
Kyai Salman dan istri serta kedua anaknya pun langsung masuk ke tempat acara.
Sampai di dalam tempat acara anak perempuan Kyai Salman yang memang dari tadi memandangi ustad Gibran langsung bicara ke Abahnya.
" Abah kalau gitu Syifa mau bah di jodohkan dengan putranya Gus Azam." ucap Syifa anak perempuannya kyai Salman.
" Kenapa kamu berubah pikiran?." Tanya kyai Salman menatap anaknya bingung.
" Hehehe... kalau tahu anaknya Gus Azam ganteng kaya gitu siapa yang bisa nolak bah."
" Ya udah nanti, Abah bilang ke Gus Azam."
Sedangkan Khayra selesai mandi dan berpakaian langsung mencari keberadaan suami dan anaknya. Tapi dia tak juga menemukannya begitu Khayra sampai di bawah.
" Kamu nyari Gibran sama Ray, Kai." tanya umi.
" Iya umi."
" Ray di bawa sama suami kamu ke pesantren."
" Ya udah umi Kai mau nyusul mereka dulu."
" Kita sekalian aja Kai, acaranya sudah mau di mulai."
" Ya udah umi, Kai mau menghangatkan ASI dulu."
" Nggak di susu langsung Kai."
" Kai baru aja selesai pompa umi."
" Oh ya udah."
Khayra pun kembali ke kamarnya, dia menghangatkan ASI nya dan juga perlengkapan yang dibawa ke pesantren. Walaupun cuma di pesantren tapi khayra tetap membawa perlengkapan yang akan dia taruh di stroller.
Setelah siap khayra dan umi pun pergi ke pesantren.
" Umi mas Gibran mana?." tanya Khayra.
" Coba umi tanya dulu." umi pun bertanya ke Zahra yang kebetulan lagi ada disana.
" Maaf, umi boleh tanya lihat Gus gibran."
" Oh bang Gibran tadi Zahra lihat lagi sama om Zaki ada di belakang panggung menyiapkan acara umi.'
" Gendong baby Ray ga?." tanya khayra.
" Baby Ray sama Abi kak."
" Ya udah ayo Kai kita masuk." ajak umi.
Khayra pun mengikuti umi masuk ke dalam tempat acara sambil mendorong stroller.
" Assalamu'alaikum, Bu Hajjah Siti Khodijah masih ingat saya gak, istrinya kyai Salman yang tinggal di Kalimantan." sapa umi Jamila istri kyai Salman.
" Walaikum salam, Masya Allah mana mungkin lupa, apa kabarnya?." tanya umi.
" Alhamdulillah baik, umi sendiri."
__ADS_1
" Alhamdulillah baik juga, sudah lama."
" Belum, oh iya selamat ya udah punya cucu."
" Oh iya terima kasih, oh iya kenalin ini anak saya Khayra namanya "
" Khayra." ucap Khayra mencium tangan istrinya kyai Salman.
" Masya Allah cantiknya, ini mamanya bayi yang gemesin itu ya."
" Iya Bu nyai."
" Oh iya kenalin ini anak saya, Syifa."
" Syifa." ucap Syifa memperkenalkan diri ke umi dan Khayra.
" Umi Kai mau ambil Ray dulu udah waktunya minum susu."
" oh iya nak."
" Bu nyai, Syifa maaf saya tinggal dulu soalnya sudah waktunya anak Kai nyusu."
" Oh iya nak."
Khayra pun meninggalkan umi dan juga istri dan anaknya kyai Salman. Dan berjalan ke tempat abunya berada.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
" Ini Abi Ray udah waktunya dikasih susu."
" Oh ya udah." ucap Abi memberikan baby Rayyan ke Khayra.
" Oh iya nak kenalin ini Kyai Salman dan anaknya Deni."
" Assalamualaikum pak kyai." Ucap Khayra mengatupkan kedua tangannya
" Walaikum salam, ini toh mamanya bayi yang menggemaskan ini." ucap kyai Salman.
" Abi Kai pamit ya."
" iya nak."
