Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
190


__ADS_3

sepeninggalan Monica, Khayra dan anak-anaknya masih berada di cafe tersebut. Sambil menunggu Sakti yang katanya akan menyusul.


Khalid yang baru masuk Keluarga Al Fatir, Langsung di buat ngeri dengan kemarahan sang mama mertua. Memang mama mertuanya tidak seperti kebanyakan wanita yang akan adu mulut bahkan jambak-jambak. Tapi langsung menjatuhkan lawannya dengan bukti-bukti yang tak bisa terbantahkan.


Khalid melihat bagaimana mama mertuanya dengan santai berbicara dengan orang yang hampir merusak anaknya dan nama baik keluarganya.


Tapi setiap kalimatnya sungguh membuat musuh ingin menggali kuburannya sendiri.


Tak lama Sakti datang


" Assalamualaikum." Sakti mencium tangan Mommy nya.


" Walaikum salam."


" Sudah makan nak."' tanya Khayra.


" Sudah Mom, Tadi di kampus sempat makan dulu."


" Hai adik mas, serius amat sih main gadgetnya." Ucap Sakti ke Zafira yang sedang asik bermain game.


Zafira menarik napas lalu menghembuskannya, Zafira pun meletakkan gadgetnya. Lalu duduk menghadap Sakti dengan serius.


" Mas Sakti, Mas Sakti bisa nggak sih Milih teman." Ucap Zafira


Sakti bingung apa yang dimaksud oleh adik bungsunya.


Khayra dan Dania menahan tawanya karena mereka tahu Sakti akan di ceramahi oleh Zafira.


Sedangkan Khalid hanya diam saja karena dia baru masuk di keluarga Dania.


" Mas Sakti berteman boleh dengan siapa aja? Tapi mas Sakti juga harus pilih-pilih. Dan mas Sakti juga harus tegas kalau teman mas sakti itu nggak baik. Jangan mau di dekati, Hempaskan saja teman mas Sakti itu. Perlu Fira kenalin ke teman-teman Fira."


Sontak Khayra dan Dania langsung tertawa sedangkan Khalid hanya tersenyum.

__ADS_1


" Kenapa Mommy dan kak Dania tertawa, Fira itu lagi ngasih tahu mas Sakti biar nggak berteman dengan orang jahat.' ucap Zafira yang memandang sebel ke Mommy dan kakaknya.


" Tapi dek nggak di kenalin sama bocil juga kali." Ucap Dania sambil tertawa.


" Kak Dania siapa sih yang mau ngenalin mas Sakti sama bocil."


" Tadi kamu mau ngenalin mas sakti sama teman kamu kan mereka masih bocil."


" Eh iya ya..." Ucap Zafira sambil menggaruk kepalanya yang tertutup hijab.


" Tapi pokoknya Fira nggak suka mas Sakti berteman dengan teman mas Sakti yang bernama Monica itu." Zafira langsung melipat tangannya di dada.


" kenapa emangnya?."


" Dia nggak punya sopan santun dan nggak tahu malu tahu nggak." omel Zafira.


Sakti Langsung melihat Mommy nya meminta kejelasan tapi Mommy nya hanya diam saja.


" Dia dendam kayanya." Ucap Dania.


" Tadi teman mas sakti yang namanya Monica itu ke sini nyapa Mommy dan kita-kita. Terus dia langsung duduk gitu aja tanpa di persilakan duduk. Dan yang paling parahnya makanan pesanannya Fira langsung di ambil terus di makan. Benar-benar teman mas Sakti aneh bin ajaib." Jelas Dania.


" Bukan aneh kak tapi kurang ajar, Dan nggak tahu malu." sambung Zafira yang masih kesal.


" Sudah kalau mas sakti nggak mau makan lebih baik kita pulang aja."


Akhirnya mereka pergi meninggalkan mall tersebut.


****


Sampai rumah opa Hiro mereka semua pamit ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


" Sayang,. Abang nggak nyangka loh kalau Mommy semenyeramkan itu kalau lagi marah. Abang kira Mommy nggak bisa marah." ucap Khalid.

__ADS_1


" Mommy memang nggak bisa marah kok tapi sama keluarga aja. Selama aku diangkat anak oleh Mommy dan Deddy. Sampai saat ini jangankan di pukul di bentak aja nggak pernah begitu juga Deddy. Mommy dan Deddy pasti akan menegur kita dengan lembut namun tegas."


" Tapi kalau ada orang luar yang mengusik keluarganya jangan main-main sama Mommy dan Deddy. Dulu sahabatnya Mommy pernah ada masalah dengan ibu kandungnya yang jahat sama dia bahkan hampir membunuh sahabat Mommy. Dan begitu Mommy turun tangan ibu sahabatnya Mommy itu di penjara karena banyak melakukan kejahatan."


" Berarti aku harus hati-hati dong." ucap Khalid.


" Hati-hati kenapa?."


" Iya kalau sampai aku nyakitin kamu. Habis aku "


" Hahaha... makanya ingat ya kalau mau nyakitin aku berurusan Dengan Mommy."


Mereka pun tertawa berdua.


****


Sementara Sakti menemui Mommy dan Deddy nya, Sebenarnya Sakti penasaran apa yang terjadi ketika Monica menghampiri mereka tadi di cafe.


Karena Sakti hafal betul adik bungsunya nggak akan bicara kasar kalau orang itu baik dengannya.


Awalnya Deddy menanyakan bagaimana kuliah aku dan Deddy menawarkan aku untuk bergabung di perusahaan opa Hiro. Tapi Sakti masih mencoba memikirkannya sebab target di hanya agar lulus cepat dengan hasil yang memuaskan.


" Mom, Sebenarnya tadi kenapa sih kok bisa Fira sewot banget." tanya Sakti.


" Kenapa sayang?" ustad Gibran juga ikut bertanya.


" Dan kamu juga kenapa nggak ngasih tahu Mommy kalau perempuan itu mau menjebak kamu." Tanya Khayra


" Apa harus Sakti kasih tahu toh Mommy tahu sendiri opa maupun opa Hiro nggak mungkin nggak nyuruh orang buat ngawasin dan menjaga Sakti. Walaupun Sakti juga nggak tahu yang mana orang yang di utus oleh opa."


" Jadi yang tadi Dania cerita ini, pelayan datang nganter pesanan Fira. Tapi langsung diambil dan di makan oleh teman kamu. Otomatis Fira marah lah."


" Yang jelas teman kamu sudah di kasih tanda merah sama Fira."

__ADS_1


" Jujur Sakti juga risih Mom, Tapi mau gimana kita sering satu kelompok."


" Yang terpenting kamu harus tetap waspada." ucap ustad Gibran


__ADS_2