
Pagi ini terjadi kehebohan di rumah Khayra dan ustad Gibran. Hari ini hari pertama anak-anak bersekolah di tempat baru. Kini Khayra sedang mengecek semua kebutuhan sekolah mereka.
" Fira kenapa baju itu nak?." tanya Khayra saat melihat putrinya memakai pakaian princess.
" Ayo ganti pakai yang Ini, Kamu itu mau sekolah bukan mau pesta." ujar Khayra sambil memberikan seragam sekolahnya.
" No mommy." ucap Zafira sambil cemberut melipat tangannya di dada
" Kalau mau sekolah cepat ganti bajunya kalau masih mau pakai baju princess kamu di rumah aja nggak usah sekolah.' ucap tegas Khayra.
Zafira pun bergegas Menganti bajunya walaupun masih tetap cemberut.
" Kak Dania sudah selesai." Tanya Khayra ke Dania yang sudah rapi.
" Sudah mommy."
" Kalau sudah kamu langsung ke meja makan sudah di tunggu sama Oma dan opa."
" Iya mom." Dania pun pergi ke meja makan.
Setelah itu Khayra pergi ke kamar anak laki-lakinya dan ternyata sudah pada rapi.
Selesai sarapan anak-anak mencium tangan Oma, opa dan Deddy nya. Khayra pun mengantar anak-anaknya ke sekolah, orang tua ustad Gibran sengaja membelikan mobil yang kapasitasnya besar sehingga Khayra bisa memakai satu mobil untuk mengantar jemput anaknya.
Pertama mereka ke sekolah Sakti dan Dania.
" Mas Rayyan, Zafran dan Zafira diam di sini ya nak mommy mau antar kakak kalian masuk ke sekolah dulu. Kalian jangan nakal ."
" Ya mom." jawab mereka serempak.
Kini Khayra berjalan masuk ke dalam sekolah dengan sakti di sebelah kirinya dan Dania di sebelah kanannya. Mereka pergi ke kantor kepala sekolah terlebih dahulu. Setelah itu mereka diantar oleh guru ke kelas masing-masing.
Sebelum pulang khayra terlebih dahulu mengikuti Dania sampai ke kelasnya. Setelah mengetahui kelasnya Khayra pun pamit ke Dania. Dan memberi pesan agar nanti kalau sudah pulang duluan dan mommy nya belum datang. untuk menunggu di depan kantor guru nanti di samperin oleh sakti ke sana.
Kini Khayra sudah kembali ke mobil dan melanjutkan ke sekolah Rayyan, Zafran dan Zafira. Mereka bersekolah di tempat yang sama, Rayyan bersekolah di taman kanak-kanak sedangkan si kembar di play group nya.
Khayra sengaja menunggu Rayyan, zafran dan Zafira di sekolahnya karena pihak semoga bilang untuk hari ini mereka hanya akan perkenalan saja.
__ADS_1
Saat Khayra sedang duduk bersama para pengasuh anaknya, seorang berpakaian syar'i menghampiri Khayra.
" Assalamualaikum Maaf Ning khayra ya, cucu pemilik pesantren Al hikmah." tanya perempuan itu.
Khayra langsung menatap wanita berpakaian syar'i tersebut. Dirinya tak mengenali siapa orang tersebut, Khayra berpikir kalau orang tersebut adalah salah satu santri kakeknya.
" Walaikum salam, iya maaf siapa ya?."
" Alhamdulillah ya Allah Ning akhirnya ketemu lagi sama kamu. Aku Gina Ning." ucap perempuan itu bahagia.
Perempuan berpakaian syar'i tersebut adalah gina sahabatnya waktu sekolah di pesantren milik kakeknya.
" Ya Allah Gina, ini benaran kamu."
" Iya Ning ini aku."
Khayra tak menyangka bahwa ini adalah sahabatnya Gina. Walaupun aku cuma dua tahun sekolah di sana dan bersahabat dengan Gina. karena setelah lulus kami pun putus komunikasi. Namun Khayra sudah bertemu kembali dengan Nada dan Sarah satu tahun yang lalu. Dan baru Minggu kemarin mereka ketemuan.
Sarah ternyata saat itu baru pulang dari Singapura karena ikut neneknya. sedangkan Nada melanjutkan kuliahnya ke Yogyakarta. Makanya kami jadi putus komunikasi. Tapi yang Khayra cukup tahu kalau orang tuanya Gina punya pabrik dan toko mebel di kota kelahirannya Gina di Palembang. Kenapa penampilan Gina seperti ini.
" Anak Ning Khayra sekolah di sini." Tanya Gina.
" Memang sekarang anak Ning Zahra sudah berapa?." Tanya Gina.
" Anak aku udah lima Gin." ucap Khayra.
Gina langsung syok begitu Khayra bilang anaknya lima.
" Masya Allah Ning lima." Tanya Gina sambil menunjukan jarinya.
" Iya anak aku yang pertama laki-laki Namanya sakti kelas lima SD."
Gina mengeryitkan keningnya " Anak Ning khayra sudah kelas lima SD ." gumam Gina dalam hati.
" Anak aku yang ke dua perempuan namanya Dania kelas tiga SD."
" Anak keduanya kelas tiga SD , Ning khayra pasti becanda." lagi-lagi Gina bergumam dalam hati.
__ADS_1
" Kenapa bingung ya anak aku udah gede.'
" Eh iya Ning, soalnya seingat aku saat kita lulus sekolah Ning khayra baru hamil berapa bulan deh."
" Sakti dan Dania itu anak angkat aku, Aku mengadopsi mereka kurang lebih dua tahun yang lalu. Ayahnya mereka adalah karyawan di perusahaan mamanya ustad Gibran yang ada di Jepang. Kedua orang tuanya orang Indonesia yang bekerja di Jepang. karena sudah tidak punya sanak saudara lagi akhirnya mereka kita adopsi."
" Terus mereka di bawa ke Indonesia gitu Ning."
" Nggak kami baru pindah kembali ke sini dua Minggu yang lalu. Setelah aku melahirkan anak pertama aku berapa bulan setelah nya kami menyusul orang tuanya ustad Gibran yang sedang di sana. Awalnya kami ke Jepang untuk menghindari seorang wanita yang ingin merusak rumah tangga kami. Tapi karena satu dan lain hal akhirnya kami pun menetap di sana. Bahkan aku juga berkuliah di sana."
" Jadi Ning khayra baru kembali tinggal di sini."
" Mommy, " Teriak Zafira yang sedang berlari.
" Itu." Tanya Gina.
" Mommy Fira dapat ini." ujar Zafira sambil menunjukan goodie bag ke Khayra
" Zafran juga Mommy."
" Oh iya sayang kenalin ini Tante Gina sahabat Mommy."
Zafran dan Zafira pun mencium tangan Gina.
" Ini anak kembar aku namanya Zafran dan Zafira. Mereka masuk play group dan anak pertama aku juga sekolah di sini cuma dia TK..Nah itu dia." Tunjuk Khayra ke bocah laki-laki yang sedang berjalan dengan mbak Dewi.
" Mas Rayyan Ayo Salim sama sahabat Mommy namanya Tante Gina."
Rayyan pun mencium tangan Gina dan setelah itu bergabung dengan kedua saudaranya.
" Perempuan-perempuan itu."
" Oh mereka adalah pengasuh anak aku dari bayi."
" Hebat sekarang ya Ning."
" Oh iya kamu di sini nganterin anak kamu juga." Tanya Khayra.
__ADS_1
" Mana sanggup aku sekolahkan anak aku di sini."
" Terus."