Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
150.


__ADS_3

Pagi ini mereka sudah sampai di bandara, dan sedang menunggu kabar dari sang pilot agar kami bisa masuk ke pesawat.


Sepuluh menit kemudian pilot pun memberitahukan kalau kami sudah bisa masuk ke pesawat. Dan kami pun masuk kedalam pesawat, kehebohan pun terjadi maklum Khayra membawa lima kurcaci.


" Mommy Fira mau duduk di situ." teriak Zafira sambil menunjuk bangku yang di duduki oleh mas sakti.


" Ya Allah Fira tinggal bilang sama mas sakti Fira mau duduk di situ. Tuh mas sakti nya udah pindah." ucap Khayra yang pusing melihat Zafira yang selalu bikin heboh.


" Fira bilang apa sama mas sakti."


" Makasih mas sakti."


" Iya lain kali jangan suka teriak- teriak langsung bilang aja ke mas sakti." ucap sakti sambil mengelus kepala Zafira.


Khayra pun duduk di sebelah suaminya, kepalanya cukup pening. beruntung mereka memakai pesawat pribadi dan nggak kebayang kalau mereka naik pesawat komersil.


" Kenapa sayang ?." tanya ustad Gibran.


" Punya banyak anak ribetnya kalau berpergian kaya gini." keluh Khayra.


' Baru aku mau ngajakin bikin lagi Made in Indonesia buat nemenin mas Rayyan. Kan si kembar udah Made in Jepang." ledek ustad Gibran.


" Anak ku barang kali pakai Made in. aduh mas mereka masih piyik-piyik pusing aku."


" udah pas sayang, si kembar udah tiga tahun jadi jaraknya pas."


" Ya udah kalau gitu mas yang hamil dan ngelahirin."


" Mana bisa, mas kan cuma bisa ngadon dan terima enak aja."


" Nantilah mas nunggu mas sakti SMP jadi kalau pergi dia bisa jaga adiknya."


" Janji Loh kalau ingkar mas hukum."


" berarti jatah mas juga nanti pas mas Sakti SMP jadi biar langsung jadi." ujar Khayra


" Ya udah deh yang udah cukup punya mereka yang penting jatah mas aman."

__ADS_1


" Nggak janji."


Ustad Gibran pun langsung menyentil kening Khayra.


" Auwh.... sakti mas." ucap Khayra manyun.


Lamanya perjalanan jadi tak terasa karena tingkah laku anak-anak yang bikin kami semua tertawa.


Siang hari mereka pun sampai di bandara dan kami pun di jemput oleh supir.


" Akhirnya menginjakkan kaki lagi di sini."


" Senang sayang."


" Senang mas."


" Mas nanti malam kita ke rumah Abi buat kejutan untuk mereka. Kita nginap di sana keluarga Kai nggak ada yang tahu Kai pulang hari ini. Cuma mas Iqbal aja yang tahu, Mas Iqbal juga udah nyuruh pada kumpul di rumah Abi. Kai juga udah bilang sama mama dan papa. lagi pula nanti Sore mama dan papa mau pergi keluar kota."


" Mas ikut kamu aja."


Zafira sangat manja dengan ustad Gibran dan ustad Gibran juga selalu memanjakan princess nya. Jadi jangan heran kalau ustad Gibran sangat over protective kepada putri satu-satunya. Walaupun ustad Gibran juga memberikan hal yang sama dengan Dania. Tapi yang namanya orang tua terhadap anak kandungnya pasti akan berbeda.


" Dania juga ngantuk juga nak?." tanya ustad Gibran yang melihat mata sayu nya Dania.


" Iya Deddy."


" Sini duduk di sebelah Deddy pasti kamu capek ya."


Dania pun pindah duduknya di sebelah ustad Gibran dan ustad Gibran pun memeluk gadis kecil yang mulai hari ini ingin terus memakai hijab seperti mommy nya.


