
Semua kumpul untuk sarapan pagi sebelum semua memulai beraktivitas.
" Abi pembukaan santri baru sudah buka bi." Tanya Khayra.
" Kenapa nak?." Tanya Abi kembali
" Itu mas Rayyan mau nerusin SMP nya di pesantren bi."
" Alhamdulillah, Benar mas Rayyan?." Tanya Abi ke Rayyan
" Benar kek, Rayyan mau masuk pesantren aja. Lagian pesantren kakek juga nggak kalah sama sekolah Rayyan saat ini." Jawab Rayyan
" Ya sudah nanti kakek masukin nama kamu sebagai santri baru." Ucap Abi
" Tapi mas Rayyan tinggalnya di sini ya sama nenek jangan minta tinggal di asrama." ucap Umi.
" Iya nek, Rayyan akan tinggal di sini kok. Tinggal di asrama sama di rumah kakek nenek sama aja orang masih satu lingkungan."
" Asik ada mas Rayyan, Yusuf punya teman main." Ucap Yusuf anaknya Zafra.
" memangnya kamu nggak punya teman selama ini." tanya Rayyan.
" Punya mas, Tapi kan mereka di asrama dan mereka harus mengikuti peraturan jadi nggak bisa setiap saat main sama mereka "
" Emang kamu yakin suf mas Rayyan mau main sama kamu." ucap Zafran.
" Ya nggak tahu."
" Sudah-sudah lanjut makannya.' ucap Zafra menengahi.
" Tapi Mommy bakal nengokin mas Rayyan setiap Minggu kan. Nanti Fira kangen gimana?." Ucap Zafira memasang wajah sedih.
" Iya nanti kita setiap Minggu ke sini." ucap ustad Gibran.
" Yeah...' Zafira gembira.
" Mommy, Deddy boleh nggak Dania ikut pindah sekolah di sini." Tanya Dania sambil tertunduk takut.
" Kenapa mau pindah sayang ?" Tanya Khayra lembut.
" Dania sudah nggak nyaman Mom memang mereka nggak ada yang berani sama Dania. Tapi mereka pada ngelihatin Dania terus Mom Dania risih. Apalagi Mas Sakti juga kan bakal kuliah di luar negeri." Ucap Dania sedih
" kalau Mommy sih nggak masalah kalian mau sekolah dimana aja." ucap Khayra.
" Sama Deddy juga kalau kamu sudah nggak nyaman di sana dan mau pindah ke sini Deddy nggak masalah. Dari pada kamu tetap di sana malah menganggu pendidikan kamu. Nanti Deddy urus."
" Oke hari ini juga kakek bakal masukin kalian sebagai santri baru." ucap Abi.
" Sudah nggak usah sedih Mommy sama Deddy sudah setuju." Ucap umi sambil mengelus kepala cucunya.
" Sudah ayo Sakti, Dania, Rayyan, Zafran dan Zafira, Siap-siap berangkat sekolah nanti telat." Ucap Khayra.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke sekolah, Anak-anaknya mas Iqbal juga berangkat ke sekolah.
Hanya tinggal Tersisa Yusuf dan adiknya yang masih ada.
" Mas Yusuf nggak berangkat " Tanya Khayra.
" Masih pagi Tante, Kelas masih sepi."
" Ya kali kamu mau ngepel kelas dulu."
" Aduh Jadi petugas kebersihan dong kalau gitu."
' Sudah ayo Yusuf bantuin angkat piring kotornya." ucap Zafra.
" Iya umah." ucap Yusuf yang langsung nurut dengan umah nya.
*******
Kini pesantren Al hikmah sedang sibuk mempersiapkan acara tahlilan tujuh harian meninggalnya pendiri pesantren Al hikmah. Para santri dan juga warga sekitar berbondong-bondong bekerja bakti mendirikan tenda.
Para santriwati pun sibuk di dapur umum untuk membuat makanan untuk mereka yang bekerja bakti. Dan beberapa alumni pesantren juga sudah pada berdatangan untuk membantu.
Jam 11 siang Abi pun menyuruh para santri dan warga yang membantu untuk makan siang terlebih dahulu. Baru di lanjutkan shalat Dzuhur berjamaah di masjid. Dan untuk acara tahlilan nya sendiri diadakan habis ashar.
