Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
113. kedatangan Michiko


__ADS_3

" Assalamualaikum..." Ucap Khayra dan Zahra masuk ke dalam rumah dengan berapa kantung belanjaan.


Nadifa sendiri langsung pulang ke rumahnya.


" Walaikum salam."


Khayra dan Zahra langsung ikut bergabung dengan yang lainnya. Sedangkan Zafra yang melihat Kembaran dan juga kakaknya berbelanja banyak hanya memanyunkan bibirnya.


" Kenapa tuh bibir manyun kaya gitu." ledek Zahra


" Kalian tuh jahat banget tahu nggak masa senang-senang nggak ngajak-ngajak. Dasar kakak dan kembaran durjana."


" eh... adik kutu kupret enak aja ngatain kakaknya durjana. Kalau aku nggak kamu yang ada kamu nggak jadi nikah sama ustad Alif. kamu kan lagi di pingit."


" Apa hubungannya?."


" Ya tinggal kamu pilih ikut kita jalan-jalan ke mall atau nggak jadi nikah sama ustad Alif."


Zafra nggak menjawab pertanyaan sang kakak


" Nggak bisa jawab, Nggak usah iri. Nanti kalau udah menikah ajak ustad Alif jalan-jalan ke mall. Pasti kamu akan berterima kasih sama kakak. Dan ini." Khayra memberikan satu kotak sepatu ke zafra.


" Kakak memang nggak ngajak kamu tapi kakak tetap ingat kamu."


" Maaf."


Sedangkan umi dan Abi nya hanya diam saja melihat pertengkaran anaknya. Sudah lama mereka tidak ribut seperti ini walaupun anak-anaknya sering ribut tapi mereka bisa langsung melupakan keributan hanya dalam hitungan menit.


" Istri Deddy kenapa jadi galak banget ya." Bisik ustad Gibran di telinga Khayra.


" Biarin tapi anda cinta kan." balas Khayra.


Keesokan harinya Khayra sibuk dengan menyiapkan pakaian kerja untuk Ustad Gibran. Setelah itu dia harus menyiapkan untuk memandikan sang buah hati.


Selesai suaminya mandi Khayra membawa Rayyan ke kamar mandi. Rayyan paling senang kalau sudah bertemu air. Setelah memandikan Rayyan Khayra pun menaruh Rayyan di tempat tidur untuk di pakaikan baju.


" Kalau Ray sudah selesai pakai baju biar mas gendong ke depan. kamu mandi aja."


" Aku udah mandi tahu dari subuh cuma masih pakai baju tidur aja." ucap Khayra sebel


cup...


Satu ciuman mendarat di pipi Khayra.


" Baiklah mommy nya Ray bibirnya di kondisikan jangan manyun gitu."


" Biarin aja."


" Yang ada mas nggak jadi ke kantor kalau kaya gitu."


" kenapa begitu?."

__ADS_1


" Kalau melihat kamu manyun begitu jadi pingin buatin adik buat Ray."


" Mesum..."


Ustad Gibran hanya tertawa sambil mengendong Rayyan.


" Jadikan sayang, Mas titip Ray ke umi dulu." Bisik ustad Gibran sambil berlalu pergi setelah mendapat plototan dari sang istri.


Setelah menemani ustad Gibran sarapan, Khayra pun mengantar ustad Gibran ke depan. Ternyata ustad Gibran di jemput oleh Akbar.


" Assalamualaikum Kai."


" Walaikum salam kak Akbar, apa kabarnya? udah lama nggak ketemu."


" Alhamdulillah baik Kai, Mana keponakan aku Kai "


" Di dalam lagi main sama kakek, neneknya."


" Oke lah, Kita jalan dulu ya Kai, assalamualaikum."


" Walaikum salam."


" Mas jalan dulu ya."


" Mas jangan lupa makan siang jangan sampai lupa." ucap Khayra setelah mencium tangan ustad Gibran.


" Assalamualaikum."


Siang hari mama dan Michiko sesuai janji mama datang ke pesantren.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam." ucap Zahra yang saat itu memang sedang duduk di teras.


" Masuk mah..." ajak Zahra.


orang tua ustad Gibran meminta mas Iqbal, zafra dan Zahra untuk memanggilnya mama dan papa juga seperti Khayra.


Khayra yang melihat mama mertuanya datang langsung mencium tangannya.