Khayra dan ustad Gibran menyambutnya dengan senang hati. Selama sekolah di Jepang memang Khayra dan ustad Gibran memang tidak memaksa Dania untuk mengenakan hijab ke sekolah. Alasannya khayra khawatir Dania akan di kucilkan dan Khayra nggak mau mental Dania down. Maka Khayra hanya menyuruh selalu mengenakan hijabnya saat pergi-pergi saja. Dan hari ini dia tanya apa nanti di sekolah baru boleh memakai hijab dan Khayra bilang kalau di sekolahnya yang sekarang memang harus mengenakan hijab. Dania langsung bersorak senang karena memang itu yang dia inginkan.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari Bandara akhirnya mereka pun sampai di rumah orang tua ustad Gibran. Terlihat mama dan papa sudah menunggu kedatangan cucu-cucunya di teras.


Cucu laki-lakinya langsung turun dan memeluk Oma dan opanya. sedangkan ustad Gibran turun dengan mengendong Zafira dan Khayra sendiri menggendong Dania yang masih tertidur pulas.


" Ya Allah princess Oma kenapa pada tidur." ucap mama saat melihat cucu perempuannya tertidur di gendongan orang tuannya.

__ADS_1


" Sudah ayo masuk, kalian langsung bawa princess Oma ke kamarnya. Dan untuk kalian boys ayo Oma kasih lihat kamar kalian." ajak Mama.


Mama dan papa sudah menyiapkan kamar untuk para cucunya. Anak laki-laki mendapatkan kamar masing-masing. sedangkan untuk Dania dan Zafira mereka sekamar.


Ustad Gibran dan Khayra membawa princess mereka ke kamarnya. Kamar yang begitu luas di design dengan sangat sesuai keinginan mereka. di bagian area Dania dindingnya di cat putih dengan berbagai hias Donald bebek. sedangkan area Zafira dindingnya berwarna ungu dengan berbagai hiasan Mickey mouse.


Kamar Sakti bernuansa black dan white, dia tidak minta design kamar yang macam-macam. Sakti hanya minta ada rak buku yang besar karena memang sakti sangat suka belajar. di tinggal kedua orang tuanya.dan diangkat oleh Khayra dan ustad Gibran membuat sakti sangat giat belajar. Dirinya mempunyai keinginan bisa sukses dan membanggakan orang tua angkatnya.


kamar mas Rayyan sama dengan kakak angkat tidak suka yang ribet. dirinya minta kamarnya di cat monochrome walaupun sempat mendapatkan protes mommy nya. Di kamarnya mas Rayyan minta lemari kaca untuk menaruh lego nya. Dan dia harus merelakan Lego yang dia buat nggak bisa di bawa pindah. Jadi terpaksa ustad Gibran dan Khayra membeli Lego yang baru lagi.


Sedangkan kamar Zafran kamar paling ramai karena dia minta kamarnya ada mainan untuk dia manjat-manjat . Memang zafran sangat aktif di bandingkan dengan Rayyan dan sakti.


" Akhirnya aku bisa nempatin kamar aku lagi." ucap Khayra Saat memasuki kamar mereka.


Khayra langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


" Kamar aku yang."


" Kan semua yang kamu punya juga jadi milik aku jadi kamar ini juga udah jadi hak milik aku."


" Iya suka-suka kamu aja yang." ujar ustad Gibran yang ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Khayra.


' Mas kapan mulai masuk kerja."


" Seminggu ini mas masih libur, mas mau mengajak anak-anak jalan-jalan."


" Emang mas mau ngajakin mereka kemana?."


" Mas mau mengajak mereka ke tempat wisata dan juga museum. Rayyan dan sakti minta ke museum."


" Nanti kita mau ke rumah Abi jam berapa?."


" Sore mas, Jadi Hari ini di pesantren ada acara sebelum para santri pulang ke rumah masing-masing. Jadi nanti kita langsung ke masjid pasti mereka bingung melihat kita di sana. Semuanya udah di atur sama mas Iqbal dan Kai juga udah bilang sama anak-anak."


" Mas jadi penasaran melihat reaksi mereka. Tapi emang mereka nggak tanya kita pulang kapan?."


" Tanya aku bilang Minggu depan karena kan sekolah mereka itu di mulai masih lama."

__ADS_1


__ADS_2