Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
264. Rencana bagas


__ADS_3

Setelah sebelumnya Khayra dan ustad Gibran di buat pusing dengan permasalahan keponakannya. Dan di tambah dalam permasalahan tersebut cucu perempuannya terluka.


Dan kini semua sudah berlalu mudah-mudahan tidak ada lagi permasalahan seperti kemarin.


Kini Khayra dan ustad Gibran bersama anak, menantu dan cucunya terbang ke London untuk wisuda anak bungsunya.


Kali ini Khayra tidak membawa keluarga besarnya untuk menghadiri acara wisuda anak bungsunya.


Dan kini mereka sudah berada di apartemen yang di tempati anaknya selama kuliah di London.


Setelah beristirahat sebentar Khayra di bantu oleh Dania dan menantunya Amara. Mereka langsung sibuk di dapur untuk membuat makan malam.


Walaupun bukan memasak sih lebih tepatnya memanaskan makanan yang dia bawa dari Indonesia.


Setelah siap Khayra meminta Zafira untuk menyiapkan tempat di depan tv untuk makan lesehan. Karena tidak mungkin mereka makan di meja makan karena nggak akan cukup.


Khayra, Dania dan Amara langsung membawa makanan untuk di tata di ruang tv.


" Ayo kita makan." Ucap Khayra sambil mengambilkan makan suaminya.


" Yang ini semua pedas loh, nggak mungkin Ghazan makan ini." Ucap Sakti menunjuk ke makanan yang tersaji saat istrinya baru datang dari dapur.


" Ini makanan buat Ghazan kok mas." Jawab Amara sambil menunjukan piring yang dia bawa.


" oh...kirain kamu mau ngasih Ghazan makanan pedas gini." Ucap Sakti.


" Aduh Mom." Teriak Sakti kesakitan saat di pukul sama Khayra pakai nampan.

__ADS_1


" Kamu tuh ya di kira Mommy bakal tega apa ngasih makan cucu Mommy yang masih kecil makanan pedas." Omel Khayra.


" Ya Sakti kan nggak tahu Mom."


" Udah Ra kamu ambilkan tuh suami kamu makan biar anteng." ujar Khayra.


" Ya Allah Mom segitu nya sama Sakti Kan Sakti mau yang terbaik buat anak Sakti Mom."


" Mas Sakti semenjak punya anak lebay." celetuk Zafira.


" Biarin aja." jawab Sakti.


" sudah kita makan jangan ribut aja.' ucap ustad Gibran yang dari tadi anteng menikmati makannya.


Akhirnya mereka pun makan tanpa ada yang bersuara lagi.


" Oh iya gas, kapan ayah kamu datang." Tanya ustad Gibran saat mereka sedang bersantai sambil menonton tv.


" Kenapa nggak nginap di sini aja gas?." tanya ustad Gibran lagi.


" Nggak ded biar mereka nginap di hotel aja. "


" Oh ya udah terserah kamu aja."


" Oh iya Deddy, Mommy, Mas Sakti, bang Khalid, Rayyan, sama Zafran ada yang mau Bagas omongin." Ucap Bagas.


kebetulan di ruang tv hanya ada mereka sedangkan yang lainnya sudah masuk kamar.

__ADS_1


" Ada apa gas? " Tanya ustad Gibran.


Bagas diam dan menatap semua orang yang berada di sana. Ada keraguan di hati Bagas untuk mengungkapkannya.


" Ada apa sih gas jangan bikin Mommy penasaran." Ucap Khayra yang penasaran karena melihat wajah Bagas yang serius.


" Sebelumnya Bagas mau minta maaf dulu sama semuanya. Mungkin Bagas lancang mengungkapkan ini semua ke kalian. Seperti berapa saat yang lalu Bagas juga sudah membicarakan ini ke Mommy dan Deddy." Ucap Bagas.


Khayra dan ustad Gibran baru mengerti arah pembicaraan Bagas.


" Mommy, Deddy dan semuanya rencananya setelah acara wisuda Fira Bagas sudah menyiapkan acara makan malam dan bertepatan juga dengan ulang tahun Fira. Di acara itu Bagas mau minta izin untuk melamar Fira secara personal dulu." ucap Bagas yang takut mereka tidak setuju dan menolak.


Sakti, Khalid, Rayyan dan Zafran kaget mendengar kalau Bagas menyukai adik bungsu mereka. Dan mereka pun langsung menatap kedua orang tuanya yang tampak tenang.


" Seperti yang Deddy dan Mommy bilang saat itu kami tidak mempermasalahkan siapa yang menjadi pendamping anak-anak kami. Dan kami sebagai orang tua mengembalikan lagi ke anak-anak Mommy dan Deddy untuk menentukan pasangan mereka." ucap ustad Gibran.


" Buat Rayyan dan Zafran sebelumnya mohon maaf kalau Aku melamar Fira padahal masih ada dua kakaknya yang belum menikah. Tapi aku minta Restu kalian buat aku melamar Fira." Ucap Bagas ke Rayyan dan Zafran.


Rayyan dan Zafran menatap Bagas lebih dalam melihat keseriusan Bagas terhadap adik bungsunya.


" Gas kamu tahukan Fira adalah adik kami yang paling kami sayang. Kami akan merestui siapa pun yang di pilih sama Fira selama laki-laki itu baik untuknya." Ucap Rayyan.


" Iya, Yang terpenting bagi kami adalah kebahagiaan Fira. Karena kami nggak akan membiarkan setetes air mata keluar dari matanya. " timpal Zafran.


" Jadi kalian nggak masalah kalau aku melamar Fira walaupun kalian akan dilangkahi oleh Fira." Tanya Bagas lagi.


" Nggak masalah gas jodoh itu sudah di atur oleh Allah. Kalau memang Allah sudah menggariskan jodohnya Fira lebih dulu dari pada aku dan Zafran. Kami bisa apa, karena tidak ada yang bisa merubah ketetapan Allah." Ucap Rayyan.

__ADS_1


"Terima kasih, Tapi bagas minta untuk di rahasiakan dulu dari Fira biar surprise." Ucap Bagas.


" Ya udah kalau gitu Deddy sama Mommy mau ke kamar dulu mau istirahat." Ucap ustad Gibran yang mengajak Khayra untuk masuk ke kamarnya.


__ADS_2