Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
43. honeymoon


__ADS_3

sore harinya ustad Gibran dan khayra di antar oleh supir berangkat ke bandara mereka berdua akan pergi ke Bali untuk kerja sekalian honeymoon. ustad gibran terus menggenggam erat tangan khayra mulai dari turun mobil sampai duduk di dalam pesawat tidak pernah dia lepas. khayra sebenarnya risih terus digenggam erat tangannya oleh ustad Gibran tapi sudahlah dia saat ini sangat kesal dengan suaminya. entar mengapa ustad datar dan dingin sekarang jadi ustad mesum. gimana tidak Khayra menjuluki ustad mesum? datang ke rumah mertuanya untuk menemuinya dan pamitan. malah berakhir di ranjang sampai menjelang dzuhur, saat mandi karena ingin mengejar shalat Dzuhur tapi yang ada bukan mandi dengan cepat malam jadi mandi lebih lama. khayra pikir suaminya sudah puas jadi rencananya habis makan mau ngobrol dengan mama dan papa mertua. rencana tinggallah rencana selesai makan suaminya mengajak lagi bergulat di ranjang. alhasil ketemu mama dan papa mertua hanya pamitan saat mau berangkat aja di tambah rasanya seluruh badan khayra remuk.


" sayang memang pemandangan di luar lebih menarik ya dari pada memandang suami kamu." bisik ustad Gibran melihat Khayra yang duduk dekat jendela dan terus melihat keluar jendela padahal pesawat belum berangkat.


" permisi mas." tiba-tiba datang perempuan dengan pakaian minim duduk di samping suaminya dan wanita itu tersenyum ke ustad Gibran.


" silahkan." jawab ustad Gibran datar.


" mau ke Bali juga mas, adiknya cantik." perempuan itu mencoba mengajak ngobrol ustad Gibran.


hanya mengangguk kan kepala aja.


" tinggal di Bali atau liburan di Bali. boleh minta nomor telponnya siapa tahu bisa ketemuan lagi di Bali." ucapnya sambil berusaha menggoda ustad Gibran.


" mas, tukeran duduk aku mau di tengah dede bayinya sudah puas lihat pesawatnya." ucap manja khayra sengaja berkata Dede bayi sambil mengelus perutnya agar wanita itu tahu kalau ustad Gibran itu suaminya.


sedangkan ustad gibran awalnya kaget omongan istrinya tapi dia langsung paham istrinya cemburu maka dia pun langsung pindah. sedangkan wanita tadi hanya bengong tapi dia masih terlihat belum percaya. ustad Gibran yang melihat itu mulai mengikuti permainan istrinya.


" sayang yang anteng ya di perut mama jangan bikin Mama mual." ucap ustad Gibran saat memakaikan khayra seatbelt Setelah itu dia mengelus perut khayra.


" iya papa.' jawab khayra dengan nada seperti anak kecil. sebenarnya khayra ingin ketawa saat suaminya malah ikut bersandiwara dengannya apa lagi saat mengelus perutnya yang isinya nasi ayam goreng dan sayur SOP yang iya makan tadi siang.


" ih gue kira masih singel tuh cewek beruntung dapat cowok ganteng banget." gumam wanita itu yang masih terdengar oleh khayra.


satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandar udara internasional Ngurah Rai. mereka di jemput oleh asistennya ustad Gibran yang sudah nyampe dari kemarin.


"gibran mau langsung ke villa atau mau kemana dulu." ucap hilman asisten sekaligus sahabatnya ustad Gibran.


" boleh makan dulu gak kak hilman." ucap Khayra.


" ya udah man kita cari makan dulu. kita ke ibu mangku aja man."


" oke"


" masih marah sama mas," bisik ustad Gibran karena istrinya masih belum mau bicara dengannya.

__ADS_1


" nggak." jawab Khayra sambil melihat keluar jendela.


" sayang kalau marah-marah terus nggak bagus loh buat perkembangan baby kita di dalam perut kamu." bisik ustad Gibran lagi.


kali ini khayra langsung berbalik menatap ustad Gibran. " apaan sih mas sandiwara kan sudah selesai."


