
hari berganti hari, Minggu berganti Minggu tak terasa hari yang di tunggu pun telah tiba. Kai sudah di rias dari pagi.
" Kai ayo sarapan dulu, " ucap Tante ais memberikan sepiring nasi beserta lauknya.
" makasih Tan."
" gimana?."
" Kai deg deg Tan."
" Tante juga dulu begitu Kai."
" Tan Kai boleh tanya gak?."
" mau tanya apa?."
" Tan, kalau Kai minta mas Gibran untuk tidak minta haknya sampai Kai lulus boleh gak ya." ucap Kai pelan.
" Kai ingat melayani suami kita akan mendapatkan pahala. dan sudah seharusnya kamu nggak boleh menolak jika Gibran meminta haknya.'
" tapi kai takut."
" takut sakit."
" bukan."
" takut apa?."
" Kai takut kalau hamil berita yang dulu kembali lagi."
" astaghfirullah Kai, nih ya Kai kamu lulus berapa bulan lagi."
" enam bulan lagi."
" nggak nyampe enam bulan dan kejadian itu sudah dua bulan yang lalu. kalau memang berita itu benar berarti sebelum lulus kamu sudah melahirkan. kalau misalkan setelah nikah ini kalian berhubungan suami istri dan kamu hamil pas kamu lulus paling usia kandungan kamu baru empat sampai lima bulan Kai."
" Kai cuma takut aja."
__ADS_1
" apa sih yang kamu takuti. Tante aja Kai yang setiap malam ngelakuin belum hamil juga."
" Tante."
" makanya jangan mikir macam-macam."
" maaf."
sedangkan di masjid keluarga ustad Gibran sudah sampai, Kai juga sudah berada di ruangan yang ada di masjid. rangkaian acara pun dimulai sampai akhirnya prosesi ijab Kabul pun dimulai.
ustad Gibran sudah duduk di depan Abi dan juga pak penghulu.
" bisa langsung di mulai Gus Azam." tanya pak penghulu.
" nak Gibran sudah siap?." tanya Abi.
" insyaallah siap bi.'
" sudah bisa di mulai pak penghulu.' ucap Abi.
" bismillahirrahmanirrahim, ananda Muhammad Gibran Al fatir bin Ahmad Khairul Al fatir saya nikahkan dan kawinkan ananda dengan putri kandung saya hafiza khayra lubna binti Muhammad Azam Ibrahim dengan emas 50gram dan uang tunai 100 juta di bayar tunai."
" saya terima nikah dan kawinnya hafiza khayra lubna binti Muhammad Azam Ibrahim dengan mas kawin yang tersebut tunai." ucap ustad Gibran dengan lancar dan mantap satu tarikan napas.
" gimana para saksi."
" sah."
" sah." ucap semua orang yang ada di sana dan juga para santri yang memang baru lusa mereka pulang untuk liburan semester.
semua mengucap Alhamdulillah karena acara ijab Kabul berjalan lancar.
" silahkan di bawa kesini mempelai wanitanya."
Kai pun di bawa keluar untuk menemui ustad Gibran yang kini sudah sah menjadi suaminya. banyak yang memuji kecantikan Kai yang berbalut gaun pengantin putih syar'i.
" baik karena mempelai wanita sudah ada kita tanda tangani berkasnya dulu.' ucap pak penghulu.
__ADS_1
Kai dan ustad Gibran gantian menandatangani berkasnya.
" sekarang kalian bisa tukar cincin."
ustad Gibran memakaikan cincin di jari manis milik Kai setelah itu kai yang memasangkan cincin ke jari ustad Gibran setelah itu kai mencium tangan ustad Gibran dan ustad Gibran mencium kening Kai. di lanjutkan sungkeman dengan ke dua orang tua setelah itu di lanjutkan acara resepsi. ya karena Kai nggak mau ribet habis akad Langsung lanjut resepsi.
banyak para undangan yang datang sebenarnya Kai sedikit sedih karena kakaknya tidak bisa datang.
" kenapa Kai." tanya ustad Gibran.
" sedih mas Iqbal nggak jadi datang padahal ini hari penting buat Kai tapi mas Iqbal nggak bisa datang.'
" sudah jangan sedih, kan mas Iqbal bilang akan datang setelah urusan kuliah dia selesai atau nggak kita yang nyusul ke sana gimana?."
" mas serius.'
" serius sayang." blush wajah Kai langsung memerah saat ustad Gibran memanggil dengan sebutan sayang.
tak lama Kai langsung berbinar saat melihat sang kakak ternyata datang bersama om dan tantenya.
" mas Iqbal Kai kangen." ucap Kai memeluk mas Iqbal.
" dek udah meluknya nanti suami kamu cemburu tuh." ucap mas Iqbal.
" kenapa bisa begitu mas Iqbal kan kakak Kai." sambil cemberut.
" sudah ah selamat ya dek, semoga samawa nurut sama suami." ucap mas Iqbal
" makasih mas."
" selamat ya mas Gibran, aku titip adik aku jagain dia."
" panggil Gibran aja. tenang aja mas Iqbal nggak usah khawatir."
setelah mas Iqbal kini giliran om Bayu, Tante maryam, Barry dan Tania yang memberikan selamat ke aku dan mas Gibran. nada, gina dan Sarah pun mengucapkan selamat ke aku dan mas Gibran di ikuti para santi yang lainnya. para tamu dan juga para santri sedang menikmati makanan yang di sediakan.
menjelang ashar acara selesai dan Kai pun bernapas lega karena lelah berdiri menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. dan kini Kai sedang melepas aksesoris yang melekat di kerudungnya. setelah itu kai memutuskan untuk mandi dan melaksanakan shalat ashar sendiri karena mas Gibran shalat berjamaah di masjid.
__ADS_1