Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
38. awal baru bersamamu


__ADS_3

menjelang magrib mas Gibran masuk ke dalam kamar.


" sudah mandi sayang." tanya ustad Gibran karena melihat Kai sudah berganti baju.


" sudah, mas Gibran mau mandi biar Kai siapin bajunya." ucap Kai.


" mas mandi dulu ya." mas Gibran pun masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Kai menyiapkan baju ganti untuk mas Gibran.


keluar kamar mandi ustad Gibran tak mendapati sang istri di kamar. tapi ustad Gibran cukup senang karena Kai menyiapkan baju ganti untuknya.


ceklek


" kamu dari mana sayang." ucap ustad Gibran melihat istrinya masuk.


" oh... Kai bikin coklat panas dan ini untuk mas Gibran.' ucap Kai memberikan segelas coklat panas.


" makasih sayang."


" mas mau shalat di masjid atau di rumah."


" shalat di rumah aja, mas mau jadi imam kamu."

__ADS_1


" oh ya udah."


ustad Gibran menghampiri Kai yang sedang duduk di sofa yang berada di dalam kamar sambil menikmati coklat panas dan bermain handphone. ustad Gibran duduk di sebelah Kai.


" aduh kenapa sih pakai duduk di sebelah Kai nggak tahu apa dari tadi jantung Kai berdetak kencang." gumam Khayra dalam hati.


" sayang makasih ya sudah mau jadi istri mas. semoga kita bisa terus bersama sampai tua nanti sampai ajal menjemput." ucap ustad Gibran.


" amin mas."


' Kai."


" kenapa kamu memalingkan wajah." Khayra hanya menggeleng.


" mas boleh meluk kamu Kai." Khayra hanya mengangguk


setelah mendapat persetujuan ustad Gibran memeluk Kai sambil mencium puncak kepalanya. sedangkan Kai saat ini detak jantung nya luar biasa." ya Allah mudah-mudahan mas Gibran nggak mendengar suara detak jantung Kai." gumam Khayra dalam hati.


suara adzan magrib berkumandang ustad Gibran yang mendengar itu segera melepaskan pelukannya. Kai yang sepertinya nyaman di peluk oleh ustad Gibran tampak bingung karena ustad Gibran tiba-tiba melepas pelukannya.


" kenapa?" Khayra masih bingung." kita shalat magrib dulu peluknya lanjut nanti aja." bisik ustad Gibran.

__ADS_1


Kai yang baru sadar setelah dibisikkan oleh ustad Gibran. dia langsung menutup wajahnya dengan ke dua tangannya. ustad Gibran yang melihat itu tersenyum lalu berjongkok di depan Kai mengambil kedua tangan Kai yang menutupi wajah Kai.


" sayang kamu kenapa?."


" mas ih, Kai malu tahu."


" malu kenapa? kan yang meluk kamu itu mas suami kamu. kenapa harus malu? bahkan kita akan melakukan lebih dari ini."


" udah ah, ayo?"


" ayo kemana sayang, kita shalat dulu bikin cucu untuk umi sama abi nanti malam aja ini masih sore." ledek ustad Gibran.


Kai yang mendengar itu langsung melotot tajam ke ustad Gibran.


" mas ih, maksud Kai ayo shalat berjamaah."


" oh kirain ngajakin buat cucu."


Kai kesal dia Langsung masuk kamar mandi untuk wudhu. setelah wudhu gantian ustad Gibran yang ngambil wudhu. Kai yang sudah ngambil wudhu memakai mukenanya dan juga mengelar sajadah untuk dirinya dan untuk suaminya.


sedangkan ustad Gibran tersenyum setelah keluar kamar mandi dia melihat istrinya sudah mengelar sajadah untuknya. dan ustad Gibran pun mengimami shalat selesai kai mencium tangan ustad Gibran dan ustad Gibran mencium kening Kai. sambil menunggu isya Kai dan ustad Gibran memilih membaca Alquran bersama. saat adzan isya berkumandang mereka pun kembali shalat berjamaah.

__ADS_1


__ADS_2