Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
92. Syifa kabur


__ADS_3

Pukul sembilan malam ustad Gibran, Khayra, baby Rayyan dan Dewi pengasuh baby Rayyan sudah akan bersiap berangkat.


" Mang sudah semua kopernya dimasukkan ke bagasi "


" Sudah den Gibran."


" Ya udah, mamang, bibi semuanya saya titip rumah ya kalau ada apa-apa silahkan hubungi kak Hilman atau saya juga nggak apa-apa." ucap ustad Gibran


Semua mengangguk.


" Bi sumi Kai pergi dulu ya, maaf dewi kau pinjam dulu." ucap Khayra ke bi Sumi, ibu dari Dewi.


" Iya non nggak apa-apa?."


" Semuanya kami pamit ya, assalamualaikum." ucap ustad Gibran saat akan masuk ke mobil.


" Walaikum salam."


Mobil yang membawa mereka pun meninggalkan rumah menuju Bandara.


Setelah menempuh perjalanan udara tujuh jam mereka pun sampai di bandara narita. Mereka di jemput oleh supir, dari bandara ke rumah orang tua ustad Gibran memakan waktu hampir satu jam setengah.


Keluarga mama nya ustad Gibran memang hampir semua menetap di Jepang. Kakek ustad Gibran orang Jepang yang menikahi wanita asal indonesia dan menetap di Jepang. Sedangkan mama dan papanya ustad Gibran mereka pertama kali bertemu di kampus. Mereka berkuliah di universitas yang sama tapi berbeda jurusan.


Papanya ustad Gibran pertama mengenal mamanya ustad Gibran saat ada kegiatan kamu yang melibatkan semua mahasiswa di sana. Dan di sana mereka berkenalan lalu pacaran dan setelah lulus kuliah mereka menikah. Setelah menikah mereka memutuskan untuk tinggal di Indonesia. Karena papanya ustad Gibran harus membantu memegang perusahaan keluarganya.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah orang tua Ustad Gibran yang berada di Jepang. Lebih tepatnya rumah orang tua mamanya ustad Gibran yang di beli oleh papanya ustad Gibran.


Begitu mobil masuk halaman rumah terlihat mama dan papa sudah menunggu di sana.


" Assalamualaikum mama, papa." sapa Khayra.


" Walaikum salam."


" Gimana Kai perjalanannya?." tanya papa.


" Alhamdulillah lancar pah."


' Ray rewel sayang?." tanya mama.


" Alhamdulillah nggak mah, mungkin karena berangkatnya malam jadi nggak rewel."


" Alhamdulillah kalau gitu, mama sempat khawatir soalnya perjalanan jauh dan bawa bayi pula."

__ADS_1


" Apa kabar nyonya, tuan?"


" Alhamdulillah kami baik wi, makasih ya sudah mau ikut ke sini." ucap mama.


" Kan memang tugas saya nyonya membantu mbak Kai mengurus Baby Rayyan."


" Sudah ayo masuk. pasti kalian capek." ajak mama.


Kami pun masuk ke dalam rumah, setelah melepas rindu sebentar akhirnya ustad Gibran mengajak Khayra dan baby Ray untuk istirahat di kamar.


Sedangkan di tempat lain Syifa sedang mencari cara agar bisa pergi dari rumah. Syifa masih terobsesi dengan ustad Gibran tapi semenjak pulang dari tempatnya kyai Ibrahim kakeknya Khayra. Syifa selalu diawasi oleh kyai Salman, Syifa juga di larang keluar rumah.


Dini hari Syifa berhasil kabur dari rumah membawa beberapa pakaian. Syifa yang memang licik dia mengelabui orang yang menjaganya. Lalu dia pergi ke rumah salah satu temannya, teman yang dia kenal di club.


Dengan memakai taksi online Syifa langsung pergi ke apartemennya Gerry.


kini Syifa menunggu Gerry lobby apartemennya karena Gerry dalam perjalanan pulang dari club.


" Syifa..." panggil Gerry.


" Akhirnya Lo datang juga? lama banget sih Lo."


" Lagian Lo tiba-tiba telpon mau ke tempat gue kan Lo tau gue sudah pasti ada di club. Lo mau ngapain?."