Dan mama pun langsung menyapa umi dan yang lainnya begitu juga dengan Michiko.


" Apa kabar mbak?." sapa umi.


" Alhamdulillah baik, dek Dijah , Bu nyai, Mala dan Ais gimana kabarnya?."


" Alhamdulillah kami baik." jawab umi.


" Oh iya ini keponakan saya namanya Michiko."


" Masya Allah, cantiknya ." gumam umi dalam hati

__ADS_1


tidak hanya umi, nenek, Tante Mala dan Tante Aisyah juga Zafra, Zahra serta nadifa mereka terkagum dengan kecantikan Michiko. walaupun mereka sudah pernah melihat foto Michiko dan juga saat Videocall dengan Khayra. Tapi aslinya lebih cantik dan manis.


Michiko langsung memperkenalkan diri dan juga mencium tangan umi, nenek, Tante Mala dan Tante Aisyah.


Habis Shalat Dzuhur para pria pulang datang untuk makan siang. Mereka pun langsung masuk dan menyapa mamanya ustad Gibran.


" Wah ini siapa?." tanya Kakek.


" Ini Michiko sepupu mas Gibran," ucap Khayra memperkenalkan Michiko ke kakek, Abi, om Zaki dan om zidan.


" Michi, kenalin ini kakek Kai, yang ini abi nya Kai, ini om Zaki suaminya Tante Aisyah dan yang ini om Zidan suaminya Tante Mala."


" Wah pantesan keponakan om langsung kepincut." ucap om Zidan sambil menepuk pundak keponakannya.


" Apaan sih om." ucap mas Iqbal yang malu di ledekin om nya.


Akhirnya mereka pun makan siang lesehan sambil bercengkrama. Michiko yang baru mengenal keluarga Khayra Langsung cepat beradaptasi. Michiko sangat senang karena perlakuan yang hangat dari keluarga besarnya khayra.


Mama dan Michiko masih tetap di rumah Khayra sampai nanti malam. Sore harinya Khayra, Zahra dan Nadifa mengajak Michiko keliling pesantren. Sambil membawa Rayyan bermain mobil besarnya. Rayyan baru saja di belikan oleh om Zidan mobil yang bisa dinaiki dan bisa di kendalikan kemudinya lewat remote control. Rayyan Sangat senang duduk di atas mobil barunya.


Keberadaan Michiko di tengah-tengah keluarga pemilik pesantren. Membuat para santri, ustad dan ustadzah yang kebetulan melihat rombongan Khayra sedang berjalan. Bertanya-tanya siapa wanita yang bersama mereka.


" Eh... itu siapa ya?" ucap salah satu santri.


" Iya siapa ya?." timpal yang lainnya.


" Cantik ya.'


" Jangan-jangan calonnya Gus Iqbal."


" Iya bisa jadi."


Sama dengan santri para ustad dan ustadzah juga menebak Michiko calon mas Iqbal.


Sedangkan Michiko terkagum dengan pesantren milik kakeknya Khayra. Maklum Michiko yang lahir dan besar di Jepang walaupun memiliki darah Indonesia. Dirinya baru tahu yang namanya pesantren karena selama ini dia nggak pernah mendengarnya.


Dan Michiko makin kagum saat Khayra menceritakan kalau pesantren ini pesantren modern. Kualitas pendidikannya juga nggak beda dengan kualitas pendidikan sekolah internasional. Dan Michiko sangat menyukai suasananya yang sejuk.


" Oh iya Kai tadi pas perjalanan ke sini, Tante ngasih tahu aku restoran kamu, cafe kamu yang dekat rumah sakit juga supermarket kamu. Aku nggak menyangka kamu punya itu semua di usia kamu masih mudah.'"


" Itu cuma usaha kecil-kecilan doang."


" Tante bilang restoran dan cafe tersebut kamu buat saat kamu masih sekolah. Bahkan sebelumnya kamu sama mas Iqbal katanya saat tinggal di Australia juga punya usaha foodtruck yang kalian berdua rintis."


" Iya dulu aku sama mas Iqbal patungan membuka usaha foodtruck gitu. Alhamdulillah sampai sekarang sudah ada sepuluh dan kalau cafe dan restoran itu join sama om Zidan."


" Tapi aku salut Lo sama kamu Kai.'


" Ah.. aku bisa terbang nih di puji terus.'


Mereka berdua pun tertawa

__ADS_1


__ADS_2