juga mau di peluk kaya Oma." Rengek Shanum.


Rayyan pun langsung memeluk keponakannya itu.


" Mo Eluk uga." ucap Ghazan yang ingin di peluk juga.


" Wah Ghazan mau di peluk juga ya."


Ghazan mengangguk


Rayyan pun langsung mengendong Ghazan dari gendongan kakak iparnya.


" Lebih baik kita langsung cek in terus istirahat." ucap ustad Gibran.


" Ded kamar kita Rayyan udah cek in kuncinya di Rayhan."


" Oh ya udah."


Akhirnya mereka pun pergi ke kamar masing-masing.


Di dalam kamar Rayyan terus saja nempel dengan Mommy nya.


" Mas kamu tuh dari tadi nempelin Mommy nya terus. Kamu tuh udah dewasa harusnya tuh sudah punya istri." Ucap ustad Gibran yang kesal karena nggak bisa dekat-dekat dengan sang istri.


" Apaan sih Deddy orang yang aku peluk itu Mommy aku. Mommy aja nggak masalah iya kan Mom."

__ADS_1


Khayra hanya mengangguk.


" Awas boys kamu kembali ke kamar kamu Mommy mau istirahat." Ustad Gibran menyuruh anaknya pindah ke kamar sebelah.


" Nggak mau, Mommy pilih mau di peluk Rayyan atau Deddy."


" Di peluk anak Mommy yang ganteng dong." Ucap Khayra yang langsung mendapat plototan dari sang suami.


Rayyan yang di pilih sang Mommy langsung tertawa mengejek sang Deddy.


" Hahaha Deddy kalah pamor Sama aku."


" Yang suruh dia pindah ke kamarnya."


" Biarin sih yang aku masih kangen sama anak ku yang ganteng ini." ucap Khayra yang makin memeluk erat sang putra.


" Yang nanti aku nggak bisa tidur kalau nggak meluk kamu." Ucap ustad Gibran


" Lebay ..." Ucap Rayyan memutar bola matanya malas.


Sedangkan Khayra hanya geleng-geleng saja.


" Nggak apa boys kan lucu." Teriak ustad Gibran menggoda putranya.


" No way." Balas Rayyan dari luar.


" Akhirnya anak itu pergi juga." ucap ustad Gibran yang langsung naik ke tempat tidur dan memeluk sang istri.


Keesokan harinya mereka sarapan di restoran hotel sambil menunggu rombongan yang dari London sampai.


Sore hari baru rombongan mas Iqbal yang datang.


Setelah sarapan Khayra membawa ketiga cucunya untuk bermain di kamarnya.


Tak lama muncul Zafira dan Zafran di sana.


" Mommy..." Teriak zafira yang langsung memeluk sang Mommy.


Begitu juga Zafran berjalan mendekati sang Mommy dan memeluknya.

__ADS_1


" Kalian cuma berdua aja Luna sama Bagas mana." Tanya Khayra.


" Nggak jadi ikut Mom." jawab Zafira


" kenapa?."


" Om Rudi kecelakaan jadi mereka memilih pulang ke Indonesia." jawab.


" Astaghfirullahaladzim, terus gimana keadaannya." tanya Khayra.


" Kakinya patah dan juga berapa luka." jawab Zafira.


" Gimana bisa kecelakaan dek." Kali ini Rayyan yang bertanya.


" Kecelakaan beruntun Mom, untung om Rudi pakai safety belt jadi lukanya nggak serius hanya kakinya kejepit aja."


" Luna pasti syok banget ya."


" Iya Mom Luna takut banget kehilangan papanya."


" Ya udah kita doain aja biar lekas sembuh."


" Ty na anan etat ma ajan." celoteh Ghazan.


" Kamu ngomong apa sih? Aunty nggak ngerti." ucap Zafira yang nggak ngerti ucapan sang keponakan.


" Ihih..Ty na anan etat ma ajan ecal deh." ucap Ghazan sambil mendorong tubuh Zafira agar menjauh dari Oma nya.


" Mom Ghazan ngomong apa sih Fira nggak tahu." tanya Zafira ke Mommy nya.


" Kata Ghazan kamu sana jangan dekat Oma Ghazan."


" Ya Allah kirain ngomong apa kamu." Zafira langsung menepuk keningnya.


" Kursus dek kursus bahasa Ghazan." Celetuk Rayyan.


" Iya dek biar tahu biar bisa berkomunikasi dengan baik sama Ghazan." Goda Zafran yang membuat Zafira memanyunkan bibirnya.


" Sudah-sudah Kalian lebih baik istirahat dulu sana." Kata Khayra ke kedua anaknya.

__ADS_1


__ADS_2