Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
129. Mas Rayyan


__ADS_3

Tak terasa kini si kembar sudah tiga bulan, Khayra sangat senang karena anak kembarnya memiliki tumbuh kembang yang sangat baik. Kini si kembar sudah mulai senang mengoceh entah apa yang di ocehin.


Khayra juga senang karena Rayyan semenjak punya adik dirinya tidak manja. Malah Rayyan sering menjaga adiknya, mengajak main adiknya. Walaupun di kebanyakan orang bilang biasanya anak seusia Rayyan cenderung akan cemburu. Tapi Alhamdulillah Rayyan sama sekali tidak cemburu. Malahan dia selalu mengingat adiknya kalau Rayyan sedang di ajak ke mall sama Oma nya. Rayyan selalu meminta mainan untuk ke dua adiknya.


Dan hari ini Rencananya Khayra akan ke mall sama Michiko dan juga Rayyan tidak lupa Dewi ikut. Dan si kembar di tinggal nggak Khayra ajak. Awalnya Rayyan juga nggak mau ikut karena kedua adiknya nggak di ajak. Tapi setelah di beri pengertian akhirnya Rayyan mau ikut .


" Kita kemana dulu nih Kai." Tanya Michiko.


" Ke toko baju bayi, Baju si kembar sama Rayyan sudah pada banyak yang sempit."


Akhirnya mereka pun masuk ke salah satu toko bayi di mall tersebut.


" Mom, " panggil Rayyan.


" Apa mas." Khayra langsung menghampiri putra sulungnya.


" tuh Ama dik."


" Oh mas Rayyan mau sama kaya adik." ucap Khayra ke Rayyan dan dianggukin oleh Rayyan.


Khayra cukup kaget saat Rayyan menunjuk baju cowok untuk Rayyan dan Zafran. Akhirnya Khayra pun mencari yang senada untuk Zafira jadi bisa kembar bertiga


Rayyan tampak bahagia saat Khayra menuruti keinginannya.


Setelah mendapatkan berapa baju Khayra pun pergi dari toko baju tersebut kami menuju ke sebuah restoran yang memiliki ruang VIP. Karena Khayra harus memompa ASI nya agar leluasa.


" Kai Rayyan mau di pesanin apa?." tanya Michiko


" Yakiniku aja."


" oke."


Michiko pun memesan makanan.


" Michi nanti kalau nikah sama mas Iqbal mau tinggal dimana?." tanya Khayra.


" Mas Iqbal dan aku sepakat untuk tinggal di Indonesia".


" Tapi kamu udah bilang rencana ini ke keluarga kamu."


" udah, bahkan kedua orang tua aku malah pengen nanti pernikahannya di Indonesia aja. jadi mereka bisa sekalian berlibur ."

__ADS_1


" Wah asik dong, aku bakal pulang ke Indonesia."


" Kangen ya Kai."


" banget."


" Terus kabar perempuan yang bikin kamu sama kak Gibran pindah ke Jepang dan perempuan itu juga yang menjebak suaminya Zafra."


" Kata umi kemarin bilang perempuan itu stress akhirnya bunuh diri."


" Astaghfirullahaladzim."


" Ya begitulah hidup kalau iman kita nggak kuat baru di kasih cobaan sudah nggak kuat dan berakhir bunuh diri."


Tak lama pesanan mereka pun datang, mereka menikmati makanan mereka. Selesai makan mereka pun melanjutkan berbelanja menjelang sore baru mereka memutuskan untuk pulang.


Sampai rumah Rayyan sangat nggak sabaran ingin memberitahu Oma dan opanya baju kembarannya.


" Mom, ana? " tanya Rayyan.


" Apa sih Kai? " Tanya mama karena melihat sang cucu mengacak-acak belanjaan Khayra.


Rayyan pun langsung ngasih unjuk ke Oma dan opa nya. Begitu juga ke ustad Gibran yang baru pulang dari kantor. Baru mau duduk sudah di sodorkan tiga baju yang membuat ustad Gibran nggak mengerti.


