Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
243. menyenangkan cucu


__ADS_3

" Terus ini siapa?." tanya Tante Shanum.


" Ini istri Sakti Oma." Jawab Sakti.


" Maaf ya sayang Oma tidak mengenali ."


" Iya nggak apa-apa Oma." Jawab Amara lembut.


" Namanya siapa sayang."


" Amara Oma."


" Udah Ngobrolnya nanti di lanjutkan nanti sekarang lebih baik kita makan dulu." ucap Tammy.


Mereka pun pergi ke taman belakang karena di sana sudah di siapkan meja panjang.


Mereka pun makan malam di selingi dengan senda gurau. Selesai makan malam mereka ngobrol sebentar sebelum mereka pamit pulang.


****


Keesokan harinya ustad Gibran dan khayra mengajak anak, menantu dan cucunya jalan-jalan.


Mereka jalan-jalan menikmati hari dan juga menyenangkan cucu. Karena hari ini Sakha dan Shanum ingin pergi juga ke kebun binatang. Jadi mereka mampir dulu ke kebun bintang sebentar.


" Nanti di sana ada teman Ade tahu." Ucap Zafira.


" Apa eman Dede " tanya Shanum dengan cadelnya.


" Ada nanti kita lihat di sana." jawab Zafira menggoda keponakannya.


" Iya ada eman Dede ih ana." tanya bocah itu lagi.


" iya tanya aja sama Oma."


" Ma Eman di ana ada eman Dede " tanya Shanum ke Khayra


" Adanya teman aunty Fira."


" ata Ty ila ada eman Dede "


" Bohong "


" Ty Oong ya."


" hahaha... di bilangin nggak percaya."

__ADS_1


" Nda nda Caya."


Akhirnya mereka pun Sampai di kebun bintang, Sakha dan Shanum sangat senang.


Apalagi Shanum dia Terus saja bertanya binatang apa kepada opanya . Karena saat ini Shanum sedang di gendong oleh opanya.


" Ini teman Dede." Tunjuk Zafira ke kandang monyet.


" Yet utan Eman Dede, Eman Ty." Balas Shanum.


" Enak aja masa teman aunty."


' Hehehe.." Shanum tertawa sambil menutup mulutnya.


" Oma mas Sakha haus." Ucap Sakha menghampiri Oma nya.


" Masya Allah cucu ganteng Oma haus ya, Yuk kita cari minum. Dede Shanum haus ga." tanya Khayra ke Shanum.


Shanum hanya mengangguk.


Mereka pun pergi ke stand penjual minuman dan Snack.


" Oma mas Sakha mau minuman coklat." ujar Sakha.


" Ama." Sahut Shanum.


Khayra memesan minuman dan juga Snack untuk dirinya, suaminya, kedua cucunya, anaknya serta menantunya.


Setelah minum dan makan Snack mereka pun memutuskan untuk pulang. Tapi sebelumnya mereka mampir dulu ke London eye.


" Opa kita akan naik itu." Tanya Sakha ke ustad Gibran.


" Iya sayang kita akan naik itu." jawab ustad Gibran sambil mengelus kepala Cucunya.


" Asik.." Sorak Sakha senang.


Setelah membeli tiket kemudian mereka pun masuk ke dalam kapsul yang berada di bianglala terbesar. Walaupun masih ada lagi yang lebih besar.


Sakha antusias begitu kapsul yang di tempati mulai bergerak. Bahkan Sakha memilih berdiri di pinggiran sambil berpegangan dan diawasi oleh Rayyan.


Sedangkan Shanum sendiri enggan turun dari pangkuan Khayra.


Selesai naik London eye mereka memutuskan untuk pulang tapi sebelumnya mereka mampir untuk makan malam terlebih dahulu.


****

__ADS_1


Sebelum kembali ke Indonesia ustad Gibran mengajak keluarganya ke Paris terlebih dahulu. Tapi kali ini Bagas tidak bisa ikut karena harus ke kantor.


Mereka pergi menggunakan kereta dari London ke Paris. Mereka pun naik dari LONDON St Pancras Station. Mereka akan menempuh perjalanan hampir tiga jam untuk sampai ke Paris.


Beruntung Eurostar Train keretanya nyaman jadi kedua cucunya sangat anteng. Setelah menempuh perjalan selama hampir tiga jam mereka pun sampai di Station Paris Gare Du Nord.


keluar station mereka pun langsung di jemput oleh pihak Travel yang kebetulan pemilik travel tersebut alumni pesantren Al hikmah.


Mas Budi, Dia pemilik travel tersebut ustad Gibran meminta mas Budi untuk membawa ke tempat-tempat yang sudah di tentukan oleh ustad Gibran.


Terutama ke Disneyland Paris karena Sakha dan Shanum belum pernah ke sana.


Karena mereka sampai di sana malam jadi mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka pergi ke hotel.


" Gus , Ning selamat datang di Paris, terima kasih loh sudah berkenan memakai jasa travel saya." Ucap mas Budi.


" Sama-sama Mas Budi aku juga baru tahu dari Abi, sebelum berangkat ke London saya bilang mau sekalian ke Paris mau ngajak cucu ke Disneyland."


" Terus Abi bilang alumni santri nya ada yang buka usaha travel di Paris terus di kasih deh nomor telepon mas Budi."


" Gus sama Ning sudah punya cucu " tanya mas Budi tak percaya.


" Iya ini kedua cucu saya."


" Masya Allah, ini anak dari Gus Sakti ya kalau nggak salah anak Gus dan Ning yang besar."


" Bukan mas Budi ini anaknya Dania."


" Oh..."


" Nah itu Sakti sama istrinya."


" Oalah maaf Gus nggak ngenalin."


" Nggak apa-apa pak."


" Anak saya yang pertama itu Sakti." ucap ustad Gibran sambil menunjuk ke sakti


" Terus Dania dia nggak ikut."


" Terus Rayyan " Ustad Gibran menunjuk Rayyan.


" Si kembar Zafran dan Zafira."


" Dan yang ini namanya Luna anak angkat kami juga." jelas ustad Gibran.

__ADS_1


" Maaf kalau nggak ngenalin habis sudah pada besar." ucap mas Budi


__ADS_2