Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
74. ustad Alif 2


__ADS_3

" sebenarnya kamu mau ngomong apa lif?." tanya ustad Gibran.


" gini bang Alif butuh pendapat Abang. jadi Alif lagi menaruh hati sama seseorang tapi perbedaan umur kami jauh bang dan juga perbedaan status bang dia anak seorang yang berkecukupan sedangkan Alif hanya seorang pengajar aja dan masih harus menghidupi ibu dan adik-adik Alif. menurut Abang." cerita ustad Alif.


" memang kenapa dengan perbedaan umur, saya dengan Kai itu perbedaan umurnya delapan tahun. tapi Kai menerima saya untuk jadi pendamping hidupnya. kamu sudah shalat istikharah." ucap ustad Gibran.


" sudah bang, sudah berapa kali Alif shalat istikharah dan selalu wanita itu yang hadir dalam mimpi Alif bang. dalam mimpi Alif berada di taman yang indah di tumbuhi aneka bunga-bunga dia terus menggenggam tangan Alif bang "


" ya sudah kalau sudah ada jawaban, segeralah bicara dengan keluarga bahwa kamu mau ta'aruf atau langsung mengkhitbah wanita itu."


" tapi dia masih sekolah kelas satu SMA, nggak mungkin Alif langsung mengkhitbah dia."


" kamu juga lupa istri gibran aja nikah dengan dia masih sekolah. jadi nggak ada yang nggak mungkin lif ." ucap kak hilman.


" betul lif, sebenarnya siapa wanita itu " tanya ustad Gibran.


ustad Alif berpikir sejenak dia sekarang justru jadi tidak enak dengan ustad Gibran. sedangkan ustad gibran memerhatikan gerak gerik ustad Alif.


" lif, kalau kamu percaya sama saya insyaallah saya akan bantu." ucap ustad Gibran.


" gini mas, saya juga nggak tahu dengan perasaan saya ini. tapi aku boleh jujur saya tertarik dengan dia karena dia seorang gadis yang baik, pintar, taat, agamanya bagus, memiliki sifat yang dewasa dalam menyikapi berbagai hal. tapi sebelumnya Alif minta maaf sama Abang karena telah lancang diam-diam mencintainya."


ustad Alif diam sebentar lalu menarik napas, sedangkan ustad gibran dan kak Hilman menunggu kelanjutannya.


" Alif....Alif, aduh gimana ya ngomongnya." ucap ustad Alif binggung.


" ngomong aja sih dari pada nanti ada penyesalan karena nggak ngomong sama kita siapa orangnya terus kita nggak bisa bantu. eh orang itu malah di miliki oleh orang lain." ucap kak Hilman.


" Alif mencintai Zafra bang." ucap ustad Alif tertunduk malu.


ustad Gibran kaget dengan apa yang di bilang oleh ustad Alif. dan ustad Gibran juga mengerti apa yang dirasakan oleh ustad Alif karena dia juga dulu seperti itu.

__ADS_1


ustad Gibran pun pindah duduk di samping ustad Alif tangannya memegang pundak ustad Alif sedangkan ustad Alif masih tertunduk malu.


" lif Abang dulu juga sempat merasakan hal yang sama dengan posisi kamu saat ini. tapi percayalah kalau niat kamu baik percayalah Allah akan memudahkan jalan kita. Abang akan bantu kamu, Abang akan bilang ke istri Abang tentang ini. dan mencari tahu apakah Zafra akan menerima kamu kalau kamu datang mengkhitbah ya. jadi kamu bisa sedikit menyiapkan mental kamu." ucap ustad Gibran sambil menepuk-nepuk pundak ustad Alif.


ustad Alif yang mendengar perkataan ustad Gibran langsung menengok ke ustad Gibran.


" Abang serius mau bantu Alif."


" iya."


" makasih ya bang." sambil memeluk ustad Gibran.


