Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
160. Masalah Gina 2


__ADS_3

Sedangkan di rumah sakit Husada anak buah mamanya Gina terus mengawasi.


" Hallo bos, Mereka sudah nggak di rumah sakit lama mereka di rujuk ke rumah sakit lain. kami sudah di sini dan sudah memastikan memang mereka akan di rawat di rumah sakit ini. Tapi bos kita nggak bisa masuk karena rumah sakit ini lumayan ketat. Tapi nanti kami akan masuk begitu jam besuk di buka."


" ............"


" Baik bos, untuk suami dan anak-anaknya mereka masih di rumah itu dan tidak ada yang keluar rumah."


" ..............."


" Baik nanti saya kabarin lagi."


Dua orang suruhan mamanya Gina pun setia menunggu di depan rumah sakit sambil menunggu jam besuk.


*********


Setelah mendapat telpon dari sang istri suaminya Gina menyuruh anak dan menantunya Ijal untuk siap-siap. Karena besok siang akan ada yang jemput dan membawanya ke tempat aman.


keesokan harinya suami dan anaknya di jemput oleh Toni.


" Permisi saya Toni suruh menjemput kalian oleh Bu khayra."


" Oh iya pak Toni kami sudah siap."


Suami dan anaknya Gina pun keluar rumah membawa tas, Toni sempat kaget kenapa jadi banyak orang. Toni mendapat pesan kalau dia akan menjemput tiga orang dewasa dan satu anak kecil. Tapi ini lima orang dewasa dan dua anak kecil.


" Maaf pak Hendra Bu khayra bilang saya di suruh menjemput tiga orang dewasa dan satu anak kecil." ucap Toni bingung.


" Iya maaf ini anak saya yang pertama serta mantu dan cucu saya."


" Oh baiklah, sebaiknya kita langsung berangkat." Ajak Toni


Mereka semua akhirnya masuk ke dalam mobil, Toni bersama supir duduk di depan sedangan keluarga Gita duduk di belakang.


Dari tempat keluarganya Gina tinggal memakan waktu sekitar empat puluh menit untuk sampai ke pesantren.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun sampai di depan gerbang pesantren.


" Assalamualaikum selamat siang." Tanya petugas keamanan pesantren yang berjaga di depan pintu gerbang.


" walaikum salam pak, saya Toni mau ketemu sama pak Azam." jawab Toni.


" Oh iya pak Toni, Mari saya antar ke rumahnya Gus Azzam."


Petugas keamanan pun mengantar Toni dan rombongan ke rumah Gus Azam.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam, Maaf Ning khayra saya mau ngantar tamu."


" Oh iya mang makasih."


" Kalau kita saya kembali ke depan lagi, assalamualaikum."


" walaikum salam."


" Mari silahkan masuk."


" Pak Hendra ini." Tunjuk Khayra.


" Oh ini namanya Nando anak saya sama Gina."


" Hallo Nando." Nando pun mencium tangan Khayra.


" Kalau yang ini cucu saya dari anak pertama saya dengan almarhumah istri saya yang dulu. Namanya bari, ini anak saya yang pertama Banu, ini istrinya Eka, yang ini anak saya Nilam dan suaminya Ijal."


" Ijal saya sudah bertemu kemarin di rumah sakit."


Abi sama umi pun keluar.


" Oh iya pak Hendra ini Abi dan umi saya."

__ADS_1


" Saya Hendra pak." pak Hendra bersalaman dengan Abi dan di ikuti dengan para lelaki sedangkan yang perempuan bersalaman dengan umi.


" Saya Azam semoga kalian betah di sini."


" Saya terima kasih sudah di tolong dan jadi merepotkan kalian."


" Nggak apa-apa, Gina enam tahun dulu Tinggal di sini dan sudah menjadi bagian dari keluarga pesantren ini."


" Oh iya kami sudah menyiapkan rumah untuk kalian tinggali, dan saya juga minta untuk tidak keluar dari pesantren selama masih belum aman. Dan untuk Gina dan anaknya aman di rumah sakit jadi pak Hendra nggak usah khawatir. Dan untuk pak Hendra dan anak laki-lakinya kalian nggak usah sungkan berbaur saja sama lingkungan di pesantren ini. Kalau kalian mau membantu-bantu."


" Di sini ada perkebunan dan peternakan yang di kelola para santri kalau kalian mau bisa membantu mereka di sana. Dan juga saya harap bisa selalu berjamaah di masjid jadi biar cepat akrab dengan yang lain." jelas Abi.


" Oh iya untuk neng Eka dan neng Nilam kalau ada senggang bisa bantu-bantu di dapur umum dan kalian bisa makan juga di sana kalau tidak masak. Tapi Kai sih sudah berbelanja kebutuhan kalian selama tinggal di sini jadi kalian juga bisa masak sendiri. Maklum kalau dapur umum pesantren menunya sederhana aja nggak jauh dari tempe." kali ini umi yang bicara.


" Ya udah yuk pak Hendra dan yang lainnya saya antar ke rumah yang akan kalian tempati. Dan ini Mbak Rika jadi kalau Mbak Eka dan mbak Nilam ada perlu sesuatu bisa minta tolong ke mbak Rika atau para santri." jelas Khayra.


Mereka pun pergi ke rumah yang mereka akan tempati.


" Ini rumah kalian yang akan kalian tempati, yang ke sana itu arah ke perkebunan dan peternakan mungkin nanti mau kesana."


" Iya terima kasih."


" Ya sudah kalian istirahat saja kebetulan saya juga sudah harus pulang karena sebentar lagi anak-anak saya sudah mau pulang sekolah. Assalamualaikum." Khayra pun pergi dari sana.


" walaikum salam."


*******


" Pak, Alhamdulillah ya untung ibu punya teman yang baik banget." ucap Banu.


" Iya nak, Bapak bersyukur banget ternyata teman ibu kamu itu bisa menolong kita. Semoga saja semua ini cepat selesai jadi kita bisa hidup normal tanpa harus ketakutan."


" Iya pak Banu juga kasihan sama istri dan anak Banu pak."


" Iya nak bapak juga kasihan sama ibu mu hampir setiap malam dia suka menangis."

__ADS_1


" Ya udah pak sekarang kita siap-siap dikit lagi adzan Dzuhur. Kita shalat berjamaah di masjid pak, Nggak enak kita sudah numpang tapi nggak mau berbaur." Ucap Banu.


" Iya, Ayo kita siap-siap."


__ADS_2