
Malam ini hanya mas Gibran saja yang menemani Khayra di rumah sakit. Mama dan papa sudah pulang sehabis magrib karena papa sudah ada janji dengan sahabatnya untuk makan malam.
Saat ini Khayra hanya sendirian di dalam kamar Ustad Gibran sedang shalat isya di musholla rumah sakit. Dan ustad Gibran akan mencari makan untuk dirinya sehabis shalat isya.
Khayra saat ini sedang menyusui Baby Ray ketika ustad Gibran masuk kedalam kamar rawat Khayra.
" Assalamualaikum." ucap ustad Gibran berjalan masuk dan menaruh katung plastik di meja.
" walaikum salam mas."
Sebelum menghampiri istri dan anaknya ustad Gibran memilih masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Setelah itu baru dia menghampiri istri dan anaknya.
Ustad Gibran mencium baby Ray yang sedang disusui oleh khayra. setelah itu dia mencium sekilas bibir khayra lalu keningnya Khayra.
" mas beli apa?." tanya Khayra.
" Mas beli nasi goreng dan mas beli kue cubit kesukaan kamu sama mas beliin donat takut nanti malam kamu lapar." ucap ustad Gibran sambil mengelus pipi baby Ray
"Mau makan sekarang kue cubit nya soalnya mas belinya yang setengah matang." ucap Ustad Gibran lagi sambil berjalan ke meja mengambil kotak kue cubit.
" Nanti aja mas nunggu baby Ray selesai nyusu." ucap Khayra
" Mas suapin aja ya." Ustad Gibran duduk di pinggiran tempat tidur.
Khayra hanya mengangguk dan menerima suapan kue cubit yang di berikan ustad Gibran.
" Mas tadi aku sudah ngomong sama Zafra soal ustad Alif." ucap Khayra.
" Zafra tahu ustad Alif menyukainya."
" nggak, tapi yang pasti Zafra juga mempunyai perasaan yang sama."
__ADS_1
" Kok bisa kamu tahu Zafra juga suka sama ustad Alif."
" Kai bilang kalau ustad Alif lagi menyukai seseorang dan Kai bilang kalau orang yang di sukai oleh ustad Alif masih berada di lingkungan pesantren. Dan Zafra penasaran dengan siapa terus aku korek Zafra, dia suka nggak sama ustad Alif ternyata Zafra suka. dan dia terus ngejar aku nanyain siapa yang di sukai oleh ustad Alif." jelas Khayra.
" Alhamdulillah kalau Zafra juga mempunyai perasaan yang sama, nanti mas tinggal bilang ke ustad Alif biar langsung menemui Abi."
" Mas kalau boleh jujur Kai nggak mau Zafra nikah sebelum dia menyelesaikan sekolahnya." ucap Khayra sedih.
" Kenapa sayang kan kamu juga menikah sama mas masih sekolah." ucap ustad Gibran menatap sang istri heran.
" Mas Zafra itu beda sama aku, jangankan sama aku sama saudara kembarnya saja beda mas."
" maksudnya?." Ustad Gibran nggak paham yang dimaksud oleh istrinya.
" Nanti aku ceritain sekarang aku mau taruh baby Ray ke box bayi." ucap Khayra.
" wah ternyata anak Daddy sudah tidur toh." ucap ustad Gibran saat melihat bayi mungilnya itu tertidur pulas.
" Kenapa emang ada yang salah?." tanya ustad Gibran yang melihat istrinya heran.
" Bukannya mas pinginnya di panggil Abi kenapa sekarang jadi Daddy."
" Habisnya kamu maunya di panggil mommy, kan nggak nyambung tahu yang terpaksa berubah jadi Daddy. Padahal mas nggak suka tahu." ucap ustad Gibran kesal.
" Kok Kai yang di salahi kan emang dari dulu Kai pingin anak Kai manggil Kai dengan sebutan mommy. Kenapa mas jadi kesal sama Kai? nggak jadi masalah kok kalau mas mau di panggil Abi." sambil memberikan baby Ray ke Ustad Gibran untuk di taruh di box bayi
" Iya mas diledekin sama yang lain karena nggak nyambung panggilannya jadi mas mutusin untuk di panggil Daddy sama anak-anak kita."
" mas ikhlas ga?."
" Insyaallah ikhlas,"
__ADS_1
" Ya sudah sekarang mas makan."
" kue cubit kamu belum habis sayang.'
" Aku makan sendiri aja mas lagi pula baby Ray sudah anteng di box bayinya." ucap Khayra sambil berjalan ke arah sofa di ikuti oleh ustad Gibran.
Setelah Khayra duduk ustad Gibran pun mulai makan makanannya.
' Sayang lanjut yang tadi, kenapa kamu nggak mau Zafra menikah sebelum selesai sekolahnya."
" Mas ingat sebelum kita nikah apa yang terjadi?." tanya Khayra.
" Emang apa yang terjadi?.' Tanya ustad Gibran balik.
" Mas lupa sebelum nikah aku jadi bahan gunjingan satu pesantren." Khayra menatap ustad Gibran apakah ustad Gibran masih ingat dengan kejadian itu.
" Iya kamu di fitnah Hamil duluan, mereka bilang mas terpaksa nikahi kamu dan masih ada lagi yang lainnya." ujar ustad Gibran.
" Aku aja sampai harus di larikan ke rumah sakit karena peristiwa itu. kalau kejadian itu menimpah Zafra aku nggak tahu mas Zafra jadi seperti apa? mas tahu kan Zafra itu lembut, introvert, dan jarang cerita masalah yang dia hadapi ke orang lain. Kai nggak kebayang kalau itu menimpah ke Zafra pasti Zafra depresi."
" Terus harus gimana sayang mereka aja saling suka."
" Mas bilangin ke Ustad Alif silahkan kalau menghadap ke Abi cuma minta tolong untuk ustad Alif menunggu sampai Zafra lulus. Umur ustad Alif berapa sih mas?." tanya Khayra.
" Kalau nggak salah dua puluh empat tahun."
" Masih muda toh menunggu Zafra lulus sekolah nggak lama. kalau ustad Alif takut kehilangan Zafra di ikat dulu aja zafra nya, istilahnya tunangan dulu."
" Nanti mas bilangin ke ustad Alif tapi lebih enak kamu ngomong langsung ke ustad Alif sebagai kakaknya Zafra jadi biar enak."
" Ya udah nanti mas atur aja,"
__ADS_1
Khayra bukannya nggak suka sang adik mendapatkan jodohnya cepat. Cuma Khayra memikirkan adiknya Zafra yang memiliki sifat pendiam dan lebih suka dipendam kalau mendapat masalah. Mungkin beda jadinya kalau Zahra dia tipe orang yang nggak peduli dengan omongan orang tapi tetap aja Khayra nggak ingin adik-adiknya mengikuti jejak dirinya menikah di saat masih sekolah.