
Sudah hampir dua Minggu suaminya berada di Surabaya. walaupun hampir tiap malam suaminya video call tapi tetap saja dia sangat merindukan suaminya. dan hari ini hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh nya. sore ini Khayra akan berangkat ke Surabaya, khayra diantar sama pak Parjo ke bandara. khayra tidak sendiri melainkan dengan mama dan papa mertuanya, om Wisnu dan kak Hilman. khayra akan bertemu dengan mereka di bandara.
Sampai bandara khayra segera menurunkan kopernya lalu masuk ke dalam bandara mencari keberadaan mertuanya. dan khayra pun melihat mertuanya sedang melambaikan tangannya ke arah khayra.
" assalamualaikum." khayra mencium tangan semua yang ada di sana.
" walaikum salam."
Setelah itu kami pun melakukan bording sebelum masuk ke dalam pesawat. sebenarnya kedatangan khayra tidak di ketahui oleh ustad Gibran karena khayra ingin memberikan kejutan ulang tahun nanti tepat tengah malam saat pergantian hari. jadi mereka sengaja melakukan penerbangan jam tujuh malam.
Di tempat lain ustad Gibran bersama dengan om Jaka dan Akbar menghadiri pesta salah satu kliennya.
" selamat ulang tahun pernikahan pak Tomi dan istri. semoga kalian selalu bahagia, oh iya dapat salam dari mama dan papa maaf beliau tidak bisa datang."
" terima kasih pak Gibran, salam juga sama pak Khairul dan istri."
" iya nanti saya sampaikan."
" oh iya silahkan menikmati makan yang sudah di siapkan."
Ustad Gibran yang di temani oleh om Jaka dan Akbar langsung berbaur dengan para tamu undangan yang lainnya. Ustad Gibran mengambil segelas orange juice lalu dia meminumnya.
tak jauh dari sana ada dua orang tersenyum lebar karena mereka berhasil membuat ustad Gibran akan masuk kedalam perangkap mereka.
" Clara cepat kamu siap-siap seperti rencana kita berhasil.' ucap pak Surya yang menyuruh anaknya agar menyelinap masuk ke dalam kamar ustad Gibran.
" siap pah, aku akan menunggu pak Gibran di kamar." ucap Clara dengan percaya diri.
Sedangkan ustad gibran yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya langsung menghampiri om jaka.
" om, seperti nya ada yang mau main-main dengan kita. ada yang memasukkan obat perangsang dalam minuman yang aku minum." bisik ustad Gibran.
" kamu masih bisa bertahan sampai rumah yang ada di sini."
" saya akan coba om."
" sekarang kamu jalan keluar nanti ada bodyguard yang akan menjaga kamu dari jauh. tunggu Akbar datang." ucap om Jaka.
Ustad Gibran berjalan ke luar ruangan pesta di ikuti oleh anak buah om Jaka. setelah ustad Gibran meninggalkan om Jaka, om Jaka memberi kode pada anak buahnya untuk memperketat penjagaan ustad Gibran. beruntung anak buah om Jaka mengerti akan kode yang di berikan om Jaka.
" tolong tahan pak Surya jangan biarkan dia pergi dari situ." pesan yang di kirim ke om Jaka ke sahabat lamanya yang saat ini sedang mengobrol dengan pak Surya.
__ADS_1
" Akbar merapat." pesan yang di kirim ke Akbar.
" gibran dalam masalah dia meminum minuman yang sengaja di campur obat perangsang. bawa dia ke rumah yang ada di sini jangan bawa dia ke kamar hotel. terus kamu telpon tuan Khairul bilang keadaan Gibran, tuan Khairul sedang di jalan bersama Kai."
" siap."
Akbar langsung menghampiri ustad Gibran yang sudah berada di luar hotel. Akbar langsung membawa masuk ustad Gibran ke dalam mobil tanpa ada yang tahu.
" bran lo masih bisa tahan kan."
" gue nggak tahu bar, panas rasanya badan gue."
" tahan bran, kita akan ke rumah dan Kai juga sedang menuju ke sana nanti Kai yang akan membantu Lo."
setelah itu Akbar langsung menelpon tuan Khairul.
" assalamualaikum pah."
" walaikum salam bar ada apa?."
" papa sudah sampai mana,"
" apa kai ada di dekat papa."
" iya, sebenarnya ada apa Akbar."
" papa bisa di loudspeaker."
" iya sudah papa loudspeaker."
' Gini pah, Gibran sedang ada masalah besar ada yang sengaja menjebak Gibran. dia mencampur obat perangsang di minuman yang Gibran minum."
" kurang ajar."
" papa tenang aja om Jaka masih di tempat acara dia yang akan mengurus sekarang yang lebih penting adalah Gibran. Kai cuma kamu penawar obat yang di minum Gibran." tiba-tiba Akbar memutus sambungan telpon karena om Jaka menelponnya.
" hallo om,"
" bar selesai kamu urus Gibran kembali ke hotel."
" siap om."
__ADS_1
" pah siapa yang jahat sama anak kita." tanya mama sambil menangis. sedangkan khayra dia binggung dan juga khawatir pada suaminya
" pak Surya mah. oh iya Kai suami dalam pengaruh obat perangsang dan sekarang dia butuh kamu untuk pelampiasannya jadi papa harap kamu jangan marah kalau nanti dia bisa saja kasar sama kamu."
" iya pah, Kai tahu kok pah. papa jangan khawatir."
di dalam mobil ustad Gibran merasakan tubuhnya panas.
" panas...." gumam ustad Gibran sambil membuka kancing kemejanya.
" sabar bran sebentar lagi kita sampai,"
tak lama ustad Gibran pun sampai rumah dia di papah oleh Akbar.
" kai dimana kamarnya?"
Kai pun langsung ngasih tahu dimana letak kamarnya. Akbar langsung membawa masuk ustad Gibran dan di tidurkan di tempat tidur.
" Kai bantu Gibran."
" iya kak Akbar." Kai pun langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.
Akbar turun dan langsung menghampiri papa Khairul.
" Akbar bilang Jaka kita harus membuat perhitungan dengan Surya dan anaknya."
" papa tenang aja sudah diatur sama om Jaka, sepertinya om jaka sudah menebak akan seperti ini. setelah para antek-anteknya pak Surya di depak dari perusahaan dan masuk penjara.'
" Jaka memang bisa di andalkan."
" pah Akbar kembali ke hotel lagi tadi om Jaka minta Akbar kembali kesana.'
" bar om Wisnu ikut kamu om mau lihat si Jaka akan berbuat apa?.' timpal om Wisnu
" yang pasti dia akan bikin orang tersebut enggan melihat mentari esok hari." celetuk papa.
Sehabis mengunci pintu kamar khayra pun menghampiri suaminya di sana ustad gibran menanggalkan satu persatu pakaiannya sambil bilang panas. khayra berjalan lebih dekat saat khayra sudah berada di pinggir tempat tidur. tiba-tiba ustad Gibran menarik tangannya dan menindih tubuh Khayra setelah itu ustad Gibran ******* bibir khayra dengan rakus. tanpa aba-aba ustad Gibran langsung menyerang khayra pergulatan panas itu pun terjadi ustad Gibran melakukannya dengan sangat kasar. jam tiga pagi ustad Gibran baru tumbang setelah hasratnya sudah tersalurkan. ustad Gibran langsung tertidur tanpa bebersih dahulu.
Khayra langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga suaminya. air mata khayra mengalir deras, khayra menatap sendu wajah suaminya dia mengelus wajah ustad Gibran.
" sakit mas... sakit, hati aku sakit mas " ucap lirih khayra.
__ADS_1