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Khayra pun meninggalkan tempat abi dan kembali ke tempat dimana uminya berada. Dan di sana juga sudah ada nenek, Tante Mala dan Tante Aisyah.
" Dari mana Kai." tanya Tante Mala.
" Ngambil Ray ke Abi."
" oh."
Khayra pun duduk di sebelah Tante Aisyah lalu Khayra langsung memberikan asi yang sudah dia taruh dalam botol.
__ADS_1
" Aduh Ray kamu haus ya, Tante Ais jadi gemes." ucap Tante Aisyah yang gemes melihat baby Rayyan nyedot susu dalam botol dengan lahap.
" Dih Ray tuh harusnya manggilnya bukan Tante, tapi nenek?.' ucap Khayra.
" Ih tua banget dong, gak mau pokoknya panggil aja ummah." protes Tante Aisyah.
" Iya Tante Mala juga nggak mau ya di panggil nenek." Tante Mala pun ikut protes.
" Dih, nggak ada yang mau ngaku tua." kekeh Khayra.
" Biarin aja." ucap mereka berdua kompak.
" Oke deh ummah Ais sama ummah Mala." ucap Khayra menirukan suara anak kecil.
Mereka pun tertawa.
Waktu pun terus bergulir tak terasa acara pun selesai menjelang adzan Dzuhur. Kyai Salman dan keluarganya diajak Abi untuk istirahat di rumah. karena di rumah kakek dan nenek banyak saudara yang bertamu ke sana.
" Umi Jamila Sama Syifa, mari menunggu di rumah aja." ajak umi karena sebelumnya Abi sudah chat ke umi kalau istri dan anaknya kyai salman di suruh mengajak mereka istirahat di rumah.
" Iya umi."
Mereka pun berjalan menuju rumah, sedangkan Khayra sudah pulang lebih dulu karena kasihan Baby Rayyan terlalu lama di sana.
" assalamualaikum."
" walaikum salam.' jawab Zahra dan Zafra yang kebetulan baru saja masuk rumah.
" silahkan umi, nak Syifa masuk."
" iya umi."
Umi Jamila dan Syifa pun masuk dan duduk di ruang tamu dan sebelumnya mereka juga di perkenalkan ke Zahra dan Zafra. Tak lama umi mengajak umi Jamila dan Syifa untuk shalat berjamaah di mushola yang ada di rumahnya. Tak lama kami semua di suruh untuk ke rumah kakek dan nenek untuk makan di sana.
Sampai rumah nenek dan kakek para saudara ternyata sudah pada pulang. tinggal nenek, Tante Aisyah, Tante Mala dan nadifa. sedangkan para lelaki mereka makan di tempat acara.
Tante Mala menggambil baby Rayyan dalam gendongan Khayra agar Khayra bisa makan dengan tenang. Selesai makan kami pun berbincang sampai para laki-laki datang dan ikut mengobrol.
Syifa yang sudah kesemsem sama ustad Gibran dari awal bertemu dia langsung memberikan kode ke Abi nya Kyai Salman.
" Mohon maaf bisa minta waktunya ada yang mau saya sampaikan." ucap kyai Salman.
" Oh iya silahkan." ucap Kakek.
" begini langsung aja ya. saya berniat mau menjodohkan anak saya Syifa dengan anaknya Gus Azam. bagaimana?."
Semua saling pandang karena kaget dengan apa yang di maksud dengan kyai Salman.
" Maaf kyai memangnya pak kyai sudah mengenal anak saya." tanya Abi karena sang anak yang sedang berada di Australia tidak memberi kabar apa-apa.
" Kan tadi gus Azam sudah memperkenalkan ke saya." ucap kyai Salman.
" Maksudnya pak kyai." ucap Abi yang sama sekali nggak mengerti.
" Itu nak Gibran, anak saya mau katanya di jodohkan dengan nak Gibran. Kan bagus kita bisa besanan." ucap kyai Salman.
Semua bengong mendengar ucapan kyai Salman. Begitu juga Khayra yang Langsung menatap sang suami. Suasana hening keluarga Khayra syok dengan apa yang di sampaikan kyai Salman.
__ADS_1