
Selesai makan malam semua keluarga berkumpul di ruang tv. Tiba-tiba Khayra merasa perutnya mual pamit untuk ke kamar mandi. Khayra pun memilih untuk pergi ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Sampai di kamar mandi Khayra langsung memuntahkan isi perutnya. Setelah merasa semua isi di dalam perutnya sudah dimuntahkan. Khayra memutuskan untuk tidak kembali ke ruang tv. Karena Khayra merasakan pusing luar biasa jadi Khayra memilih merebahkan tubuhnya di kasur.
Entah mengapa Khayra merasakan badannya lemas dan juga pusing. Padahal tadi siang dia baik-baik saja, Atau karena kecapekan ya.
Sedangkan di ruang tv mulai membubarkan diri termasuk si pengantin baru.
' Bran Rayyan biar tidur sama umi dan Abi." ucap umi.
" Iya nak Rayyan biar sama kami. Tadi Abi lihat Kai sepertinya kecapekan."
" Ya udah kalau gitu umi, tapi kalau Rayyan nangis ketuk aja kamarnya ya umi."
" Iya nak."
Ustad Gibran pun menaiki tangga menuju kamarnya.
Ceklek..
Saat membuka pintu kamarnya ustad Gibran melihat Khayra sedang meringkuk tidur malang di tengah kasur. Ustad Gibran mendekat ke ranjang lalu mengangkat Khayra ke posisi seharusnya. Khayra yang merasa tubuhnya ada yang ngangkat langsung membuka matanya. Diliat wajah suaminya yang berada dihadapannya.
" Mas tungguin di bawah kamu nggak balik-balik nggak tahunya malah tidur di sini." ucap Ustad Gibran saat melihat Khayra membuka matanya.
Khayra nggak menjawab tapi melihat sekelilingnya. Khayra mencari keberadaan Rayuan di kamar ini tapi tidak ada.
" Mas Rayyan mana?." Tanya Khayra.
" Malam ini Rayyan tidur sama umi sama Abi."
" Kok tidur sama umi sama Abi sih. Kalau malam Ray mau nyusu gimana?"
" Tenang aja sayang stok asi kamu di freezer aman jadi nggak usah khawatir oke."
" Bukan gitu mas."
" Udahlah sayang Umi sama Abi tuh pengertian ngasih kita berduaan biar kita nggak kalah sama dengan pengantin baru. Tunggu ya mas ke kamar mandi dulu."
" Jangan lupa pakai baju dinasnya." bisik ustad Gibran sebelum masuk kamar mandi.
Khayra mengeryitkan keningnya melihat kelakuan suaminya. Kepalanya benar-benar pusing sekali, Khayra pun kembali memejamkan mata.
Tak berapa lama Khayra mendengar suara pintu dibuka lalu langkah suara kaki mendekat. Tapi Khayra masih enggan membuka matanya. Lalu Khayra merasakan pergerakan di kasurnya tak lama bibirnya di cium lembut. Dan Khayra tahu siapa pelakunya, Khayra pun membiarkannya. Tapi lama-lama ciumannya menjadi l***Atan, Khayra pun langsung membuka matanya.
hemphh
" Ayolah sayang mas sudah pingin." ucap ustad Gibran memohon karena tadi Khayra tak membalas ciumannya.
" Mas kepala aku pusing banget."
__ADS_1
" Ya udah kamu tidur aja, Biar mas yang kerja sayang."
" Tapi mas."
" Sayang masa kita kalah sama pengantin baru sih."
" Terserah mas lah."
" Kamu nggak ikhlas." ucap ustad Gibran menatap Khayra
" Ikhlas mas." jawab Khayra pasrah karena Khayra sudah sangat tahu suaminya pasti akan ngambek.
" Benar nih."
" Iya mas."
" Mas nggak maksa loh."
Khayra hanya mengangguk
setelah mendapat persetujuan lebih tepatnya memaksa istrinya untuk setuju. Ustad Gibran pun langsung melancarkan aksinya. Ustad Gibran mencium Rakus bibir Khayra yang menjadi candu ya.
Dan mereka pun larut dalam malam panas mereka. Entah berapa kali ustad Gibran melakukan yang jelas saat ini Khayra sudah tidak memiliki tenaga
Sedangkan sang pasangan yang baru halal langsung masuk kamar setelah kumpul bersama keluarga. Ustad Alif baru pertama kali masuk ke kamar istrinya. Kamar berwarna biru muda sangat tertata dengan rapih.
