
Ustad Gibran yang melihat Khayra tampak kebingungan akhirnya menjelaskan tentang Ustad Alif.
" Begini sayang Ustad Alif menaruh hati sama Zafra sayang." ucap Ustad Gibran.
" Hah..."
Khayra langsung kaget dengan apa yang di sampaikan oleh Ustad Gibran. Bagaimana bisa Ustad Alif menaruh hati kepada adiknya Zafra.
" Sayang gimana menurut kamu?. Kira-kira Zafra mau nggak sama Ustad Alif." tanya Ustad Gibran.
" Ya Kai juga nggak tahu mau ngomong apa. Itu semua terserah pada Zafra sendiri." ucap Khayra.
" Kamu nggak bisa bantuin Ustad Alif sayang. Sebenarnya Ustad Alif minder karena telah lancang mencintai Zafra sayang. Kata Ustad Alif apakah Zafra mau sama dia yang cuma guru di pesantren. Dia juga cuma anak yatim yang harus menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi ibu dan kedua adiknya yang masih sekolah. Tapi mas yakin Ustad Alif itu pria yang Soleh, baik, penyayang dan juga bertanggung jawab. Kamu mau ya bantuin Ustad Alif." jelas Ustad Gibran.
" Iya nanti Kai bantuin, Kai percaya kok kalau Ustad Alif adalah laki-laki Soleh, baik, penyayang dan bertanggung jawab. Ya mudah-mudahan Zafra mau menerima Ustad Alif sebagai pendampingnya." ucap Khayra.
" amin." Ustad Gibran mengamini
" Oh iya sayang gimana progres pembangunan supermarket." tanya Ustad Gibran.
" Alhamdulillah sudah tujuh puluh persen, kenapa mas." tanya Khayra.
" Nggak cuma mas mau bilang kenapa kamu nggak mau ngajakin Ustad Alif bergabung."
" Boleh aja mas tapi mas ya yang bilang ke Ustad Alif. Kalau Kai yang ngomong ke Ustad Alif nggak enak."
" Sekarang kita tidur yuk udah malam." ucap Ustad Gibran mengajak Khayra tidur.
Pukul setengah dua malam tiba-tiba Khayra merasakan perutnya mulas luar biasa. Khayra pun langsung membangunkan Ustad Gibran.
" Mas... mas Gibran." ucap Khayra menahan sakit sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ustad Gibran.
Ustad Gibran yang merasa tidurnya terusik mencoba untuk membuka matanya. Betapa terkejutnya Ustad Gibran melihat Khayra sedang meringis kesakitan.
" Sayang kamu kenapa? Apa yang sakit?." tanya Ustad Gibran panik.
" Mas kayanya Kai mau melahirkan deh." ucap Khayra masih sambil meringis kesakitan.
" Mas bantu kamu ganti baju dulu ya, mas juga harus ganti baju terus baru kita ke rumah sakit." ujar Ustad Gibran sambil mengambil baju untuk Khayra karena saat ini Khayra hanya memakai daster tanpa lengan.
Ustad Gibran pun langsung mengendong Khayra ke bawah.
__ADS_1
" Mas perlengkapan bayinya belum di bawa. Terus kamu bilang ke mama sama papa." Ucap Khayra.
Ustad Gibran pun menduduki Khayra di sofa ruang tamu. Setelah itu Ustad Gibran membangunkan mama dan papa memberitahukan bahwa Khayra akan melahirkan dan juga bibi. Barulah Ustad Gibran mengambil koper perlengkapan bayi yang akan di bawa ke rumah sakit.
Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Papa yang mengendarai mobilnya, papa nggak mau mengambil resiko kalau Ustad Gibran yang bawa. sedangkan mama duduk di sebelah papa, Ustad Gibran sendiri duduk di jok tengah bersama khayra.
Beruntung jalanan sepi jadi tak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit. Ustad Gibran pun langsung mengendong Khayra seperti bridal style menuju ruang IGD.
