Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
146. kepergian mbak sari


__ADS_3

Zahra dan yang lainnya sampai di rumah duka. rumah sederhana berukuran 6 x 15. Tenda sudah terpasang dan para pelayat sudah berdatangan.


Zahra mengendong Chantika masuk ke dalam rumah. Para tetangga memandang Zahra yang mengendong Chantika. Mereka bertanya-tanya siapa mereka dan Chantika begitu dekat dengan mereka.


" Mereka siapa ya kok Chantika katanya dekat banget." tanya salah satu tetangga dokter Fachri.


" Iya sari pernah bilang kalau mereka berdua yatim piatu dan nggak punya kerabat lain." timpal ibu yang lainnya.


" Mereka itu keluarga kyai Ibrahim pemilik pesantren Al hikmah." ucap ibu berpakaian syar'i.


" Iya betul mereka keluarga pemilik pesantren Al hikmah. Tapi apa hubungannya ya?.".


" Kan pak dokter Fachri itu kerja di rumah sakit milik kyai Ibrahim."


" Atau jangan-jangan istri barunya dokter Fachri itu masih keluarga kyai Ibrahim."


" Bu RT..." panggil salah satu ibu-ibu yang sedang berkumpul.


" Iya ada apa?." tanya Bu RT.


" Tadi kami melihat ada istri kyai Ibrahim dan juga keluarganya datang membawa Chantika."


" Oh itu, Kan Chantika memang tinggal di sana selama almarhumah di rawat di rumah sakit."


" Terus tadi Chantika di gendong dengan wanita muda dan Chantika sangat dekat sepertinya."


" Oh itu cucunya pak kyai anak bungsunya Gus Azam dan itu mama barunya Chantika." jelas Bu RT.


" Berarti istri barunya dokter Fachri."


" iya betul."


" Ya Allah dokter Fachri beruntung menikahi wanita itu, sudah cantik, masih muda, dari keluarga terpandang dan terlihat sangat menyayangi Chantika."


" Dia kembar ya Bu RT soalnya saya melihat ada wanita yang mirip dengannya berjalan di belakangnya."


" Iya kembar, kembarannya sudah menikah dan sudah punya satu orang anak. Dan istri barunya dokter Fachri juga calon dokter juga."


*******


Zahra pun masuk ke dalam rumah dan langsung menghampiri jenazah mbak sari. Dokter Fachri yang melihat kedatangan Zahra dan Chantika langsung mengambil Chantika dari Zahra.


" Papa, sekarang mama udah nggak sakit lagi ya. Mama udah bahagia di surga. " ucap bocah tiga tahun itu di pangkuan sang papa.


Dokter Fachri yang mendengar ucapan putrinya sontak langsung menengok ke Zahra.


" Maaf..." ucap Zahra pelan yang masih bisa di dengar oleh dokter Fachri yang memang duduknya dekat.


" Terima kasih."


Setelah dimandikan dan dishalatkan Jenazah pun langsung di bawa ke pemakaman. Chantika nggak pernah lepas dari Zahra.


Malam harinya seperti biasa diadakan tahlilan, Keluarga Zahra pun masih di sana mengikuti tahlilan. Dan malam ini Zahra memutuskan untuk menginap di sana. Lagi pula Zahra dan dokter Fachri sudah sah menjadi suami istri.


" Mas ini Zahra bawain makan mas belum makan dari siang." ucap Zahra sambil menaruh piring berisi makanan di atas meja.


" Chantika."


" Sudah tidur." jawab Zahra.


" Kamu udah makan?." tanya dokter Fachri.

__ADS_1


" Sudah mas tadi sekalian sama Chantika." ucap Zahra yang memutus untuk memang dengan sebutan mas.


" Terima kasih sudah selalu ada buat Chantika."


" Sama-sama mas, sekarang Chantika itu sudah jadi anak Zahra jadi sudah tentu Zahra akan perhatian dan menyayangi Chantika."


" Dek, maaf sebelumnya bukan mas nggak menghargai kamu sebagai istri. Tapi mas butuh waktu untuk menyendiri, Kamu nanti tidur dengan Chantika ya." ucap dokter Fachri yang merasa nggak hati.


" Iya mas Zahra paham kok jadi nggak usah merasa bersalah. kalau gitu Zahra pamit tidur dulu, makanannya di makan mas jangan sampai sakit."


" Iya terima kasih."


Zahra pun masuk ke dalam kamar Chantika.


" Eh, neng Zahra mau tidur di sini." Tanya mbok nah.


Mbok nah yang memang tidur dengan Chantika bergelar kasur di lantai.


" Iya mbok mas Fachri lagi butuh sendiri mbok."


" Iya mbak, Walaupun mas Fachri menikahi mbak sari karena permintaan ayahnya mbak sari. Tapi karena mereka sering bersama sebagai kakak adik. Dan janji untuk menjaga mbak sari mungkin itu yang membuat mas Fachri merasa bersalah. sudahlah neng Lebih baik tidur sudah malam." ujar mbok Nah.


Zahra pun mengambil tidur di sebelah Chantika.