" Nanti gue ceritain ke Lo sekarang kita ke tempat Lo dulu."


" sekarang Lo cerita ada apa?."


" Lo tolongin gue ger, untuk sementara gue disini dulu. Gue kabur dari rumah."


" Kenapa Lo kabur?."


" Gue mau di nikahin dan gue nggak mau kan lo tahu sendiri gue pengen bebas " bohong Syifa.


" Mau di nikahin sama siapa Lo? "


" Dia sudah tua dan gue mau dijadikan istri ke tiganya gila kan."


" Kok bisa "


" Ya bisa lah, Tuh aki-aki nggak puas kali sama kedua istrinya makanya minta gue jadi istri ketiganya "


Gerry mengernyitkan dahinya bingung dengan yang di bilang oleh Syifa. Karena Gerry tau ayahnya Syifa seorang kyai dan Syifa anak perempuan satu-satunya. Rasanya nggak mungkin ayahnya membiarkan Syifa menjadi istri ketiga.

__ADS_1


" Kayanya ada yang nggak beres nih, tapi lumayan gue manfaatin Syifa buat keuntungan gue." gumam licik Gerry dalam hati.


" Mungkin tuh aki tau kali kalau Lo tuh paling jago dalam urusan ranjang." kelakar Gerry.


" Sialan Lo, Gue juga lihat-lihat kali. Biarpun gue suka tidur sama laki-laki ya nggak sama aki-aki juga kali."


" Lagian Lo anak kyai tapi kelakuan minus."


" Biarin aja yang penting gue happy. Oh iya gimana gue boleh nggak tinggal sementara di sini."


" Kayanya lumayan nih dia tinggal di sini Syifa kan tajir. kayanya bisa gue manfaatin nih," ucap Gerry dalam hati.


" Gerry.." Syifa menepuk pundaknya Gerry.


Gerry yang sedang melamun sontak kaget.


" Iya kenapa ga?."


" ih... gue bilang gue boleh nggak tinggal sementara di sini." tanya Syifa lagi.


" Boleh tapi ada syaratnya, urusan makan lo beli sendiri."


" Gampang."


" Terus selama di sini lo main sama gue."


" Maksud Lo?."


" Lo jangan pura-pura bego, gara-gara Lo telpon bilang lagi ada di apartemen gue. Gue gagal bawa cewek kenalan gue ke sini. dan gue gagal begituan deh sama tuh cewek. mana tuh cewek mantap banget lagi.' ucap Gerry pura-pura lemes karena nggak bisa bawa tuh cewek ke rumah.


" Ya elah Lo, santai aja sama gue, gue jamin lo bakal puas deh. Selama gue tinggal di sini urusan itu Lo bisa bebas mau kapan saja." ucap Syifa.


" Ya udah sekarang aja yuk." ajak gerry


Dan dianggukin oleh Syifa.


Kini Syifa dan Gerry pun langsung masuk kamar.


Di rumah kyai Salman sudah terjadi keributan dimana kyai Salman menemukan orang-orang yang di suruh menjaga Syifa. Mereka di temukan tak sadarkan diri di depan kamar Syifa saat kyai Salman akan berangkat ke masjid.


Kyai Salman panik dan membangun semua orang yang tinggal di rumahnya. Dan Mereka pun membawa orang yang tak sadarkan diri ke klinik terdekat.


Kyai Salman marah saat tau mereka tak sadarkan diri karena obat bius. Kyai Salman makin tak habis pikir dengan anaknya bagaimana dia bisa berbuat seperti itu. Kyai Salman pun langsung mengerahkan orang untuk mencari keberadaan Syifa.

__ADS_1


Dan kyai Salman juga tak lupa memberitahukan ke kyai Ibrahim bahwa Syifa pergi dari rumah. dan takutnya dia pergi ke tempat kyai Ibrahim karena masih menginginkan ustad Gibran.


Kyai Salman cukup menyesal mengajak Syifa untuk menghadiri acara di pesantren Al hikmah, pesantren milik kyai Ibrahim. Dan juga cukup menyesal bilang ke Syifa bahwa dirinya akan di jodohkan dengan cucu kyai Ibrahim tanpa bicara terlebih dahulu kepada mereka.


__ADS_2