
Kini mereka pun sudah berkumpul di meja makan termasuk Dania. Karena semenjak pulang dari sekolah Dania terus menangis dan nggak mau keluar kamar.
Khayra senang melihat putrinya mau ikut makan malam bersama. Walaupun dengan mata yang sembab tapi kondisinya sudah lebih baik.
'
' Oma, Opa tahu nggak." celoteh si bungsu memecahkan keheningan.
" Kan Fira belum cerita ke opa." ucap papa lembut.
" Oh iya Fira lupa." ucapnya sambil cengengesan.
" Ayo coba cerita sama opa."
" Tadi kasihan deh opa masa temboknya nggak salah di pukuli tahu."
" Oh iya kenapa emang? "
" Tahu, Mas Sakti." Zafira menaikkan bahunya . " kenapa temboknya di pukuli padahal kan temboknya nggak salah."
" Kasihan kan temboknya untung aja nggak nangis kalau Fira pasti udah nangis."
" Berisik dek." ucap Rayyan kesal karena bicara di meja makan.
Rayuan sangat nggak suka kalau ada orang yang bicara sambil makan.
" Biarin." Zafira menjulurkan lidahnya ke sang kakak.
Rayyan hanya mendengus kesal
" Mas Rayyan teman Fira yang bule itu kan suka sama mas Rayyan."
Tapi Rayyan tak menanggapi omongan sang adik perempuannya.
" Mas Rayyan mah kebiasaan cuma diam aja. Pasti cuma mau jawab kalau sesuatu yang penting." ucap Zafira yang kesal karena kakaknya tak menjawab.
" Itu tahu." Jawab singkat Rayyan.
" Cantik tahu kak bule gitu."
" Bocil berisik ngomongin apaan sih suka-sukaan masih kecil." ucap Zafran yang mulai terganggu.
Zafira Langsung memanyunkan bibirnya.
" Sudah ya jangan ngambek, Katanya Tadi minta di bikin gambar sama mas sakti." ucap sakti sambil mengacak-acak rambut Zafira.
' oke." Bocah itu pun kembali riang
__ADS_1
" Dasar ratu drama." ucap Zafran pelan.
" Mas Zafran aku dengar Ya." Ucap Zafira sambil melotot ke Zafran.
" Sudah-sudah ayo makan, Setelah itu kalian belajar terus tidur."
" Iya mom.' Jawab mereka serempak.
" Zafran nggak ada kamu main game ya."
" Iya mom.'
Selesai makan anak-anak langsung naik ke kamar masing-masing. Sedangkan Khayra, ustad Gibran , mama dan papa memilih untuk duduk di ruang tv.
" Ramon sudah ngasih kabar kalau orang itu nggak akan melaporkan sakti ke polisi. Jadi kalian udah nggak usah pusing lagi tugas kalian sekarang adalah membuat Dania kembali seperti kemarin. papa lihat dia lebih banyak diam, Papa tahu nanti dia jadi minder karena kejadian itu. Kalian tanya kalau Dania sudah nggak nyaman atau takut sekolah di sana. Mungkin dia bisa sekolah di pesantren mungkin dia lebih aman karena nggak akan ada yang berbuat seperti itu lagi." ujar papa.
" Iya pah, Nanti Kai tanya ke Dania nya."
********
Seperti biasa Dania pasti akan berangkat dengan sakti. Sampai sekolah sakti selalu menemani sang adik sampai ke kelasnya. Walaupun sakti tahu tidak akan ada yang berani macam-macam. Tapi tetap aja mereka masih membicarakan Dania di belakang.
Sampai kelas Dania ternyata sudah ada sahabat Dania, Riana dan Mulan.
" Ya udah sana masuk udah ada sahabat kamu tuh. Oh iya nanti om Ramon yang bakal jemput soalnya mas Sakti ada pendalaman materi. Dan satu lagi jangan dengerin kalau ada orang yang ngomongin kamu."
" Ya udah kakak mau ke kelas mas dulu."
Dania pun langsung menghampiri kedua sahabatnya.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
" Dania kamu nggak apa-apa kan." Tanya Mulan.
" Aku baik-baik aja kok."
" Pokoknya kamu jangan dengerin orang-orang mau ngomong apa tentang kamu ingat cuekin aja."
bel istirahat pun berbunyi Dania pun mencoba bersikap biasa aja. Dia pun pergi ke kantin bersama ke dua sahabat.
Tapi sepanjang perjalanan dari kelas sampai kantin semua siswa melihat kearah Dania terus. Dania yang di lihatin oleh para siswa pun langsung nggak percaya diri. Rasanya dia mau kembali lagi ke kelas Tapi mereka saat ini sudah berada di kantin.
" Jangan pedulikan mereka anggap aja mereka lagi ngelihatin artis.".bisik Riana.
" Yoi bener kaya artis di lihatin gini." Timbal Mulan.
__ADS_1
" Kalau kamu nggak nyaman kita beli minum dan makanan yang bisa di bawa ke kelas."
" Kita beli burger atau roti Bakar aja gimana?.' Saran Mulan.
" Aku mau beli burger sama jus aja. Kalian nggak apa-apa nggak makan di kantin." ucap Dania nggak enak dengan kedua sahabatnya.
" Nggak masalah tapi bayarin ya jajanan aku." Ucap Mulan.
Mulan adalah anak berprestasi yang menerima beasiswa. Pulang sekolah dia masih harus bekerja di cafe. Makanya Dania nggak pernah keberatan membayar jajanan milik Mulan.
Mungkin nasibnya akan sama dengan Mulan kalau saja dia dan mas Sakti tidak di angkat jadi anak oleh Mommy dan Deddy.
Setelah membeli makanan yang mereka inginkan. Mereka pun kembali ke kelas, Setidaknya untuk saat ini kelas jadi tempat paling nyaman.
Saat pulang sekolah pun semua siswa memandang ke arah Dania. Beruntung saat ini ada kedua sahabatnya jadi mereka mencoba menenangkan Dania.
" Kenapa berhenti?." Tanya Riana.
" Ngapain cowok itu ada di sini " Ucap Dania pelan.
Riana dan Mulan yang melihat Dania yang tiba-tiba ketakutan. mulan pun langsung melihat ke arah Dania melihat. Dan ternyata di sebrang sana ada cowok yang kemarin mencium Dania.
" Ngapain lagi tuh cowok ke sini." Ucap Mulan geram
" Siapa ?" Tanya Riana.
" Tuh..." Tunjuk mulan pakai dagunya.
" Ih... cowok resek, Kamu udah di jemput belum kalau belum biar bareng aku." Ucap Riana.
Tak lama om Ramon pun sampai.
" Itu om Ramon sudah sampai aku duluan ya. Mulan mau bareng nggak."
" Aku bawa motor."
" ya udah aku duluan ya, Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Dania masuk ke dalam mobil
" Assalamualaikum om."
" Walaikum salam."
Om Ramon pun langsung melajukan mobilnya.
__ADS_1
" Nggak usah di pedulikan anggap aja dia nggak ada. Dan om pastikan dia nggak akan mendekati kamu lagi." ucap om Ramon