Menjelang lebaran subuh Zahra bangun dan Zahra pun bergegas keluar kamar. Karena hendak ke kamar mandi karena kamar mandinya di luar makannya Zahra memilih sekalian mandi.


Saat keluar kamar berpapasan dengan dokter Fachri yang sepertinya habis mandi.


" Pagi mas." sapa Zahra dan berlalu ke kamar mandi.


Selesai shalat subuh Zahra sudah tak mendapati mbok Nah di kamar. Maka Zahra pun langsung pergi ke dapur menemui mbok nah. Tapi pas mau keluar kamar Chantika bangun mungkin berapa hari di rumah Zahra dan Chantika terbiasa bangun subuh.


" Tante Zahra." panggil Chantika dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Selesai memandikan dan merapikan Chantika, Zahra pun pergi ke dapur untuk membuatkan Chantika susu.


Saat sedang membuat susu mbok Nah menghampiri Zahra.


" Neng Zahra maaf di rumah nggak ada bahan makanan. Jadi mbok mau belanja sekalian beli sarapan, neng Zahra mau sarapan apa?." tanya mbok Nah.


" Zahra ikut ya mbok, sebentar Zahra izin ke mas Fachri dulu." ucap Zahra.


Zahra pun menghampiri mas Fachri yang sedang duduk di ruang tamu.


" Mas Zahra mau izin ikut mbok Nah beli sarapan sekalian belanja sayur. Mas Fachri mau sarapan apa?."


" Tunggu." Mas Fachri masuk ke dalam kamarnya dan tak lama keluar lagi.


" Nih." Mas Fachri memberikan lima lembar seratus ribuan.


" Ambillah mas belum ambil uang, uang cash mas cuma segitu. Nanti kalau kurang kamu minta sama mas." ucap mas Fachri.


" Iya mas, mas mau sarapan apa?." tanya Zahra.


" Beliin mas bubur ayam aja."


" Ya udah Zahra pergi dulu ya mas. Assalamualaikum." ucap Zahra sambil mencium tangan dokter Fachri.


" Walaikum salam."


Zahra pun pergi bersama mbok Nah dan Chantika ke ujung jalan. di sana banyak yang menjual menu untuk sarapan, Ada juga jajanan anak-anak serta terdapat tukang sayur yang lumayan komplit.

__ADS_1


" Kita mau kemana dulu mbok."


" Kita beli sarapan dulu aja neng karena cepat habis."


" Mbok mau sarapan apa?." tanya Zahra.


" Sayur lontong kayanya enak deh neng."


" Iya mbok Zahra baru mau ngajak ke sana tapi beli bubur dulu mbok buat mas Fachri dan Chantika."


" Iya neng."


mereka pun pergi ketempat bubur terlebih dahulu memesan dua porsi untuk di bawa pulang. setelah itu mereka baru pergi ke tempat penjual sayur lontong.


" Tante Zahra Chantika mau itu." tunjuk Chantika ke tukang kue cubit.


" Eh sama itu deh.' ucapnya lagi kali ini Chantika menunjuk tukang penjual gulali.


" Mbok pesan aja ya ini uangnya Zahra mau ke sana dulu Chantika mau beli kue cubit sama gulali." ucap Zahra sambil memberikan uang seratus ribuan.


" Iya neng, hati-hati."


Begitu Zahra dan Chantika pergi ibu penjual sayur lontong bertanya ke mbok Nah.


" Mbok itu mama barunya Chantika?." tanya ibu penjual sayur lontong.


" Iya Bu." jawab mbok Nah jujur karena dia tahu beritanya pasti cepat sampai ke semua orang.


" Masya Allah itu kan cucunya Kyai Ibrahim pemilik pesantren Al hikmah. Masya Allah bersyukur ya mbok mama barunya kayanya sayang banget dengannya."


" Iya mbok kemarin saat mandiin jenazah saya lihat wajah sari berseri dan tersenyum. Kayanya dia pergi dengan bahagia karena menitipkan suami dan anaknya di orang yang tepat." timpal Ibu-ibu.yang juga kebetulan sama-sama membeli sayur lontong.


" Amin doakan saja."


Tak lama Zahra datang kembali


" sudah mbok."


" Sudah ini neng." bukan si mbok tapi ibu penjual sayur lontong yang jawab sambil memberikan plastik berisi sayur lontong.


Mbok Nah langsung mengambil kantong plastik dan membayarnya.


" Terima kasih Bu kami permisi, Assalamualaikum."


" walaikum salam."


Setelah itu mereka pun berlanjut ke tukang sayur dan di sana ada berapa tetangga mas Fachri.


" eh mbok Nah sama si Eneng belanja." Ucap para ibu-ibu.


" Panggil Zahra aja Bu." ujar Zahra sopan.


" Iya neng Zahra." ucap ibu-ibu ramah


" Neng mau masak apa?." Tanya Mbak nah.


" Chantika mau mam apa nanti siang ?." tanya Zahra.


" Mau sayur SOP ."


" Masak sayur SOP telur puyuh, udang tepung sama bakwan jagung aja mbok sama sambal. sama sekalian belanja buat sarapan besok mbok."

__ADS_1


" Iya neng."


Mbok nah langsung memilih sayuran yang di perlukan untuk masak.


__ADS_2