
Keesokan harinya umi pun pergi menemui Sari di ruang ICU. Dan kebetulan di sana juga ada dokter Fachri yang sedang melihat kondisi istrinya.
" Assalamualaikum, sari dan dokter Fachri." ucap umi.
Umi melihat kondisi Sari makin melemah.
" Walaikum salam."
" Gimana keadaannya?."
Sari hanya menggeleng.
" Bagaimana Bu?." tanya Sari pelan dan lemah.
" Sari dan dokter Fachri saya sudah bicarakan ke keluarga besar saya dan juga ke Zahra sendiri. Kami sudah memutuskan untuk mengabulkan permintaan kamu sari asal dokter Fachri juga menyetujuinya." ucap umi sambil tersenyum.
" Mas Fachri pasti setuju." ucap Sari dengan senyum mengembang.
" Sari." panggil dokter Fachri yang terlihat amat frustrasi dengan permintaan sang istri.
" Mas Sari mohon." Sari menatap sang suami.
Keadaan hening sejenak dan akhirnya dokter Fachri pun bersuara.
" Baiklah saya akan memenuhi permintaan kamu."
" Terima kasih mas. dokter Khadijah boleh saya minta tolong untuk menikahkan mas Fachri dengan Zahra besok. Karena kedua orang tua saya sudah menunggu untuk pergi bersama mereka."
" Saya bilang dulu ke suami saya dan juga keluarga besar saya."
" Terima kasih dokter Khadijah."
*****
Umi pun menelpon Abi untuk membicarakan tentang permintaan Sari untuk menikahkan Zahra dengan dokter Fachri besok.
Dan akhirnya kami pun sepakat untuk menikahkan Zahra dengan dokter Fachri besok di rumah sakit. Dan dokter Fachri pun juga sudah menyetujui untuk menikahi Zahra besok.
Habis magrib umi memutuskan untuk menelpon putrinya Khayra. Walaupun sedang tidak berada di sini tapi Khayra wajib tahu adik bungsunya akan menikah besok.
" Assalamualaikum umi."
" Walaikum salam, Bagaimana nak sehat?." tanya umi di sebrang sana.
" Alhamdulillah kami baik umi."
" Oh iya Kai umi mau memberitahukan bahwa besok adik kamu Zahra akan menikah." ucap umi santai
__ADS_1
" Apa." Teriak Khayra yang sepertinya kaget dan umi sudah bisa menebaknya
" Ada apa sih yang bikin kaget aja." umi bisa mendengar suara sang menantu yang sepertinya kaget karena istrinya berteriak.
Khayra pun langsung mengganti ke panggilan Video.
" Umi nggak salah besok Zahra mau menikah?." Terlihat wajah putrinya yang sangat penasaran.
Ustad Gibran pun ikut muncul di layar ponsel umi yang tampaknya sama penasaran sama dengan istrinya.
" Nggak terjadi sesuatu sama Zahra kan mi? Kenapa mendadak begini sih mi? Zahra nggak Hamil duluan kan mi." serentetan pertanyaan yang diajukan Khayra tanpa jeda
" Ngaco kamu Kai adik kamu nggak kaya gitu tahu." potong umi langsung
" Terus kenapa mendadak begini."
" Begini, Kenapa mendadak karena memang harus cepat, Karena sudah nggak ada waktu lagi."
" Umi ceritain yang jelas dan dengan siapa Zahra akan menikah." Ucap Khayra yang sudah sangat penasaran.
" Besok adik kamu akan menikah di rumah sakit."
" Kenapa menikah di rumah sakit mi." potong Khayra binggung.
" Yang jangan di potong dengerin umi dulu." Ucap ustad Gibran yang terlihat gemes melihat istrinya selalu memotong pembicaraan uminya.
" Tunggu....tunggu maksud umi Zahra jadi istri kedua gitu." lagi-lagi Khayra memotong pembicaraan umi nya.
