
setelah infusnya habis Dania pun di perbolehkan meninggalkan ruang IGD.
" Ayo sayang Abang bantu." ucap Khalid membantu Dania untuk duduk di kursi roda.
Khayra dan Khalid membawa Dania menuju dokter obgyn.
" Mom kok ke sini tadi katanya sudah boleh pulang." tanya Dania karena dirinya bukan di dorong menuju pintu keluar tapi malah menuju kemana Dania nggak tahu
" Kita ketempat dokter rindi dulu ya sayang cuma sebentar kok terus kita pulang ke rumah Mommy ya.". Ucap Khayra sambil mengelus bahu Dania.
Mereka pun sampai di ruangan dokter rindi.
" Selamat siang mbak Kai..' Sapa dokter rindi yang ternyata sudah ada di depan ruangannya menunggu kedatangannya.
" Siang juga dokter rindi, Maaf kalau saya mengganggu jam kerja dokter rindi." ucap Khayra sopan.
" Nggak kok saya kebetulan lagi senggang mari silakan masuk."
Kami pun masuk ke ruangan dokter Rindi.
" Oh iya dok kenalkan ini anak saya Dania dan ini menantu saya Khalid."
" Salam kenal juga, Mari kita langsung periksa saja." ucap dokter Rindi
" Suster tolong bantu nak Dania berbaring."
Dania pun di bantu suster untuk berbaring di brankar. Suster mengangkat baju Dania hingga sebatas dada.
Tak lama dokter pun mulai menempelkan alat di perut Dania Dan mulai memeriksanya.
" Gimana dok?." Tanya Khayra yang melihat dokter Rindi tersenyum.
" Selamat mbak Kai bakal jadi nenek muda dan juga selamat buat nak Dania dan nak Khalid kalian bakal jadi orang tua." ucap dokter Rindi.
" Dok, Dokter serius kan."
" Iya mbak Kai usia kandungannya malah sudah besar."
" Maksudnya."
" Sudah jalan sembilan Minggu usia kandungannya." ucap dokter Rindi.
" kamu selama ini benar-benar nggak ngerasain mual, pusing atau apa." Tanya dokter Rindi.
Dania menggeleng." Nggak dok, baru tadi pagi saya rasa pusing banget sebelum-sebelumnya nggak." jelas Dania.
" Sepertinya baby kamu ngerti sayang kalau mamanya sedang sibuk ujian jadi dia nunggu mamanya selesai ujian.' ucap Khayra yang sangat bahagia.
__ADS_1
" Bisa jadi itu mbak Kai." Timpal dokter Rindi.
" Mom ini maksudnya apa Dania beneran hamil." ucap Khalid bingung.
" Iya Dania juga bingung."
" Itu tadi di layar monitor itu menunjukan ada anak kalian di dalam perut kamu." ucap Khayra
" Khalid nggak ngelihat apa-apa tadi di monitor." ucap Khalid polos.
" Iya Dania juga nggak lihat apa-apa."
" Baiklah kalian lihat buat hitam ini." tunjuk dokter Rindi.
Keduanya mengangguk.
' Ini adalah calon anak kalian berdua."
Setelah mendengarkan penjelasan dokter Rindi kini keduanya malah menangis.
" Sayang kita beneran bakal punya anak sayang." Ucap Khalid sambil mencium seluruh wajah Dania sambil menangis haru.
" Iya bang di perut Dania ada anak kita bang." Ucap Dania sambil menangis.
Mereka larut dalam kebahagiaan sampai tidak ingat kalau masih ada khayra, dokter Rindi dan juga suster.
Mendengar ucapan Mommy nya akhirnya mereka pun menghapus air mata masing-masing. Setelah itu Khalid membantu Dania merapikan pakaiannya dan juga menuntun Dania untuk duduk kembali.
" Baiklah karena semuanya bagus dan nak Dania juga nggak ada keluhan jadi saya kasih resep vitamin aja ya."
" Iya dok terima kasih, Kami permisi kalau begitu." Pamit Khayra.
" Iya mbak Kai."
" Mari dok, "Pamit Khalid dan Dania.
" Di jaga kandungannya."
" Iya dok."
Mereka bertiga meninggalkan ruangan dokter Rindi dan kini mereka berjalan keluar rumah sakit.
" Kalian mau langsung ke rumah Mommy atau bagaimana?." Tanya Khayra.
" Dania ikut Mommy aja biar Abang pulang ambil barang-barang." Ucap Dania.
" Ya udah Mom titip Dania ya, resep mau Khalid yang tebus atau Mommy."
__ADS_1
" Biar Mommy aja."
" Ya udah kalau gitu Khalid pamit ya Mom." Ucap Khalid mencium tangan Khayra.
" Iya hati-hati jangan ngebut." pesan Khayra.
" Iya Mom, Sayang Abang pulang dulu ya." ucap Khalid sambil mencium kening Dania.
" Jangan lama-lama."
" Iya nggak akan lama-lama. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Setelah Khalid pergi Khayra meminta Dania untuk menunggu karena Khayra akan menebus vitamin terlebih dahulu.
Setelah itu mereka pun langsung pulang diantar oleh supir. Tapi di tengah jalan Dania meminta untuk mampir ke supermarket karena dia ingin membeli sesuatu.
Khayra pun langsung meminta supir untuk mampir ke supermarket terlebih dahulu.
Kini mereka sudah berada di supermarket, Khayra langsung mengambil satu buah troli dan mendorongnya.
" Selamat siang Bu ada yang bisa saya bantu.' Ucap salah satu karyawan supermarket yang langsung mendekat begitu tahu sang pemilik yang datang.
" Nggak apa-apa kamu kembali saja bertugas saya cuma mau nemani anak saya saja ' ucap Khayra.
" Baik Bu kalau begitu saya kembali bertugas lagi "
Khayra hanya mengikuti Dania ke arah tempat buah.
" Kamu mau makan buah nak?." tanya Khayra.
" Dania nanti mau bikin es buah tapi Dania cuma mau pakai buah salak, strawberry, sirsak , sama buah jeruk pakai sirup, susu, sama es." Ucap Dania.
" Ayo ambil buah yang kamu inginkan, Mommy juga akan mengambil bauh untuk membaut es campur." ucap Khayra.
Dania pun langsung mengambil buah-buahan yang dia ingin kan.
" Udah buahnya ada yang ketinggalan nggak."
" Nggak Mom, Mau beli apa lagi."
" Dania mau bikin agar boleh."
" Boleh sayang yuk kita ambil agarnya." ajak Dania.
kurang lebih hampir satu jam akhirnya bumil selesai juga mengambil semua yang dia inginkan.
__ADS_1
Setelah itu Khayra langsung menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Khayra akan selalu membayar belanjaannya walaupun supermarket itu miliknya sendiri. Setelah itu dia pun pulang ke rumah.