Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
62. ngambek lagi


__ADS_3

setelah keluar dari kelas khayra ustad Gibran pun meminta salah satu santri untuk memanggil khayra dan disuruh menemuinya di kantornya. dan ustad Gibran juga memesankan khayra jus alpukat.


sedangkan di kelas khayra, khayra baru saja akan pergi ke kantin tapi salah satu santri menghampirinya.


" assalamualaikum Ning."


" walaikum salam ada apa?."


" maaf Ning, Ning Khayra di panggil ustad Gibran eh Gus gibran di kantor nya."


" oh iya makasih ya."


" sama-sama Ning kalau gitu saya permisi dulu assalamualaikum."


" walaikum salam."


santri itu pu. pergi meninggalkan kelas mereka.


" ayo katanya kita mau ke kantin.' ajak khayra.


" Ning kamu kan di suruh nemuin Gus gibran." ucap nada.


" nanti aja."


" Ning jangan begitu ingat Gus gibran itu selain ustad di sini dia juga suami kamu loh."


khayra pun tak mau berdebat juga tak mau kalau teman-teman tahu dia lagi kesal dengan ustad Gibran.


" ya udah aku duluan ya."


khayra pun langsung keluar kelas menuju ruangan suaminya.


" assalamualaikum."


" walaikum salam." ustad Gibran membuka pintu ruangannya.


khayra mencium tangan ustad Gibran dan masuk ke dalam, khayra langsung duduk di sofa. sedangkan ustad gibran membuka kotak makanan yang tadi dia bawa.


" ayo makan dulu sayang."

__ADS_1


khayra hanya diam saja dan tak menanggapi ustad Gibran. ustad Gibran yang melihat khayra diam saja ustad Gibran langsung memeluknya. khayra yang di peluk oleh ustad Gibran langsung menangis di pelukan ustad Gibran.


nggak tahu kenapa semenjak hamil khayra menjadi sosok manja, nggak mau di tinggal sama ustad Gibran, lebih cengeng dan nafsu makannya menjadi dua kali lipat.


" kenapa tadi nggak sarapan?." tanya ustad Gibran.


" mas Gibran jahat?."


" kenapa mas di bilang jahat?."


" Kai udah masak buat sarapan tapi Kai nungguin mas nggak datang-datang jadi keburu malas buat makan."


" maafin mas ya, sekarang kita makan ya mas juga belum makan. ingat Lo sayang di dalam sini ada baby kita." ucap ustad Gibran sambil memegang perut khayra.


akhirnya khayra pun memakannya bersama ustad Gibran.


" habis ini mas Gibran mau kemana?." tanya Khayra


" mas mau ke kantor."


" pulang jam berapa?."


" Kai ikut mas Gibran ya."


" kan habis ini kamu masih ada pelajaran."


" ya udah nanti pas Kai pulang Kai nyusul mas Gibran"


" sayang di rumah aja ya mas bakal usahi pulang cepat."


khayra hanya mengerucutkan bibirnya, karena bel sudah berbunyi khayra pun langsung pamit.


" Kai balik ke kelas dulu.' ucap khayra jutek sambil keluar dari ruangan ustad Gibran.


sedangkan ustad gibran hanya bisa beristighfar.


pulang sekolah Khayra mampir dulu ke rumah sang nenek untuk mengambil bubur kacang ijo dan ketan hitam pesanan khayra. dia pun pulang ke rumah karena lagi kesal dengan ustad Gibran dan dia malas makan bubur kacang ijo dan ketan hitam yang dibuat oleh neneknya khayra taruh kulkas.


setelah itu khayra mengambil minum lalu membawanya ke atas. karena dia mau bersih-bersih dan ganti baju. setelah itu khayra hanya leha-leha saja.

