
" Maaf ya Bu saya harus membawa anak ibu pakai ini, supaya orang Itu tidak mengetahui." Izin sang perawat.
Gina hanya mengangguk.
Perawat tersebut menaruh anak Gina di bawah troli obat yang di tutupi kain. setelah itu dokter Fachri dan perawat membawa bayi Gina keluar.
" kamu yang sabar ya Gin, Kamu harus percaya sama Ning khayra." Ucap Sarah.
" Iya sar, Aku percaya dan aku malah bersyukur bisa bertemu Ning khayra."
Setelah sepuluh menit dua perawat kembali masuk.
" Permisi Bu sudah saatnya dan ambulance sudah menunggu."
" Sus Bayinya sudah aman kan." Tanya Khayra.
" Sudah mbak kai, Dan kami juga sudah menyembunyikan identitasnya. Di sana juga ada dokter Khadijah."
" Baiklah sus."
" Oh iya nanti barang-barang ibu di bawa saja jadi mereka percaya kalau ibu dan bayinya di rujuk ke rumah sakit lain."
Setelah semua siap Gina mengendong boneka yang sudah di buat soal mengendong bayi benaran. Khayra, Nada dan Sarah pun ikut mengantar keluar.
Khayra, Nada dan Sarah memang melihat ada dua orang yang mencurigakan saat mereka keluar dari ruang rawat.
" Lihat dua orang yang tadi buru masuk mobil dan langsung pergi. aku rasa mereka mengejar ambulance yang di naiki Gina." ujar Sarah
" Iya Sarah aku juga merhatiin mereka mudah-mudahan nggak ada apa-apa."
" Amin, Ya udah Ning kita pamit dulu nanti sering kasih informasi ke kita ya Ning." ucap Sarah.
" Sudah pasti."
" Assalamualaikum Ning."
" walaikum salam, kalian hati-hati."
Khayra kembali ke ruangan uminya dan ternyata di sana sudah ada ustad Gibran, papa, Abi, om Zaki, umi, om Imam dan dokter Fachri.
Ceklek
" Assalamualaikum." ucap Khayra
__ADS_1
" Walaikum salam."
Khayra duduk di samping sang suami
" Kamu tenang aja Kai, semua sudah om urus. Nanti kebutuhan untuk teman kamu sudah di urus rumah sakit. Dan om sudah merahasiakan data anak teman kamu di rumah sakit ini. Jadi kalau ada yang mencari anak atau teman kamu sudah tidak ada di rumah sakit ini."
" Terima kasih om."
" Oh iya nak Abi sudah bicara dengan kakek untuk sementara keluarga Gina akan kami suruh tinggal di pesantren demi keamanan." ucap Abi.
" Iya nak nanti akan papa suruh orang papa yang mengurus kepindahan keluarga teman kamu. Karena begitu kamu cerita papa sudah menyuruh orang untuk mengawasi rumah teman kamu. Dan benar ada yang memantau di sana, Dan papa juga sudah menyuruh orang untuk menyelidiki mamanya teman kamu. Jadi kamu tenang aja."
" Terima kasih semuanya."
" Sama-sama."
" Oh iya kak, Fachri udah baca laporan medis nya. Jadi kami memutuskan untuk mengoperasi besok siang."
" Alhamdulillah, semua anaknya Gina cepat sembuh."
" Dan sayang untuk sementara kamu juga jangan sering ke rumah sakit dan Juga nggak usah nungguin anak-anak. Biar mbak-mbaknya aja yang nungguin toh di sana juga ada orang-orangnya papa. Jadi aman lebih baik kamu urus usaha kamu karena mas yakin kalian bertiga pasti akan di awasi oleh mereka." ucap ustad Gibran.
" Iya nak, lebih baik kamu urus usaha kamu agar mereka gak curiga." ucap Abi.
" Iya mas."
" Ya udah, mas sama papa mau kembali ke kantor lagi." Pamit ustad Gibran dan papa.
" Dan juga nanti orang papa akan ngabarin kamu kondisi teman kamu dan keluarganya." ucap papa sebelum pergi.
Abi dan om Zaki juga harus kembali ke pesantren, om Imam dan dokter Fachri juga kembali tugas.
" Kai umi Visit pasien dulu ya."
" Iya umi."
*********
Di Dalam ambulance ada seorang perawat yang ikut dengan Gina.
" Bu Gina nanti sampai di rumah sakit ibu ikuti saja dokter yang ada di sana. Nanti juga saya turun ke sana tapi hanya sampai IGD saja. karena ibu akan di bawa keluar melalui pintu belakang rumah sakit dan di bawa kembali ke rumah sakit Al hikmah." Jelas perawat itu.
Sampai di rumah sakit Gina dan perawat itu turun dan dibawa masuk ke ruang IGD.
__ADS_1
" Permisi Bu Gina saya dokter Samuel, Mari ikut saya ."
Gina pun mengikuti dokter Samuel menuju sebuah pintu sedangkan perawat yang ikut bersamanya keluar lewat pintu utama IGD.
Saat pintu di buka ternyata menuju dalam rumah sakit. Gina pun mengikuti dokter Samuel sampai ke pintu belakang rumah sakit.
" Kamu tenang aja mereka yang mengikuti kamu nggak akan sampai di sini. Karena ini hanya untuk keluar masuk mobil jenazah. dan itu mobilnya " tunjuk dokter Fachri.
Gina pun menaiki mobil hitam dan di dalam mobil tersebut sudah ada supir dan satu wanita.
Jujur Gina sangat deg-degan karena dia sendirian dan nggak mengenal mereka.
" Bu Gina nggak usah takut nama saya Yola saya orang yang di utus untuk menjaga Bu gina oleh pak Khairul mertuanya Bu Kai." ucap Yola yang melihat Gina ketakutan.
Sampai di rumah sakit Al hikmah kembali tapi sebelum turun Gina di suruh mengganti baju dan juga memakai cadar agar tak di kenali.
Gina di antar menuju ruangan anaknya.
Sebelum pulang bersama umi, Khayra terlebih dahulu menjenguk Gina dan anaknya.
Ceklek
" Assalamualaikum Gin."
" Walaikum salam." Gina langsung menubruk Khayra dan memeluknya.
" Ning terima kasih, Aku nggak tahu harus Gimana balasnya." ucap Gina sambil menangis.
" cukup kamu dan keluarga kamu bahagia itu sudah cukup."
" Masya Allah Ning."
" Oh iya kamu telpon suami kamu untuk siap-siap pindah. Untuk sementara keluarga kamu akan tinggal di pesantren biar lebih aman. Dan aku udah kirim gambar orang yang akan menjemput suami kamu supaya nggak salah "
Gina pun langsung menelpon suaminya
" Oh iya mungkin aku nggak akan nengok kamu sampai masalah ini selesai. Dan kamu kalau bisa jangan keluar dari kamar ini. Yola yang akan menemani kamu di sini jadi kalau butuh apa-apa bisa bilang ke yola." ujar Khayra.
" Iya Ning , terima kasih."
" Sama-sama, Aku pamit ya. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
__ADS_1