" Suster tolong istri saya sus, istri saya mau melahirkan." teriak ustad Gibran.
Suster pun menghampiri Ustad Gibran.
" Silahkan pak, ibunya tidurkan di sini." ucap suster menyuruh agar Khayra di letakan di brankar.
Suster pun mendorong Khayra masuk ruang IGD.
" Suster tolong panggilkan dokter amira di ruangannya. Bilang pasien dokter amira mau melahirkan." ucap suster ke temannya.
" Sebentar ya Bu di panggilkan dulu dokter amira. Kebetulan beliau baru selesai mengoperasi pasien." ujar si suster.
" Mas... sakit mas." lirih Khayra sambil terus menggenggam tangan Ustad Gibran.
Tak lama dokter amira pun datang.
" Wah Bu Khayra kita ketemu lagi, kita cek dulu ya." ucap dokter Amira.
Dokter Amira pun mengecek kondisi Khayra.
" Alhamdulillah sudah pembukaan tujuh tinggal dikit lagi pembukaan lengkap. Saya tinggal dulu ya nanti saya cek lagi." ucap dokter Amira.
lima menit kemudian dokter Amira mengecek kembali keadaan Khayra.
" Suster bawa pasien ke ruangan bersalin ."
Suster pun mendorong brankar Khayra menuju ruang bersalin khayra melihat ada mama dan papa di sana.
" Sus saya mau ketemu ibu mertua saya dulu boleh." ujar Khayra meminta izin ke suster.
"Mas bisa telponin umi." Pinta Khayra.
" Iya mas akan telpon umi."
__ADS_1
Mama melihat khayra sedang di dorong suster pun menghampiri Khayra.
" Sayang." ucap mama menggenggam tangan Khayra.
" Mah, pah maafin Kai ya mah kalau Kai punya salah. Dan Kai minta doanya semoga Kai bisa melahirkan dengan lancar." Ucap Khayra.
" Iya sayang mama dan papa sudah maafin dan mama doain semoga persalinannya lancar kamu dan bayi kamu sehat Wal Afiat." ucap mama sendu.
Ustad Gibran mencoba menelpon Umi dan Abi tapi tidak juga diangkat. Lalu Ustad Gibran melihat ternyata Zahra sedang on, Ustad Gibran pun langsung menghubungi Zahra.
Handphone Zahra berdering Zahra pun langsung melihat siapa yang telpon. Saat tahu kalau yang menelpon itu kaka iparnya.
" Assalamualaikum bang ada apa?."
" walaikum salam Ra, oh iya kamu bisa ke kamar umi sama Abi. kakak kamu sudah di rumah sakit mau melahirkan."
" tunggu bang." Zahra pun langsung berlari ke bawah.
tok..tok...tok
" Umi, Abi." teriak Zahra dari luar kamar orang tuanya.
Umi dan Abi kaget mendengar Zahra teriak-teriak, umi dan Abi pun langsung membukakan pintu.
" Umi, Abi kak Kai mau bicara. Kakak udah di rumah sakit mau melahirkan." ucap Zahra sambil memberikan ponselnya.
" Assalamualaikum nak ada apa?." tanya umi lembut.
" Walaikum salam umi, Kai mau bicara dengan umi dan Abi. Bisa di loudspeaker biar Abi dengar umi."
" Assalamualaikum umi, Abi."
" Walaikum salam."
" Umi Abi Kai mau minta maaf kalau Kai punya salah dan juga Kai minta doanya semoga bisa melahirkan dengan lancar." ucap Khayra menahan sakit.
" Iya sayang umi sama Abi akan selalu mendoakan kakak semoga lancar proses melahirkannya. Nanti kami ke sana jenguk kamu."
" Makasih umi sama Abi, " Khayra pun memberikan ponsel ke ustad Gibran
Dan Khayra langsung dibawa ke dalam ruangan persalian.
__ADS_1