Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
222. cerita Rayyan


__ADS_3

Kini mereka pun sudah sampai di mall sesuai keinginan Rayyan.


" Kita mau kemana nih mas?." Tanya Khayra ke anaknya.


" Ketempat permainan." Jawab Rayyan singkat.


Khayra tak banyak bertanya dia hanya mengikuti kemauan anaknya. Kini mereka pun berada di tempat permainan yang ada di mall.


Setelah mengisi kartu, Mereka pun berpencar sedangkan Khayra memilih hanya duduk sambil melihat mereka bermain.


Khayra yang memperhatikan anak-anaknya bermain merasa senang karena mereka senang. Tapi Khayra mengeryitkan keningnya melihat cara Rayyan bermain basket. Rayyan begitu emosi memasukkan bolanya.


Khayra yang semakin yakin kalau putranya sedang tidak baik-baik saja.


Tak lama Rayyan pun pindah ke permainan memukul Whack N win. Sama kaya saat Rayyan main basket. Permainan ini juga seakan Rayyan mengeluarkan emosinya.


Khayra hanya bisa bersabar menunggu anaknya cerita.


Setelah puas bermain mereka pergi mencari makan karena mereka sudah sangat lapar . Khayra pun mengajak anaknya untuk makan ayam Afrika di salah satu restoran yang ada di mall tersebut.


Setelah makan mereka pun lanjut keliling mobil. Rayyan, Zafran dan Zafira mereka kompak membeli sepatu yang sama biar kompak katanya.


setelah puas jalan-jalan di mall kini mereka pun memilih untuk pulang karena sudah malam juga.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil Khayra.


" Mom Rayyan nginap di rumah." Ucap Rayyan begitu Khayra akan melaju mobilnya.


" Kamu mau nginap di rumah." Khayra langsung nengok ke putranya yang mengangguk memberikan jawabannya.


" Kamu emang nggak sekolah." Tanya Khayra heran.


" Nanti Rayyan akan cerita ke Mommy."


" Baiklah." Khayra kembali mengendarai mobilnya keluar dari mall dan berjalan pulang.


Tiga puluh menit waktu yang Khayra tempuh kini mereka sudah sampai di rumah.

__ADS_1


Begitu masuk kedalam rumah ternyata ustad Gibran dan papa sedang mengobrol di ruang keluarga.


" Assalamualaikum." Sapa mereka.


" Walaikum salam." Papa dan ustad Gibran pun langsung menengok ke sumber suara.


" Loh.. loh kok cucu opa ada di sini." Ucap papa heran karena melihat cucunya datang padahal bukan hari libur.


" Iya opa." Ucap Rayyan sambil menunduk.


Ustad Gibran yang melihat putranya takut pun langsung menyuruh istri dan anaknya untuk bersih-bersih.


kini Semua sedang menikmati makan malam yang hening tak bersuara. Selesai makan malam semua kembali ke kamar masing-masing.


Hanya mama, papa, ustad Gibran dan khayra yang sedang duduk di ruang keluarga.


" Nak kamu tahu kenapa cucu Oma tiba-tiba menginap di rumah padahal nggak libur sekolah kan." Tanya mama.


" Iya Mah Kai juga binggung Rayyan nggak bilang apa-apa dari tadi. Cuma tadi saat sedang main permainan di Mall terlihat Rayyan seperti sedang meluapkan emosinya. Tapi Rayyan sudah janji bakal cerita." jelas Khayra.


" Mudah-mudahan nggak ada apa-apa ya nak."


" Sudah lebih baik kalian istirahat, papa dan mama juga mau istirahat, Ayo mah." Ajak papa.


Sepeninggalan mama dan papa Khayra dan ustad Gibran pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke lantai atas menuju kamarnya.


Begitu masuk kamar Khayra pun langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah itu baru ustad Gibran yang masuk ke dalam kamar mandi. Setelah itu ustad Gibran menyusul Khayra yang sedang duduk bersandar di atas ranjang.


Tak lama pintu kamar di ketuk


Tok...tok...tok...


" Mom ini Rayyan, Rayyan boleh masuk." Suara Rayyan memanggil Mommy nya dari luar.


" Iya masuk aja nak." Jawab Khayra.


Pintu kamar pun di buka dan nonggol lah Rayyan masuk ke dalam kamar. Rayyan langsung berjalan naik keatas ranjang dan tiduran dengan kepala di atas paha Mommy nya.

__ADS_1


" Sudah siap cerita sama Mommy dan Deddy." Tanya Khayra sambil mengelus kepala Rayyan.


" Tapi janji Mommy dan Deddy nggak akan marah." Ucap Rayyan yang mendongak kepalanya menatap Mommy dan Deddy nya.


" Kami percaya kamu punya alasan melakukan itu boys." jawab ustad gibran.


" Rayyan lagi di skorsing." kata Rayyan dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Khayra dan ustad Gibran.


" Mulai kapan boys? " Tanya ustad Gibran.


" Mulai hari ini "


" Berapa lama?." Tanya ustad Gibran kembali.


" Seminggu."


" Ini alasan kamu yang tiba-tiba mengajak Mommy ke mall Supaya kamu bisa melampiaskan emosi kamu ke permainan." ucap Khayra yang masih mengelus kepala Rayyan.


" Iya karena Rayyan kesal ."


" Kakek tahu." Tanya Khayra


" Ya pasti tahulah Mom."


" Terus kenapa anak Mommy bisa di skorsing."


Rayyan langsung menarik napas lalu menghembuskannya.


" Awal ceritanya ada santriwati dan juga teman sekelas Rayyan di sekolah. Dia suka sama Rayyan dan suka nulis surat dan juga hadiah."


Khayra dan ustad Gibran saling pandang lalu tersenyum.


" Tapi Rayyan nggak selalu menanggapi dan tahu sendiri kan Mommy dan Deddy tahu ada peraturan kalau sampai ada santri yang ke Tawan pacaran dan saling kirim surat pasti di hukum. Dan itu sangat Rayyan hindari makannya Rayyan nggak pernah mau menerima surat-surat itu."


" Makin lama perempuan itu makin menyebalkan dia menyebarkan berita kalau dia sama Rayyan itu sudah di jodohkan. Kenal aja nggak ? " ucap Rayyan kesal.


" Kamu sudah tegur dia baik-baik nak."

__ADS_1


" Sudah Mom tapi orangnya ngeyel dan yang membuat Rayyan kesal dia suka nitip surat atau hadiah ke Luna. Temannya Luna pernah ngadu ke Rayyan Mom katanya Perempuan itu kalau nyuruh Luna dengan kata-kata yang nggak baik terkadang Luna sampai nangis loh Mom."


" Terus..."


__ADS_2