Habis Dzuhur semua catering pun sudah pada berdatangan. Dan kini Sedang para santriwati sedang memasukan nasi box, Snack dan sovenir ke dalam kantong plastik. Juga memisahkan yang untuk di bagikan ke para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir nantinya.
" Oh iya kalian nggak lupa masukin kacang, keripik dan juga kurmanya kan." Tanya Tante Aisyah ke para santriwati.
" Sudah Ning, Minumannya juga sudah di masukkan juga."
" Oh iya itu sana ada kue kalian makan ya." ucap Tante Aisyah.
" Iya Ning."
Sementara itu ada dua mobil memasuki pesantren Al hikmah.
" Maaf pak kalau rumahnya Gus Azzam di sebelah mana ya?." Tanya laki-laki paruh baya ke petugas keamanan.
" Maaf dari mana ya?." ucap petugas keamanan itu sopan.
" Kami dari Kairo, Abi saya sahabatnya kyai Ibrahim."
" Oh mari saya antar."
Petugas keamanan pesantren pun mengantar mereka ke rumah Gus Azzam.
" Assalamualaikum..."
" Walaikum salam..." kebetulan Dania yang keluar dari dalam rumah.
" Ning Dania ada yang mencari Pak kyai Azzam katanya dari Kairo Ning."
__ADS_1
" Oh iya mang terima kasih, Tapi Dania boleh minta tolong sepertinya kakek ada di masjid bisa bilangin kalau ada tamu." ucap Dania sopan.
" Iya Ning, kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
" Mari silahkan masuk dulu, kakeknya sedang di panggilkan dulu. Mari silahkan duduk." Dania pun mempersilakan tamunya.
" Terima kasih, Ini cucunya Gus Azzam." Tanya salah satu laki-laki yang kira-kira seumuran dengan om Zidan.
" Iya, Saya cucunya."
" Nak siapa tamunya?." Tanya Khayra yang baru muncul.
" Ini Mommy tamunya kakek." ucap Dania.
" Kamu pasti Kai ya." tanya laki-laki paruh baya itu.
" Iya Betul saya Kai , Maaf dengan pak kyai siapa?." Tanya Khayra sopan.
Tak lama umi muncul.
" Abibah... Rasyid... betul kan kalian." ucap umi
Umi pun memeluk perempuan yang bernama abibah tersebut.
" Apa kabarnya? Ya Allah kita sudah lama ya nggak bertemu." ucap umi.
" Iya dulu Kai masih sembilan atau sepuluh tahun ya pas kita ketemu." Ucap wanita bernama abibah.
" Iya mbak Dijah sudah lama nggak ketemu , Kalau sama pak kyai Ibrahim terakhir sepuluh tahun yang lalu. Saat beliau ke Kairo dan bilang kalau Mas Azzam yang pegang pesantren di bantu sama suaminya Aisyah." ucap Rasyid.
Dania datang bersama Zafira dan Chantika membawa minuman dan juga kue-kue.
" Silahkan di minum." Ucap Dania
" terima kasih."
" Ini cucu kamu semua mbak Dijah." tanya Rasyid.
" Iya, Ini Dania dan yang ini Zafira. Mereka anaknya Kai. Kalau yang itu Chantika anaknya Si Bungsu." Umi memperkenalkan cucu-cucunya.
" Kai sudah punya anak sebesar ini." Tanya Rasyid kaget.
" Kai harus manggilnya apa nih?." Tanya Khayra.
" Om dan Tante nggak apa-apa.' jawab abibah
" Anak kandung Kai sendiri baru mau lulus SD. Kalau Dania dan kakaknya itu anak angkat Kai Orang tuanya itu meninggal karena kecelakaan. Dan ayahnya mereka pegawai perusahaan mama mertua Kai di jepang."
" Kok bisa jauh gitu di Jepang."
__ADS_1
" Dulu saat Kai dan suami sempat tinggal di Jepang, dan Yang ini dan kembarannya lahir di sana."
" Ya Allah nak,. semoga kamu berkah mengangkat anak yatim piatu."