" siapa tahu kecebong mas ternyata sudah jadi di sana." ucap ustad Gibran menggoda istrinya.


" awwww.... sakit sayang." ustad Gibran mendapatkan hadiah cubitan di perutnya.


" mau lagi Kai cubit."


" jangan sayang, kamu tega banget tahu sakit cubitan kamu walaupun lebih sakit kalau di cuekin sama kamu." ucap ustad Gibran sambil menarik khayra dalam pelukannya.


" Kai manusia es itu kamu kasih apa bisa mencair begitu." ledek Hilman.


" nggak tahu kak Hilman Kai juga binggung.apa jangan-jangan lagi amnesia lagi".


" Kai." panggil ustad Gibran karena kesal khayra malah ikut geledeknya.


akhirnya kami sampai di nasi ayam kedewatan ibu mangku. kami pun masuk ke dalam dan memesan nasi ayam.


" mas sering ke sini." tanya Khayra.


" ini salah satu tempat wajib Mas kalau ke sini." ucap ustad Gibran.


nggak lama pesanan mereka datang Khayra langsung menyantap karena dia penasaran dengan rasanya. Khayra pun menyuap satu sendok ke dalam mulutnya.


" gimana sayang?." tanya ustad Gibran.


" enak mas Kai suka."


" ada lagi Kai tempat favorit kita tempatnya cukup ramai, namanya nasi pedes Bu Andika." ucap Hilman yang ikut nimbrung.


" serius kak, nanti ajak Kai ke sana." kedua orang tersebut hanya mengangguk.

__ADS_1


" kak Hilman kenapa nggak ngajak kak Icha dan Nadira."


" soalnya kalau lagi liburan gini mertua kak Hilman pasti datang ke rumah dan nginap di rumah lagi pula kerjaan kak Hilman cuma butuh tiga hari di sini terus bakal balik pulang."


" kapan-kapan kita liburan bareng."


selesai makan mereka memutuskan untuk langsung pulang ke villa


" mas nanti kita tinggal di villa kan. nanti boleh mampir ke supermarket dulu ga."


" mau ngapain sayang."


" ya mau belanja lah mas."


" iya mas tahu."


" kan nanti Kai bakal di tinggalkan pas mas kerja jadi Kai mau beli bahan masakan sama camilan biar nggak bosen di villa."


akhirnya sesuai permintaan Khayra mereka mampir dulu ke supermarket baru mereka menuju villa.


" Gibran dan Kai, duluan ya ke kamar mau istirahat barang-barang udah ada Made sama Bu Sani yang bawain masuk." kak Hilman masuk ke kamarnya begitu juga ustad Gibran mengajak Khayra ke kamar mereka.


" villanya bagus mas." ucap Khayra yang sedang berjalan ke arah jendela


" ini arsitek nya mama sendiri tau yang."


" serius mas."


Khayra membuka tirai jendela kamar ternyata ke itu ke balkon kamar. Khayra pun membuka pintu menuju balkon dia berjala. melihat suasana belakang villa di bawah Khayra berdiri terdapat kolam renang. sebelah villa Khayra tidak tahu apa seperti nya banyak pohon-pohon. tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar di pinggang Khayra dan Khayra tahu tangan siapa. ustad Gibran makin memeluk erat tubuh Khayra dan juga mulai menciumi leher Khayra yang terlebih dulu dia angkat hijab Khayra agar bisa langsung merasakan kulit leher jenjang khayra. Khayra dapat merasakan deru nafas ustad Gibran.


" mas kalau belakang sana itu apa?." tanya Khayra.


" besok juga kamu tahu, sayang masuk yu mas sudah nggak tahan." ucap ustad gibran yang langsung menggendong khayra masuk ke dalam kamar.


sedangkan khayra hanya bisa pasrah karena dia tahu akan endingnya saat sang suami sudah mencumbu lehernya. walaupun badan khayra sangat lelah tapi dia takut dosa menolak keinginan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2