Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
175. Hari pertama


__ADS_3

Hari ini Khalid sangat sibuk karena kedatangan para santri yang sudah mulai mondok kembali. Sampai dia tak menyadari bahwa pujaan hatinya sudah berada di pesantren.


Setelah shalat isya Abi mengajak para ustad untuk makan-makan di rumahnya. Kebetulan sebelum pulang ustad Gibran memang memesankan nasi kebuli untuk para ustad. Ustad Gibran, khayra dan anak kembarnya memang hanya mengantar Rayyan dan Dania saja karena harus menghadiri pesta pernikahan anak dari kolega ustad Gibran.


Dan kini para ustad pun sudah berkumpul di ruangan dekat ruang tamu. Yang sengaja Abi buat kalau ada tamu yang jumlahnya banyak jadi nggak harus mengeluarkan sofa.


Tidak Banyak ustad yang datang hanya sekitar lima belas orang saja termasuk Khalid.


Dania membantu neneknya membawakan teh hangat dan juga kopi. Khalid kaget saat melihat Dania ada di sana .


" Kapan datangnya kok saya nggak tahu ya." gumam Khalid dalam hati.


Sedangkan Dania Setelah membantu neneknya dia segera kembali ke kamarnya.


******


Hari telah berganti kini saatnya bagi Rayyan dan Dania memulai bersekolah di tempat yang baru.


Dan pagi ini umi mempunyai kegiatan baru selain menyiapkan sarapan. Mulai hari ini sejak subuh umi memastikan kedua cucunya sudah bangun dan melaksanakan shalat subuh. Setelah itu membuatkan sarapan baru mengecek kesiapan cucunya sekolah.


Karena sebelumnya hanya anak-anak dari Zafra dan ustad Alif saja yang tinggal bersama. Kedua anaknya sudah di urusin oleh Zafra Makanya begitu Dania dan Rayyan mau bersekolah di sini umi senang bisa mengurus cucu.


Selesai sarapan mereka pun langsung berangkat ke sekolah. Dania sempat gugup karena menjadi murid baru. Beruntung kemarin ustazah Jasmine sudah memperkenalkan dengan tiga orang santri yang satu kelas dengan Dania.


Jadi Dania langsung menuju kelasnya dan mencari keberadaan teman barunya itu. Kelas yang di tuju Dania sudah banyak murid yang datang.


" Assalamualaikum." Ucap Dania begitu memasuki kelas.


" Walaikum salam." Semua yang ada di sana langsung menengok ke arah Dania.


" Ning Dania sini.." Panggil Zahwa dari tempat duduknya.

__ADS_1


Dania langsung menghampiri Zahwa, Intan dan Dini.


" Ning kamu duduk sama Dini." Ucap Zahwa.


" Iya Ning sini."


Dania tersenyum dan mulai duduk di bangku sebelah Dini lalu mereka mengobrol.


Sedangkan Rayyan dia masih berada di halaman sekolah Karena dia harus ikut semacam MOS terlebih dahulu. Banyak para santri yang memang sama-sama jadi murid baru. Mereka langsung memandang Rayyan apalagi para santriwati mereka heboh begitu Rayyan datang. Sedangkan Rayhan sendiri Biasa saja tak peduli dengan kehebohan para santriwati begitu dia datang.


Tak lama datang Faisal, Basri, Asep, Leo dan Ridam mereka para santri lama yang memang sudah mengenal Rayyan.


" Gus sudah lama." Tanya Basri.


" Belum baru juga nyampe."


Tak lama bel pun berbunyi semua santri dan santriwati di kumpulkan di lapangan.


Setelah itu pemimpin pesantren memberikan kata sambutan untuk para santri lama maupun santri baru.


Lantai satu itu untuk SD, Lantai 2 SMP dan lantai 3 untuk SMA. Dan untuk paud dan TK mereka ada gedungnya sendiri. Begitu juga ruangan ustad dan ustadzah.


Di kelas Rayyan duduk dengan faisal, Di bangku depan Basri dan Ridam dan di bangku belakang ada Asep dan Leo.


Rayyan sangat menikmati hari pertamanya bersekolah menjadi murid SMP. Tapi dia juga risih menjadi pusat perhatian Terutama kaum hawa. Rayyan walaupun dingin, Kaku dan datar tapi Rayyan mempunyai wajah yang ganteng dengan postur tubuh yang terbilang tinggi untuk anak SMP kelas satu. Di tambah lagi Rayyan merupakan cucu pemilik pesantren membuat dirinya di idolakan banyak santri padahal baru hari pertama masuk.


" Kita jalan sama Gus Rayyan kaya artis ya banyak yang ngelihatin." celetuk Basri saat mereka akan pergi ke kantin.


" Iya Bas, Kita jadi ikutan terkenal." Timpal Asep.


" Iya apalagi cewek -cewek seakan lupa untuk menjaga pandangannya." ucap Leo.

__ADS_1


Sedangkan Rayyan, Faisal dan Ridam hanya diam saja. Karakter Faisal dan Ridam hampir sama jadi mereka nggak akan menimpali sesuatu yang nggak penting.


Sampai kantin lagi-lagi semua mata melihat ke arah Rayyan dan teman-temannya.


" Resiko jadi cucu pemimpin pesantren." bisik Ridam.


" Risih aja."


" Gus kita mau ngambil jatah sarapan." ucap Faisal.


" Oh ya udah, kalian mau minuman apa?." Tanya Rayyan.


" Aku mah nggak Gus baru masuk harus hemat sampai di kirim lagi uangnya." ucap Asep.


" Nggak aku yang traktir." Ucap Rayyan


" Apa aja Gus kita mah nggak akan nolak." ucap Basri.


" Ya udah aku ke sana ya."


" Iya Gus."


Banyak santriwati yang bisik-bisik begitu Rayyan lewat.


" Ya Allah Gus Rayyan ganteng banget."


" Iya ganteng, cucu pimpinan pesantren, Anak pengusaha sukses. Sempurna."


Itulah sebagian yang di dengar oleh Rayyan Tapi Rayyan cuek.


Setelah memesan minuman untuknya dan juga untuk teman-temannya. Rayyan pun mencari meja kosong karena teman-temannya masih mengantri mengambil jatah makanan.

__ADS_1


Kalau Rayyan menjadi pusat perhatian para santriwati. Hal yang sama juga terjadi pada Dania banyak para santri yang mencuri pandang ke Dania.


Tapi bagi Rayyan mau Dania sangat menikmati bersekolah di pesantren walaupun nggak mondok tetap Rayyan mengikuti kegiatan yang ada di pesantren.


__ADS_2