Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
158. Rencana untuk Gina


__ADS_3

" Aku sudah tinggal setahun lebih di sini menempati rumah yang di berikan oleh pihak sekolah. Sebelum kami berpindah-pindah karena mama aku masih terus mencari kami. bahkan sampai saat ini mereka masih mencari kami. Tapi sepertinya mereka tahu keberadaan kami karena semalam ada orang yang melempari batu berisi kertas mengancam kerumah yang kami tempati. Makanya aku menyuruh suami aku pulang ke rumah pagi tadi dan untuk tetap di sana. Aku pikir aku aman karena di rumah sakit tapi tadi pagi ada orang masuk dan hampir membekap anak aku pakai bantal saat aku sedang ke kamar mandi. Beruntung ketawan oleh aku dan orang itu pergi."


" Kamu nggak lapor ke petugas keamanan Gin." ucap Khayra yang kaget


" Aku nggak sempat lihat Orangnya karena keburu pergi "


" Terus kenapa nggak langsung telpon aku."


" Aku nggak enak Ning, Kamu sudah baik banget mau membiayai rumah sakit anak aku."


" Gini aja aku akan bicara ke Abi, umi, om imam yang memegang rumah sakit ini. Supaya nggak ada lagi kejadian kaya gini . Aku juga bakal bilang ke suami aku dan juga papa mertua aku. Tunggu ya aku telpon Dulu." Izin Khayra


" Ning aku jadi ngerepotin Ning Khayra,." ucap Gina nggak enak hati.


" Tenang aja, Sarah dan Nada aku titip Gina, aku mau ke ruangan umi dulu." pamit Khayra.


khayra pun pergi keruangan umi nya.


" Assalamualaikum umi, sibuk nggak." Zahra masuk ke ruangan uminya.


" Walaikum salam nggak nak."


" Umi ada yang mau Kai bicarakan ini tentang Gina."


" Bicaralah nak."


Khayra pun langsung menceritakan semua tentang Gina, dan Khayra juga cerita kalau tadi pagi ada orang yang mau mencoba membunuh anaknya Gina.


Umi sontak kaget bagaimana bisa kejadian seperti itu.

__ADS_1


" Sekarang kamu telpon Abi dan suruh Abi ceritain ini ke kakek terus Abi suruh ke sini." perintah umi.


" Iya umi, Kai juga mau menelpon mas Gibran."


" Iya Gibran harus tau, umi mau ke ruangan Om kamu dulu untuk mendiskusikan ini. Bagaimana pun om Imam adalah kepala rumah sakit ini sekarang." Ujar umi sambil bangun dari duduknya dan keluar dari ruangannya.


Selesai menghubungi Abi dan suaminya Khayra pun kembali ke kamar rawat anaknya Gina.


" Gimana Ning?" Tanya Nada.


" Kita tunggu Dulu umi lagi koordinasi dengan om aku."


" Mudah-mudahan nggak kejadian kaya tadi lagi." ucap Sarah.


" Amin, Gin tapi hanya karena kamu nikah dengan orang yang mama kamu begitu mencintainya sampai berani nekad seperti ini."


" Akhirnya mama tahu dan menyusun rencana agar aku mau meninggalkan suami aku dan menikah dengan lelaki yang akhirnya aku tahu dia adalah brondong mama aku. Jujur aku malu sekali dan terpuruk kenapa aku harus di lahirkan dari rahim wanita seperti mama aku. ternyata buka Suami aku aja yang dulu jadi selingkuhannya tapi mama aku selalu Gonta ganti laki-laki."


" Sebenarnya kelakuan mama aku sudah di ketahui oleh kakak papa aku. Makanya kakak papa dari dulu selalu menjaga jarak , dan kakak papa aku itu sudah berapa kali memberitahukan kelakukan mama aku. Tapi karena begitu cintanya papa aku sama mama, membuat papa malah memusuhi kakaknya. Makanya begitu kakaknya papa mengetahui bahwa mama berusaha untuk memisahkan aku dengan suami aku dan menyuruh Aku menikahi brondongnya. Kakak papa diam-diam membawa aku, suami, anak aku juga anak-anaknya dari suami aku. Kakak papa menyuruh kami menikah resmi Karena kakak papa melihat bahwa suami aku pria baik walaupun pernah salah. Dan menyembunyikan kami sampai sekarang, keluarga papa cuma bisa mengawasi mama aja. kalau mama tahu keberadaan kami sebelum mama menemukan kami. Pasti keluarga papa akan membantu kami untuk kami pindah. Dan saat ini keluarga papa sedang berusaha mencari tempat yang aman untuk kami. dan menyuruh kami untuk tetep bertahan semetara waktu."


" Kamu sekarang tenang aja ya gin, sekarang ada kita yang pasti akan membantu kamu." ucap Nada.


" Aku angkat telpon dulu ya ." izin Khayra ke para sahabatnya.


" Assalamualaikum umi."


" ......................"


" Iya umi Kai bakal bilangin ke Gina dan Kai bakal ke ruangan umi."

__ADS_1


" ..................."


" Walaikum salam."


Khayra pun menutup telponnya.


" Gin, Kata umi ada orang yang terus mengawasi ruangan ini. Umi dan om aku berencana memindahkan anak kamu ke ICU karena ruangan itu akan selalu ada perawat dan dokter dua puluh empat jam. Tapi untuk membawa anak kamu ke ICU tanpa sepengetahuan orang itu. Umi dan om aku sudah membuat skenario Seolah-olah anak kamu di rujuk ke rumah sakit lain." jelas Khayra.


" Aku ikut Ning khayra aja mana yang baik."


Tak lama dokter Fachri dan perawatan datang.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


" Gimana RI?." tanya Khayra ke adik iparnya.


" Iya kak ada dua orang yang menurut perawat mencurigakan dan dari CCTV tidak hanya dua tapi empat mereka bergantian mengawasi ruangan ini. Dan Salah satunya terlihat masuk ke ruangan ini secara mengendap-endap dan keluar dengan terburu-buru."


" Jadi kak Om imam menyarankan untuk pura-pura merujuk pasien ke rumah sakit temannya om Imam. Dan om Imam sudah menghubungi temannya dan temannya mau membantu. Jadi ini kami sudah menyiapkan boneka untuk mengelabuhi orang itu. Nanti teman kakak bakal mengendong boneka itu seolah-olah anaknya dan ikut pergi dengan ambulance ke rumah sakit itu."


" Nanti sampai sana ada temannya om Imam yang akan mengatur. Dan teman kakak tinggal mengikuti aja. Dan kalau bisa jangan ada yang jenguk dulu siapa pun."


" Gimana gin kamu mengerti?. Dan untuk Sarah dan Nada untuk sementara kalian jangan menemui Gina dulu sampai aku yang kasih tahu."


" Aku ikut aja Ning selama untuk keselamatan anak aku."


" Oh iya kamu hubungi suami kamu sekarang bilang untuk sementara waktu jangan menemui kamu dan anak kamu."

__ADS_1


__ADS_2