" Jadi Gini, saat itu Zahra menolong seorang wanita yang pingsan dan di bawa ke rumah sakit. Ternyata wanita tersebut mengidap kanker darah stadium akhir. Mungkin Karena merasa hidupnya nggak akan lama lagi. Dia meminta Zahra untuk menikah dengan suaminya. Karena dirinya takut anaknya mendapatkan ibu pengganti yang tidak menyayangi anaknya. Mereka mempunyai anak perempuan seumuran sama Si kembar. Awalnya Zahra menolak apalagi saat tahu kalau suami tersebut adalah dosen Zahra yang kebetulan juga dokter bedah di rumah sakit kita. Zahra menolak karena menurut Zahra dosennya itu killer, dingin, kaku dan nyebelin. Tapi Karena wanita itu terus memohon ke Zahra dan suaminya itu juga meminta Langsung ke kami. Awalnya Abi dan umi kaget tapi saat Abi dan umi menemui wanita tersebut akhirnya. Umi mengerti kekhawatiran wanita tersebut. Zahra pun akhirnya menyetujui dan Kami pun juga mendukung dan merestui mereka. Apalagi Anaknya langsung lengket ke Zahra." jelas umi.
" Ya udah kalau itu yang terbaik Kai dan mas Gibran cuma bisa mendoakan. Dan Isya Allah umi kenaikan kelas nanti kami bakal pindah lagi ke Indonesia. " ucap khayra yang sudah paham
" Alhamdulillah, Akhirnya kita bisa kumpul lagi." ucap umi Bahagia mendengar putrinya akan kembali tinggal di sini
" Maaf ya umi Gibran bawa anak dan istri Gibran tinggal jauh." ucap ustad Gibran yang merasa tak enak hati dengan umi.
" Jangan merasa bersalah nak toh kamu tinggal di Jepang buat ngurus pekerjaan kamu. Jadi jangan merasa bersalah."
" Makasih umi."
" Sama-sama nak, Cucu-cucu umi sudah pada tidur."
" Iya umi, mereka sudah pada tidur."
" Ya udah kalian istirahat lah, Assalamualaikum."
" Salam buat yang lainnya umi, Walaikum salam."
__ADS_1
Panggilan Vidio call pun berakhir dan Umi saat ini bahagia karena anak, mantu dan cucunya bakal kembali tinggal di Indonesia.
Zafra mendengar kembarannya akan menikah besok. Zafra dan ustad Alif serta anak mereka Yusuf memutuskan untuk pulang ke rumah.
" Assalamualaikum.'
" Walaikum salam." Jawab umi, Zahra dan juga Chantika.
Zafra, ustad Alif dan Yusuf memasuki rumah. mereka menghampiri umi Yang sedang sibuk menata makanan di meja makan. Mereka pun menghampiri umi untuk mencium tangan.
" Sini cucu umi." Ucap umi sambil mengambil Yusuf dari gendongan Zafra.
Sedangkan Zafra menatap sang kembarannya.
" Ayo Chantika Salim dulu, ini namanya Tante Zafra kembarannya tante Zahra. Ini om Alif suaminya Tante Zafra kalau yang itu namanya Yusuf anaknya Tante zafra dan om Alif." Ucap Zahra memperkenalkan ke Chantika.
Chantika pun mencium tangan Zafra dan juga ustad Alif.
" Halo Tante, halo om." sapa Chantika.
" Umi, Alif pamit mau shalat isya ke masjid."
" Iya nak."
" Dek kakak ke masjid dulu ya."
ustad Alif pun pergi ke masjid, umi juga membawa Yusuf dan Chantika ke ruang tv . Zafra pun langsung menarik kursi dan duduk di sebelah Zahra.
" Gimana ceritanya kamu mau nikah sama pak Fachri padahal kalau lagi mata kuliahnya kamu paling males banget berurusan dengan dia."
" Nggak tahu fra, Pertama melihat Chantika aku tuh serasa dekat banget sama dia. Dan aku nggak tega melihat Mbak Sari dengan kondisi yang seperti itu. Mungkin ini sudah jalan dari Allah fra."
" Amin, mudah-mudahan memang kamu jodohnya pak Fachri."
" Amin..."
Habis shalat isya mereka pun berkumpul untuk makan malam. Hanya berlima saja umi, Abi, Zahra, Zafra dan Ustad Alif. Sedangkan Yusuf dan Chantika sudah tidur.
" Oh iya bi, Tadi umi sudah nelpon Kai ngasih tahu kalau Zahra akan menikah besok. Dan dia ngucapin selamat buat kamu Zahra."
" Kak Kai nggak kaget umi." tanya Zahra
" Itu sudah pasti, Oh iya Kai juga bilang pas liburan kenaikan kelas mereka akan kembali menetap di sini."
" Alhamdulillah. " Jawab mereka.
" Asik Zahra sudah kangen dengan para keponakan Zahra."
__ADS_1
" Iya Ra, aku kangen si cerewet Zafira."