__ADS_1


jam tujuh malam khayra menunggu ustad Gibran belum juga pulang. karena kesal menunggu ustad Gibran pulang di tambah lagi ustad Gibran tidak menghubungi khayra. dan khayra pun sudah berkali-kali menelpon tapi ustad Gibran tak pernah mengangkat telponnya.


habis sholat isya khayra pun berencana langsung tidur di malas melihat ustad Gibran tapi sebelumnya khayra pun turun ke bawa untuk membuat susu. setelah meminum susu khayra langsung naik lagi ke atas dan bergegas tidur.


sedangkan di kantor ustad Gibran sedang sibuk dengan berkas-berkasnya dia harus menyelesaikannya dengan cepat agar bisa dapat pulang ke rumah. saking fokusnya dengan pekerjaannya ustad Gibran tak sadar kalau handphonenya masih dengan mode pesawat.


pukul delapan malam ustad Gibran pun selesai dengan pekerjaannya. dia bergegas untuk pulang ke rumah, sambil berjalan menuju lift ustad Gibran melihat handphone dan betapa terkejutnya ustad Gibran.


" astaghfirullahaladzim." ujar ustad gibran saat melihat tiga puluh kali panggilan masuk dan juga banyak pesan yang Khayra kirim.


ustad Gibran makin mempercepat langkahnya saat keluar dari lift menuju mobilnya di parkiran. ustad Gibran benar-benar kesal pada dirinya sendiri kenapa dia bisa lupa mengubah mode telponnya.


sebelum menjalankan mobilnya keluar dari kantor ustad Gibran mengecek CCTV di dalam rumah karena dia baru menyadari bahwa istrinya kalau sedang kesal atau ngambek pasti nggak mau makan.


dan benar saja khayra dari pulang sekolah dia belum makan dan hanya minum susu padahal terlihat jelas di pulang sekolah membawa wadah berisi makanan tapi khayra taruh kulkas.


Melihat semua itu ustad Gibran langsung melaju mobilnya meninggalkan kantornya menuju rumahnya tapi sebelum pulang ustad Gibran mampir dulu ke toko roti untuk membelikan khayra cheese cake.


sampai rumah ustad Gibran langsung bergegas masuk ke dalam rumah. lantai bawah sepi berapa lampu sudah di matikan, ustad Gibran bergegas naik kelantai dua menemui istrinya. tapi sebelumnya dia naik ke atas ustad Gibran menaruh cheese cake yang di belinya di kulkas.


ceklek


ustad Gibran membuka pintu kamarnya terlihat khayra tidur memunggunginya. ustad Gibran memutuskan untuk masuk kamar mandi setelah ustad Gibran masuk kamar mandi Khayra yang sebenarnya belum tidur langsung menatap pintu kamar mandi. khayra yang kesal dengan ustad Gibran dan khayra mencoba untuk cuekin ustad Gibran tapi di lain sisi khayra pingin di peluk ustad Gibran.


saat pintu kamar mandi terbuka khayra langsung kembali ke posisi semula. sedangkan ustad gibran yang baru keluar kamar dia melihat pergerakan istrinya. dia tahu istrinya pura-pura tidur ustad Gibran pun langsung naik ke tempat tidur dan langsung memeluk Khayra.


sedangkan khayra yang di peluk ustad Gibran bingung karena dia ingin berbalik badan memeluk ustad Gibran tapi dia tetap gengsi


" yang mas tahu loh kamu belum tidur, bangun dulu yuk kita makan kamu belum makan loh dari siang. kamu mau mas masakin apa?" ucap ustad Gibran yang terus mencumbu leher Khayra.


makin lama khayra makin terbawa suasana Khayra makin tak bisa menahan diri pertahanannya goyah.


" mas ih, ngeselin Kai kan lagi ngambek tahu." ucap Khayra yang berbalik badan memeluk ustad Gibran.


" kita makan dulu kasihan Dede bayinya kelaparan karena mommy ngambek." ucap ustad Gibran terkekeh menertawakan khayra.


" mas ih.. malah ngeledek Kai sih." ucap khayra melepas pelukannya sambil memanyunkan bibirnya.


ustad Gibran yang melihat khayra seperti itu hanya tersenyum. lalu mencium singkat bibir khayra.

__ADS_1


" ngambeknya nanti di lanjutin lagi ya sekarang makan dulu." ucap ustad Gibran sambil mengacak-acak rambut Khayra.


__ADS_2