" Ju Ama dek." celoteh Rayyan


Ustad Gibran yang nggak paham langsung melihat ke sang istri.


" Itu Deddy Rayyan ngasih unjuk baju samaan sama adiknya dan itu dia yang milih."


" Wah hebat anak Deddy keren." ucap ustad Gibran sambil memangku Rayyan.


" Mas Rayyan mandi dulu yuk, Kan baru pulang." Ucap Khayra saat melihat Dewi sudah membawa handuk untuk Rayyan mandi


" Mas Rayyan belum mandi." Tanya ustad Gibran ke putra sulungnya.


Rayyan menggeleng.


" Mau mandi sama Deddy."


Rayyan langsung mengangguk.

__ADS_1


" come kita mandi." ucap ustad Gibran sambil mengendong Rayyan ke lantai atas menuju kamar Khayra dan ustad Gibran.


Tak lama ustad Gibran dan Rayyan masuk kamar, Khayra juga menyusul karena dia juga akan menunggu giliran mandi.


Cukup lama juga ustad Gibran dan Rayyan mandi, maklum pasti mereka berdua akan bermain air dulu.


Akhirnya mereka berdua pun keluar dari kamar mandi, Khayra langsung mengambil Rayyan. Khayra langsung memakaikan baju Rayyan. Sedangkan ustad Gibran kembali masuk kedalam kamar mandi untuk berpakaian. Setelah Rayyan Rapi ustad Gibran langsung membawa Rayyan ke luar kamar.


Sedangkan Khayra langsung masuk kamar mandi karena sudah dikit lagi magrib. Tak memakan waktu lama Khayra pun menyelesaikan waktu mandinya. Dia pun langsung berpakaian dan turun ke bawah untuk gantian shalat magrib.


Lagi pula kalau mau magrib sesuai kepercayaan kami, jangan meninggalkan bayi di waktu magrib. Kalau bisa waktu magrib di usahakan untuk di gendong bayinya.


Biasanya Khayra dan mama yang akan shalat magrib duluan. Baru setelah itu Mbak Ratih dan Mbak Ami yang shalat magrib. Mbak Ratih dan Mbak Ami adalah baby sister si kembar.


Biasanya kami menunggu shalat isya baru makan malam. Dan setelah makan malam baru kami berbincang sebentar. Dan biasanya Anak-anak Khayra sudah di bawa sang pengasuh untuk di tidurkan.


Sedangkan mama, papa, ustad Gibran dan khayra biasanya kami ngobrol dulu


" Oh iya Kai nanti bilang umi jangan beli banyak barang di sana, nanti cari di sini aja " ucap mama


" Iya mah sudah Kai bilang kok."


" Terus kamu juga sudah bilang ke manajer hotel untuk kosongkan berapa kamar nanti " tanya papa ke ustad Gibran.


" Udah kok pah, Bahkan nanti Gibran bakal rencana ngajak liburan ke Osaka. Dan semua sudah beres mungkin seminggu sebelum rombongan umi dan Abi datang Gibran cek lagi "


" Bagus kalau begitu, Nanti setelah acara mama dan papa bakal ikut balik sama besan. soalnya papa harus menyiapkan pernikahan Michi sama Iqbal di Indonesia."


" Iya nanti Gibran berangkatnya bareng keluarga besar di sini aja. Atau lebih awal berangkatnya, kemungkinan juga Gibran juga bakal balik menetap di Indonesia."


" Jimmy sama silmi sudah bisa kan di lepas." tanya papa.


" Sudah pah, mereka sudah bisa di andalkan."


" Bagus."


" Ya udah kalian tidur sana, apalagi kamu Kai pasti capek habis pergi." ucap mama


Khayra dan ustad Gibran pun naik kelantai atas menuju kamarnya. Dan begitu masuk ketiga anaknya sudah tertidur. Khayra langsung menyuruh baby sitter nya untuk istirahat di kamar masing-masing.


Setelah bersih-bersih Khayra dan ustad Gibran menyusul ke tiga anaknya masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2