" sama-sama, teruslah sebut namanya dalam setiap shalat malam mu."


tak terasa cukup lama mereka berada di restoran akhirnya mereka pun pergi. ustad Alif memilih untuk pulang, kak Hilman kembali ke kantor. dan sedangkan ustad gibran sama dengan Alif memilih pulang karena ingin menemani khayra periksa kandungan.


pukul setengah dua siang ustad Gibran sudah sampai rumah tapi pas masuk rumah tak mendapati sang istri hanya ada mama dan papa.


" assalamualaikum mah, pah."


" walaikum salam nak, Kai ada di kamarnya baru aja naik." ucap mama seakan bisa membaca pikiran anaknya.


" ya udah kalau gitu Gibran ke atas dulu ya mah." pamit ustad Gibran.


ustad Gibran pun naik ke atas dan berjalan menuju kamarnya.


ceklek...


ustad Gibran membuka pintu kamarnya dan melihat khayra sedang duduk di atas tempat tidur sambil selonjoran kaki dan tangannya sibuk mengelus perutnya yang semakin membuncit.


usia kandungan khayra sudah mau memasuki sembilan bulan. sebentar lagi khayra akan melahirkan anak pertama mereka.

__ADS_1


" assalamualaikum sayang." ucap ustad Gibran langsung menghampiri khayra.


khayra yang mendengar pintu terbuka dan melihat kedatangan suaminya. dia langsung berupaya bangun tapi karena perutnya yang sudah semakin besar gerak khayra pun terlihat susah bergerak. ustad Gibran langsung menghampiri khayra saat melihat khayra berusaha untuk bangun. dan ustad Gibran menahan khayra agar tak perlu bangun menyambutnya.


" walaikum salam mas." ucap Khayra dan mencium tangan ustad Gibran dan ustad Gibran mencium kening Khayra.


" mas hari ini jadwal aku kontrol." ucap Khayra mengingatkan ustad Gibran.


" iya sayang mas ingat, makanya mas jam sudah pulang. mas mandi dulu ya." ucap ustad Gibran mencium sekilas bibir khayra baru dia masuk ke dalam kamar mandi


setelah ustad Gibran masuk kamar mandi Khayra pun turun dari tempat tidur. berjalan ke walk in closet Khayra menyiapkan baju ustad Gibran dan juga baju untuk dirinya sendiri.


ustad Gibran pun keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya.


" bajunya sudah Kai siapin, Kai mandi dulu ya." ucap Khayra masuk ke dalam kamar mandi.


ustad Gibran dan khayra sudah rapi mereka pun turun kebawah untuk berangkat ke rumah sakit sekalian pamitan ke mama dan papa.


" mah Kai sama mas Gibran pamit ya mau pergi ke dokter." ucap Khayra sambil mencium tangan mertuanya diikuti oleh ustad Gibran yang juga mencium tangan orang tuanya.


" iya nak hati-hati ya, semoga baby dalam kandungan kamu sehat-sehat." ucap mama sambil mengelus perut khayra.


" amin, kita pergi dulu ya mah, assalamualaikum." ucap ustad Gibran.


" walaikum salam, jangan ngebut bawa mobilnya."


ustad Gibran hanya mengangguk, lalu menuntun khayra berjalan keluar rumah. ustad Gibran membantu khayra masuk kedalam mobil, ustad Gibran memilih menggunakan mobil Alphard nya dengan di supirin oleh mang Agus.


" makasih mas." ucap Khayra.


" sama-sama sayang." ustad Gibran pun memutari mobilnya dan masuk lewat pintu sebrang nya.

__ADS_1


mang Agus langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit. jalanan siang ini cukup lancar tak begitu macet membuat mereka sampai rumah sakit tak membutuhkan waktu lama. mang Agus menurunkan mereka di lobby rumah sakit.


Ustad Gibran terus mengandeng khayra menuju ruangan dokter Amira, dokter kandungan yang selama ini memeriksa kandungan Ara. beruntung mereka sudah daftar dan membuat janji terlebih dahulu. jadi tak lama nama khayra di panggil. dan mereka pun masuk kedalam ruangan dokter Amira.


__ADS_2