Ustad Alif masih memerhatikan Setiap sudut kamar istrinya. Sedangkan Zafra sudah melesat masuk ke dalam kamar mandi. Ustad Alif melihat-lihat deretan foto yang berjajar rapi di kanan kiri meja tv.
ceklek
Pintu kamar mandi di buka, Ustad Alif berbalik menghadap ke arah kamar mandi. Ustad Alif terpaku memandang Zafra yang baru keluar kamar mandi Tanpa menggunakan hijabnya. Ustad Alif ke lihat Rambut hitam lurus mengembang sebahu membuat Zafra tambah cantik.
" Cantik.." gumam ustad Alif.
Zafra yang melihat ustad Alif bengong menatapnya, Bahkan dipanggil-panggil tak ada respon. Zafra pun langsung menghampiri kekasih halalnya itu dan menepuk pundaknya.
" Kak Alif."
" eh..iya." jawab ustad Alif yang kaget karena zafra sudah ada di sampingnya.
" Ngepain sih bengong aja, Jangan-jangan kesambet penunggu kamar Zafra ya."
" Iya sayang , kesambet hantu cantik." ucap ustad Alif yang langsung pergi ke kamar mandi.
Pipi Zafra langsung bersemu merah saat ustad Alif memanggilnya dengan sebutan sayang.
Sambil menunggu ustad Alif yang masih di kamar mandi. Zafra memilih duduk bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
Sedangkan ustad Alif yang baru keluar kamar mandi. Mendapati istrinya sedang bersandar di papan tempat tidur sambil memainkan ponsel. Ustad Alif pun ikut naik ke ranjang dan duduk di samping sang istri.
" Tidur yuk yang sudah malam." Ajak ustad Alif.
Lagi-lagi wajah Zafra bersemu merah saat ustad Alif memanggilnya dengan sebutan sayang.
Zafra pun mengikuti perintahnya suaminya untuk tidur, Zafra pun menaruh ponselnya di nakas samping ranjang.
" Yang Boleh peluk." Ucap ustad Alif meminta izin untuk memeluk zafra.
Zafra hanya mengangguk
Ustad Alif pun langsung memeluk tubuh istrinya.
" Makasih ya sayang. Tenang aja kakak nggak akan minta hak kakak kok."
" Kenapa?."
" Kamu kan masih sekolah."
" emang kuat nahannya, Masih beberapa bulan Zafra lulus loh." Ucap Zafra yang memang tak mau menghalangi hak suaminya.
Umi dan kak Khayra bilang ke Zafra untuk tidak menolak apabila ustad Alif meminta haknya.
" Kalau jujur sih nggak kuat, tapi ya harus di kuatin karena resiko menikah dengan wanita yang masih sekolah."
" Kalau kakak mau meminta hak kakak, Zafra siap kok. Zafra nggak mau dosa menghalangi hak kakak pada diri Zafra."
" Kamu yakin yang, Kalau sampai hamil gimana?."
' Kata kak Kai kakak ngeluarinnya jangan di dalam tapi diluar." ucap Zafra malu.
" Kamu nanya sama kakak kamu."
" Nggak, orang kak Kai yang ngasih tahu.' ucap Zafra.
" Yakin nih kamu sudah siap."
Zafra mengangguk.
" Kita shalat dulu yuk."
Mereka berdua melaksanakan shalat Sunnah. Selesai shalat Sunnah ustad Alif menuntun sang istri ke tempat tidur. Ustad Alif mendudukkan Zafra di pinggir tempat tidur lalu ustad Alif mencium lembut bibir Zafra untuk yang pertama kalinya.
Sedangkan Zafra membuka matanya lebar saat ustad Alif mendaratkan bibirnya ke bibir Zafra.
Karena nggak ada respon penolakan dari Zafra, Ustad Alif pun mencoba ******* bibir Zafra. Makin lama ciumannya makin panas, ustad Alif baru menghentikan ciumannya saat Zafra kehabisan nafas.
__ADS_1
" Nafas sayang." bisik ustad Alif.
Setelah berapa saat ustad Alif pun kembali ******* bibir Zafra. Hasrat ustad Alif sudah menggebu-gebu setelah mendapat izin Zafra. Ustad Alif pun langsung membaringkan tubuh Zafra lalu mencumbunya. Dan terjadilah Malam panas untuk dua sejoli yang baru sah tadi pagi.